Reuni Berujung Cinta

Reuni Berujung Cinta
34. merasa di cintai


__ADS_3

Pu**kul 4 sore**...


Bapak dan ibu Liona pamit. Liona terlihat sangat sedih di tinggal orang tuanya itu.


baru 3 hari bertemu mereka harus berpisah lagi karna tuntutan kerjaan Bapak mengharuskan mereka pulang dengan cepat.


" jangan nangis,malu tuh di lihat suamimu" ucap ibu wati.


Liona langsung memeluk ibunya.


" jaga kesehatan ibu dan bapak yah. jangan lupa makan dan minum vitamin yang Liona kasih. ibu kalo udah sampai kabarin Liona.


" ya nak. ibu pamit."


Liona menghampirin bapaknya dan memeluk dan mencium tangannya. begitu pun indra


" tolong jaga Liona dan husen yah nak indra. ibu sama bapak percaya sama kamu" ucap ibu wati.


" iya bu. ibu jangan khawatir. indra akan jaga mereka baik baik." ucap indra


merekapun langsung masuk ke dalam mobil dan sebelum berangkat melambaikan tangan.Liona masih melihat mobil yang sudah melaju meninggalkan dirinya yang masih menatap ke arah mobil itu menghilang dari pandanganya..


Indra menarik tangan Liona dan membawanya masuk ke dalam rumah. Indra langsung memeluk istrinya itu. indra seolah tau kalo Liona menahan tangisnya itu.


Liona pun menangis di pelukan indra..


" kasian ibu sama bapak harus kerja jauh gini buat memenuhi kebutuhan kami."


" husen sini"ucap indra


Husen berjalan menuju ke arah indra dan Liona.


" ada apa bang" ucap husen memulai pembicaraan


" Abang ada sedikit uang mau buka usaha disini tapi gak ada yang bantuin mengelola. kira kira bapak mau gak yah?


" emang mas indra mau buka usaha apa? " tanya husen


Liona hanya diam dan mendengarkan


" mau buka bengkel dan pencucian mobil dan motor. kalo bapak berminat bapak yang ngurusin semuanya. biar bapak dan ibu gak jauh jauh lagi kerjanya. biar kita bisa ngumpul terus.


" oke juga tuh tawarannya kak." ucap husen

__ADS_1


"gimana sayang" tanya indra kepada Liona


Liona menganguk menyetujuinya. Liona menatap wajah indra dan menangis.


Liona tak percya indra begitu perhatian dengan kedua orang tua. padahal indra baru saja mengenal orang taunya baru beberapa hari ini.


"ko malah nangis sayang" ucap indra sambil menghapus airmata istrinya


"makasih, kamu perhatian sama orang tuaku." ucap Liona sambil memeluk indra.


" dia kan orang tuaku juga. aku kasian di umur senja mereka masih bekerja buat memenuhi kebutuhannya." ucap indra sambil mengelus rambut liona


" cari waktu yang pas telpon ibu dan bapak yah. kamu aja ya sayang yang ngomong sama mereka kalo aku yang ngomong takut menyinggung perasaan mereka."ucap indra


Liona mengangguk..


" udah dong nangisnya nanti kamu sakit, sekarang kita beli makan yuk.? kamu mau makan apa"


" bakso" ucap Liona


" ko bakso lagi tadi udah makan bakso sayang"


" aku pengennya makan bakso gimana dong, kalo makan nasi nanti aku mual.


"ya udah aku beliin dulu yah. husen mau ikut sekalian.


******


setiba dirumah Liona tak berada diruang tengah. indra mencarinya di kamar. ternyata istrinya terlelap dengan mata sembab. diapun membangunkan istrinya dengan perlahan. di ciumnya kening istrinya itu.


Liona pun terbangun.


" sayang udah dari tadi?


" barusan aja ko"


" oh.. mana husen.


" dia di luar menunggu mu buat makan bersama. ayuk.."


Liona pun beranjak dari tempat tidur dan meminta indra menggendongnya. husen melihat kemesraan merekapun tersenyum


" aduh kakak ini, kalo mau mesra mesraan jangan disini juga kali. aku ini kan masih kecil.

__ADS_1


indra pun menurunkan Liona.


" iya ya."


" emang kamu gak ada gebetan di sekolah" ucap indra sambil duduk di meja makan bersama istrinya.


husen langsung menatap kakaknya takut kalo kakaknya tau kalo sebenernya dia menyukai 1 gadis di kelasnya. cuma karna kakaknya melarangnya pacaran. jadi hubungan mereka iya rahasiakan.


" gak ada kak"


" masa cowo secakep kamu gak ada yang mau. terakhir kita ke mall kan banyak SPG minta nomer ponsel mu.


" gak berani bang, gak di izinin sama kaka"


Liona hanya diam sambil memakan baksonya.


" sayang kasian tuh adik mu jomblo terus, masa gak kamu bolehin pacaran."


" kasian bapak ibu nanti pas dia ngehamilin anak orang belum kuliah apalagi belum kerja kasian anak istrinya."


" ya kan kamu tau sendiri adik kamu seperti apa. gak mungkin lah dia ngehamilin anak orang


" iya betul itu bang" ucap husen semangat


" pokoknya gak boleh. tunggu kamu kuliah semester terakhir baru pacaran. awas aja ketahuan kakak pacaran. ceweknya aku datangin.


" kejam banget sayang sama adikmu."


" dia harus belajar tanggung jawab sama orang tuanya dulu. belum bisa ngebahagiakan orang tuanya sok sokan mau pacaran."


" bener juga kamu sayang. dulu abang mu ini gitu sama kakakmu.


" yang bener bang, ceritain dong"


Indra melirik Liona.


" nanti abang ceritain kalo kakakmu tak ada.


Husen dan Indra pun tertawa melihat Liona yang telah menatap mereka dengan kesal.


**********


**Bersambung

__ADS_1


bantu Like dan vote**


*******


__ADS_2