Reuni Berujung Cinta

Reuni Berujung Cinta
64. positif


__ADS_3

braaakk.....


tiba tiba tubuh ana terjatuh ke lantai. Ana pingsan tak sadar kan diri. husen yang melihat kekasihnya seperti itu langsung membawanya kerumah sakit terdekat.


" selamat sebentar lagi anda menjadi bapak"


Husen dan Ana terkejut mendengar dokter itu.


" Apa!!! jawab mereka kompak


" iya kalian sebentar lagi menjadi orang tua.


Ana menatap wajah husen dan tersenyum sambil memegang perutnya.


mereka meninggalkan ruang dokter itu.


" katakan itu anak siapa?


plaaakk..


" apa seburuk itu aku di matamu? ini anak mu. aku hanya melakukan itu dengan mu saja. aku emang jahat tapi aku tak semudah itu memberikan sesuatu yang berharga ke sembarang orang.


husen hanya diam tak menatap Ana.


" kalo kamu tak mengakui ini anak mu tak apa aku akan membesarkannya sendiri..


ana hendak meninggalkan husen dalam mobil.tapi di tahan husen.


" biar aku yang antar"


" lepaskan aku.. benar apa yang kamu bilang semua ini kesalahan. kita sudahi saja sampai disini. biar aku besarin sendiri anak ini.

__ADS_1


husen menatap wajah Ana


" kamu tenang aja aku tak akan mencoba berbuat seperti tadi lagi. karna aku sudah mempunyai tujuan hidup ku sekarang" ucap ana sambil memegangi perutnya.


" aku pulang sendiri pake taxi online. jangan pernah hubungi aku lagi apa lagi untuk bertanya keadaan anak ini. kamu telah membuang kami. anggap saja aku dan anak ini tak pernah ada di hidup mu.


tak terasa airmata Ana menetes. ana pun menghapus airmatanya mencoba tegar. ana keluar dari mobil husen dan meninggalkan husen yang masih terpaku disitu.


aku bukan tidak mengakui itu anak ku. tapi aku hanya belum siap buat menjadi seorang ayah. aku belum bisa memberi mu kehidupan yang layak.


husen bicara sendiri. tak terasa dadanya merasa sesak. husen pun menangis.


*******


( ditempat lain)


Mertua Liona menjemputnya di Resto dan berangkat menemui andri.


sesampai lah mereka di apartemen milik andri.


" bintang" ucap Andri sambil menggendong bintang


" papah bintang kangen sama papah, papah kemana ko gak pernah datangi bintang"


" papah sibuk sayang.


andri mempersilahkan mereka untuk duduk.


" begini andri mami mau ngomong serius sama kamu boleh?


" silahkan bu,

__ADS_1


" ini tolong kamu baca dulu ini" Ucap mami sambil menyerahkan secarik kertas


andri membacanya dan mengamatinya.


" apa maksudnya ini?


" maaf nak andri membuat mu bingung. waktu itu saat kamu menginap dirumah ku. aku mencuri beberapa helai rambut mu. aku sangat yakin kalo kamu adalah anak aku yang hilang 3 tahun silam.


Andri menyimak


" aku mencoba tes DNA. dan hasilnya yang kamu lihat itu. 99% kamu adalah anak ku. ini istri dan anakmu?


andri menatap wajah Liona yang sedari tadi udah menangis. Andri menatap wajah bintang dan menciumi anaknya itu.


mami indra menceritakan apa yang telah terjadi 3tahun silam. mereka pun berpelukan. Liona mengajak indra untuk pulang kerumah mereka. Andri menyetujuinya..


mereka pun meninggalkan apartemen dan menuju ke rumah Liona.


di perjalanan pulang Ana menelpon Liona dan meminta maaf kepadanya atas perbuataannya selama ini kepadanya.


Ana tak mempunyai keberanian untuk berkata langsung kepada Indra dan Ana. Ana berharap Liona dan Indra bisa memaafkan perbuatannya.


Liona dan Indra memberikan maafnya kepada Ana. dan menyuruhnya tidak melakukan hal yang buruk lagi.


" makasih ya Liona. moga kamu bahagia bersama indra" ucap Ana dan menutup telponnya.


tut...tut..tut...


" sepertinya Ana lagi ada dalam masalah besar, nada bicaranya seperti dia ingin pergi jauh" ucap Liona kepada indra


" husen tak berbicara apa apa kepadamu?

__ADS_1


" apa hubungannya dengan husen?


" nanti di rumah saja kita bicarakan lagi"


__ADS_2