Reuni Berujung Cinta

Reuni Berujung Cinta
55. makan siang


__ADS_3

Siang ini Di resto


" selamat siang ada yang bisa di bantu tuan? ucap salah satu pelayan kepada andri


" saya mau bertemu dengan pemilik Resto,bisa?


" maaf tuan bos kami sedang tidak masuk?


" kenapa? apakah dia sakit?


" saya kurang tau tuan, tuan bisa menanyakan ke manager Resto. dengan mba Memey" ucap pelayan itu menunjuk memey yang berdiri tak jauh dari mereka. andri menghampiri memey


"maaf permisi selamat siang"


" eh tuan? ucap Memey dengan akrabnya seolah tau siapa yang di hadapannya


" ada yang bisa saya bantu? ucap memey lagi


" Liona tak Ke resto hari ini, apakah dia sakit?


" iya tuan. ibu tadi pagi telpon saya dan meminta saya menjaga Resto buat 3hari kedepan?


" apakah sakitnya serius?


" sepertinya tidak tuan ibu tadi bilang dia hanya kecapean jadi dia mau istirahat aja dirumah.


" baiklah makasih yah infonya"


Andri keluar Resto dan bergegas ke rumah Liona. sesampainya disana dia melihat ada mobil yang sepertinya ia kenal.


ya sepertinya itu mobil pria semalam" gumam andri


andri pun mengurungkan niatnya untuk masuk.


"sebaiknya aku jalan dulu dan membelikan sesuatu buat bintang dan Liona,baru balik lagi kesini. moga pria itu sudah pergi" ucap andri dalam hati


*******


" makan yang banyak ya sayang" ucap rey kepada bintang


" kamu juga makan biar cepet sehat" ucap rey lagi kepada Liona


" om dokter, gak makan sekalian" ucap bintang


" bintang sekarang belajar panggil om dokter dengan papah ya?


Liona pun terbatuk mendengar Rey berkata seperti itu. bukan saja terkejut tapi mungkin perasaan Liona tak enak mendengarnya.


" pelan pelan makannya" ucap rey sambil menyodorkan air putih ke Liona


" om dokter kenapa aku harus memanggil om dengan sebutan papah. bintang kan sudah punya papah? ucap bintang polos


" jadi Bintang mau panggil om dengan panggilan apa, gimana kalo daddy?


" ehmm bagus juga, daddy" ucap bintang

__ADS_1


Rey tersenyum dan sangat senang mendengar bintang memanggilnya seperti itu.


" kamu kenapa? ucap rey kepada Liona yang sedari tadi menatapnya sambil menggenggam tangan Liona


" gak papa"


Rey menatap jam di tangannya. menandakan waktunya ia kembali ke Rumah Sakit.


" aku balik ke Rumah sakit dulu"


" kamu selesaikan aja makannya. sepertinya kamu tak selera makan hari ini"


" dari tadi aku liat makanan itu cuma kamu aduk aduk aja"


" gak tau nih, kenapa rasanya pahit banget di lidah ku"


" ya udah daddy mau berangkat dulu," ucap Rey sambil mengacak rambut bintang


" okeey daddy, hati hati ya"


" iya sayang" ucap Rey sambil mencium pucuk kepala bintang


Rey beranjak dari tempatnya menuju pintu keluar rumah. Liona mengiringi Rey di samping. Rey berhenti sebelum keluar rumah. Rey memegang tangan Liona.


" aku tau kamu pasti masih merasa canggung. karna perubahan status kita."


Liona mengangguk menatap Rey


" aku mengerti, maaf yah memaksa mu buat menerima ku. tapi aku akan buktikan kalo aku gak main main dengan hubungan ini. aku serius mencintaimu"


Liona terdiam menatap Rey. Liona melihat kesungguhan dari mata Rey.


Liona hanya menganguk.. Rey pun bergegas meninggalkan Liona dan membuka pintu. sebelum pergi Rey memeluk dan mencium pipi Liona. Dari kejauhan Andri melihat kemesraan itu. merasa sakit hati.


dasar pria modus gumam andri kesal


Andri melihat Rey sudah jauh meninggalkan rumah Liona. andri keluar mobil dan mendatangi rumah Liona.


Belum beberapa langkah Liona meninggalkan pintu rumahnya. Liona mendengar suara ketukan rumahnya.


tok.. tok... tok....


" ya mas" ucap Liona yang berpikir kalo rey kembali lagi


cekleeeek.... pintu terbuka..


Liona terkejut melihat sesorang yang semalaman bikin dia tak bisa tidur sudah ada di hadapannya.


Andri tersenyum dan membuat Liona meleleh.


" Andri!!!


" ada perlu apa kamu kemari"


belum andi menjawab. bintang sudah berdiri di sebelah Liona.

__ADS_1


" papah ngapain kesini?


" papah kangen sama Bintang, tadi papah ke Resto tapi bintang tidak ada" ucap Andri sambil menundukan badannya.


" iya bintang hari ini tak ke Resto, mamah lagi sakit pah.. ayo pah masuk" ucap bintang sambil menarik Andri ke dalam rumah.


" papah bawakan pizza nih buat bintang".


" ini buat mu" ucap andri memberikan bungkusan bakso kepada Liona


" aku tak tau makanan kesukaan mu tadi aku belikan bakso di depan komplek." ucap andri lagi


" ternyata mereka juga mengira ku adalah suami mu," ucap andri lagi


Liona hanya diam dan mendengarkan..


" ayoo pah ke dapur kita makan pizzanya di meja makan. kalo di sini nanti mamah marah"


andri mengikuti bintang saat bintang menarik tangannya. Liona pun mengikuti mereka dari belakang.


praaaakkk...


Piring jatuh dari tangan mba Sri, Mba Sri kaget melihat Andri di hadapannya.


" kenapa mba" ucap Liona mendekati pembantunya itu


" gak papa mba"


" ini mas Indra non?


" oh.. bukan dia Andri, dia tunangan temen saya." ucap Liona


" oh kirain mas Indra udah balik non. makanya saya tadi kaget pas melihat mas ini ada disini. maaf yah mas membuat kaget" ucap Mba Sri


" gak papa mba, santai aja." ucap Andri


Mereka sudah duduk di meja makan. Liona lahap sekali makan bakso yang dia bawa. karna itu emang bakso favorit dia bersama indra.


" kamu ko tau tempat bakso langganan aku"


Andri hanya mengangkat kedua bahunya. itu membuat hati Liona kesal. dan ingin beranjak ke pergi ke kamar.


" kamu mau kemana? ucap Andri menarik tangan Liona


" aku sudah selesai, lagian aku gak ada urusan lagi sama calon suami orang. jangan bikin calon istri mu bikin keributan di depan rumah ku. akan ku panggil kan polisi" ucap liona kesal dan melepaskan genggaman tangan andri


" kamu salah paham aku akan jelasin."


" gak perlu jelasin apa apa dengan ku. aku gak butuh itu. bintang masuk kamar ini waktunya kamu tidur siang"


" tapi mah, bintang masih kangen sama papah"


" bintang dia bukan papah bintang, masuk kamar bilang mamah"


" bintang masuk ke kamar dulu yah, papah mau ngomong dulu sama mamah"

__ADS_1


" baik pah


Bintang langsung berlari menuju kamarnya dan meninggalkan mamah dan Andri berdua di meja makan.


__ADS_2