
Sudah 6 jam berlalu tak nampak Liona datang. indra menunggu Liona di dalam mobil yang iya parkirkan tidak jauh dari rumah Liona.
30 menit kemudian.....
Ada mobil Berhenti di depan rumah Liona. indra pun melihatnya dari kejauhan. turunlah Reynan dan liona dari mobil tersebut. Indra tampak kesal melihat Rey bersama kekasihnya itu.
Beraninya dia mendekati kekasihku... gumamnya kesal.
Tanpa berpikiran jernih indra langsung turun dari mobil dan berlari ke arah Rey. Dan melayangkan pukulan ke muka Rey.
"Aaaaaaaahhh!!! suara Rey
Rey memegang mukanya yang sudah lebam karna pukulan Indra.
Reynan pun ingin membalas tapi langkahnya di hentikan oleh Liona.
" apa apaan kamu" ucap liona sambil mendorong badan Indra
" aku hampir gila mencari mu dari tadi.kamu malah pulang dengan pria brengsek ini. " ucap indra kesal
" jangan asal bicara. Kalo gak ada Reynan jemput aku. aku gak akan ada disini. seharusnya kamu terima kasih sama dia." ucap liona kesal
" sebaiknya kamu pulang jangan temui aku lagi. aku gak mau di bilang cewek penggoda." ucap liona menahan tangis
" cari lah wanita yang sesuai dengan level mu. aku cuma cewek penggoda yang gak pantas mendapatkan mu." ucap liona menangis berlari ke dalam rumah.
husen melihat kakaknya menangis masuk rumah dan di ikutin oleh indra. husen langsung mencegah indra mengikuti kakaknya.
" sebaiknya abang pulang dulu, biar aku yang urus kak liona. abang kesini saja nanti kalo kaka udah tenang.
__ADS_1
Indra pun melangkah kakinya keluar dangan setengah hati hancur. indra berjalan mendekati Reynan yang telah duduk di teras rumahnya Liona.
" maafkan aku tadi., makasih kamu telah mengantar Liona dengan selamat". ucap indra sambil berlalu meninggalkan Rey.
Reynan pun masuk ke dalam rumah dan langsung duduk di ruang tengah.
" Mas Rey gak papa" tanya husen
belum di jawab Liona keluar membawa es buat mengkompres lebam di pinggir bibir Rey.
" sini biar aku kompres." ucap liona
Rey hanya diam sambil melihat wajah Liona
" jangan tanya ada apa aku dengan Indra. aku udah gak ada hubungan lagi dengannya." ucap Liona
" husen kalo ada indra datang kesini jangan pernah bukain pintu."ucap Liona lagi
"kenapa ketawa,emang ada yang lucu? tanya Liona kesal
" mukamu itu yang lucu" jawab Rey
liona kesal di pencetnya luka lebam di bibirnya Rey. Rey pun menjerit kesakitan
"makanya jangan mengejek ku." ucap liona kesal
" iya ya. aku hanya tidak ingin kamu sedih terus."
" kamu gak pulang?
__ADS_1
" aku istirahat disini dulu boleh? tanya Rey
Liona mengangguk.
" kamu mau istirahat di sini apa di kamar husen" tanya Liona
" disini aja," jawab Rey
" aku tinggal masuk ke kamar bentar yah." ucap liona
" iya" ucap Rey.
Liona pun masuk kamar dan memecahkan tangisnya. yang sudah dia tahan dari tadi.
Dia menyesal harus menerima Indra masuk ke kehidupannya. Reynan mendengar Liona menangis menghampiri Liona di kamar.
Di ketuknya pintu kamar Liona.
" Li, kenapa? aku masuk yah,
ceklek....
Rey membuka kamar Liona.
Liona yang melihat kearah Rey dan langsung memeluknya.
Liona menangis di pelukan Rey dan menumpahkan semua kekesalannya terhadap Indra.
"seandainya kemaren tak ku biarkan Indra mendekati mu. mungkin saat ini kamu tak terluka. selama kita berteman aku tak pernah melihat mu serapuh ini. kamu selalu ceria. kenapa kamu sekarang begini.
__ADS_1
apa yang telah di lakukan Indra kepadamu.
ucap Rey dalam hati.