
hari ini hari terakhir cuti indra berakhir. Liona sibuk memasukan baju indra ke dalam koper. Liona tampak sedih karna dia harus di tinggal indra ke kota. Liona ingin sekali ikut ke kota tapi dia juga tak ingin meninggalkan adiknya sendirian disini. perasaannya campur aduk. seharusnya pengantin baru saja menikah 1minggu ada bersama suaminya terus sekarang harus terpisah karna keadaan. Tak terasa airmatanya jatuh. gak tau kenapa ia menangis. dia juga bingung dengan sikapnya sekarang kenapa dia seperti tak mengenali dirinya sendiri kenapa selama hamil ini dia sering baper banget. untung indra pengertian sama keadaan dirinya. indra membujuknya bakalan sering sering pulang untuk bertemu dengannya. indrapun pamit kepada istrinya. sebenarnya dia tak tega meninggalkan istrinya seperti ini tapi karna cutinya udah berakhir dan mengejar deadline yang harus di kerjakan. jadi dia terpaksa meninggalkan istrinya itu. sebelum pahit indra mencium kening dan bibir istrinya itu tak lupa ia memeluk istrinya sejenak sebelum dia pergi. Liona jg tak lupa mencium tangan suaminya. Dan indrapun berlalu meninggalkan Liona yang masih berdiri menatap mobil yang melaju meninggalkannya.
" kak" ucap husen membuat Liona kaget
" ayo kita masuk
Liona menuruti ucapan adiknya itu. dengan wajah sendunya ia memasukin rumah dan melangkah ke ruang tengah langsung merebahkan tubuhnya ke sofa.
" kakak kenapa ko sedih gitu, kan abang nanti kesini lagi? lagian kenapa tadi kaka gak ikut abang aja? tanya husen
Liona hanya diam dan matanya berkaca kaca. belum lama di tinggal indra. dia merasakan rindu yang sangat dalam kepada suaminya itu
" kakak gak usah mikirin husen, husen kan udah besar bisa jaga diri husen sendiri. bulan depan kan ujian akhir sekolah."
" aku juga bakalan sibuk sama temen buat belajar bersama kemungkinan aku malam baru balik kerumah. kaka nanti gada yang nemanin dirumah. mendingan kakak ikut abang aja."ucap indra lagi
__ADS_1
" kakak mau aku telpon abang indra kah?
" jangan! ucap Liona cepat
" kasian abang mu baru saja berangkat masa harus balik lagi jemput kakak."ucap liona lagi
" ya udah gak usah nangis lagi nanti kalo abang telpon bilang kalo kakak minta jemput besok.
"iya, adik ku sekarang udah dewasa yah udah pintar nesehati kakaknya."
" aaahh... kakak!! jangan mengacak rambut ku. aku bukan anak kecil lagi."
Liona tersenyum melihat adiknya itu merapikan rambutnya yang barusan di acak acak olehnya.
" kakak hari ini temenku boleh gak main kerumah mau belajar bersama"
__ADS_1
" iya boleh lah tumben ijin kakak biasanya dion sama adi kalo kerumah gak pernah kamu ijin sama kakak"
" ini temennya beda kak, nanti aku kenalin"
" pasti cewek yah"
" iya kak tapi ini bukan pacar kak beneran."
Husen langsung menyanggahnya, dia takut kalo kakaknya marah dan menolak temennya datang kerumah. dia tak ingin kakaknya berpikiran macam macam karna husen pernah berjanji sebelum lulus sekolah dia tak akan berpacaran dulu. karna Liona berharap adiknya sukses dulu baru berpikiran untuk berhubungan pada seseorang. Dia tak ingin adiknya berakhir seperti dirinya hanya lulusan SMA. dia ingin adiknya bisa meneruskan sampai jadi sarjana dan bisa menjdi kebanggaan kedua orang tuanya
" iya kaka tau ko, kalo itu hanya temen kamu. lagian kalo temen spesial juga gak papa tapi ingat gak boleh lebih dari itu. ingat janji kamu sama kakak"ucap Liona tegas
" siap bos" ucap indra
" kakak istirahat dulu di kamar, kamu kalo mau makan beli aja yah kaka gak bisa masak buat kamu,kepala kaka masih sakit.
__ADS_1
" iya kak."