Reuni Berujung Cinta

Reuni Berujung Cinta
50. tes DNA


__ADS_3

keesokaan harinya bintang sudah berada di kamar tamu tempat papahnya beristirahat.


" papah, papah.."ucap bintang sambil memegang pipi Andri.


" bintang jangan di bangunin omnya, omnya lagi sakit."


andri pun terbangun memegangin kepalanya dan merintih kesakitan. Liona pun langsung duduk di pinggir ranjang dan memegangin kepalanya andri.


" kamu gak papa" sambil memegang kepala andri


andri melihat wajahnya Liona, menatapnya tajam.tak tau kenapa jantungnya berdegub kencang saat liona membelai kepalanya.


perasaan apa ini,


perasaan yang tak pernah terjadi saat ku berdua dengan Ana. wajahnya terlihat tak asing bagiku. gumam andri dalam hati


tatapan Andri masih terpaku menatap wajah Liona. tanpa sadar anaknya telah berapa kali memanggil namanya.


" papah," ucap bintang cemberut


"iya bintang, sini sama om"


" bintang omnya masih sakit jangan duduk disitu"


Bintang telah duduk di pangkuan Andri dan menciuminnya.


Liona memberi kode terhadap bintang agar tidak duduk di pangkuan Andri.


" gak papa, aku udah sedikit mendingan." ucxap andri sambil mengelus rambut bintang.


" papah nanti malam tidur sama bintang lagi yah"


" papah sibuk hari ini harus ke dokter buat periksa kepala papa." ucap liona cepat.


Liona tak mau jika bintang berharap lebih dari Andri. takut anaknya sakit hati jika tau andri bukan lah papahnya.


" nanti kapan kapan bintang yang menginap di rumah om"


" horee.. beneran pah?


" iya beneran." ucap andri sambil menciumin kepala bintang


Liona menatap keakraban mereka menjadi terharu. andai saja andri adalah indra mungkin mereka akan jadi keluarga bahagia saat ini.


" sebaiknya kamu periksakan ke dokter." ucap Liona


" aku gak papa ko. ini sering terjadi setelah aku mengalami kecelakaan 3tahun yang lalu.

__ADS_1


Liona terkejut dengan apa yang di katakan andri.


"kecelakaan? dimana,kapan?


Pertanyaan itu langsung muncul di benak Liona. dan belum sempat Liona tanyakan indra sudah bercerita terlebih dahulu.


" aku tak mengingatnya kapan terjadinya tapi Ana bercerita kalo aku kecelakaan mobil. dan mobil ku jatuh ke jurang. Ana lah menemukan ku.


" tapi aku tak ingat sama sekali kejadian itu, setiap aku mencoba mengingatnya kepala ku terasa sakit.


" apa hubungan kamu dengan Ana? kamu mengingatnya?


" Ana bilang kami berpacaran selama 8tahun. kami sudah bertunangan di singapura. Dan bulan depan kami akan menikah.


" APA!!! tunangan?? Menikah? ucap Liona tak percya dengan apa yang dia dengar barusan.


tiba tiba hatinya terasa sakit mendengar kalo mereka sudah tunangan dan sebentar lagi ingin menikah.


andri melihat raut wajah Liona berubah saat mendengar dirinya hendak menikah dengan Ana.


" ada apa? ucap andri


" tidak papa, oyo bintang kita tinggalin om dulu. mungkin om mau mandi dulu.


bintang segera berlari meninggalkan Andri keluar kamar. Liona yang hendak beranjak dari situ.Andri menarik tangan Liona,


" kalo tidak ada apa apa kenapa wajah mu berubah saat aku bilang hendak menikah dengan Ana."


" maaf Andri, ini salah. kita tidak boleh seperti ini. walaupun aku benci dengan tunangan mu itu tapi......


Liona terhenti dia tak mungkin melanjutkan pernyataannya kalo dia sebenernya cemburu mendengar semua itu.


" tapi apa?"


kali ini Andri memposisikan tubuhnya tepat dihadapan Liona. Andri menatap wajahnya sangat dekat hanya beberapa senti saja. Liona yang terkaget menghindar dari pandangan itu malah terjatuh tepat di atas kasur.


andri yang berusaha menangkap tubuh Liona pun terpeleset juga dan jatuh tepat di atas Liona. tak sengaja bibir mereka berdua bertemu.


Liona yang kaget merasakan sentuhan di bibirnya itu langsung berdiri dan meninggalkan andri yang masih di terpaku menatap Liona yang telah berlari meninggalkannya.


andri merasakan ada aliran listrik di dalam badannya. jatungnya berdegub kencang.


ini aneh, kenapa aku tak merasakan getaran ini saat ku mencium ana


apa aku jatuh cinta padanya?


mengapa aku bahagia saat berada di dekatnya

__ADS_1


******


Di meja makan mami dan Liona merencanakan sesuatu. dan mereka berbincang dengan suara yang pelan karna tak ingin ada yang yang dengar pembicaraannya itu.


" semalam mami ambil rambut pria itu. mami mau tes DNA. apa bener dia orang lain atau dia emang anak mami yang hilang 3tahun yang lalu.


" mami yakin dia indra.. tadi malam mami sempet buka bajunya dan bener di punggungnya ada tanda lahir yang sama dengan milik Indra.


" Hah..!! apa bener itu mah.


" iya, kalo hasilnya cocok dan bener dia indra. mami harus beri perhitungan dengan Ana beraninya dia menyembunyikan anak mami selama ini.


" iya mih itu sepertinya andri hendak pulang.


Liona menghampiri andri yang sedari tadi mencarinya hendak pamit.


" papah" bintang berlari mendekat ke arah andri


andri pun mengendongnya


"om pulang dulu yah.


" bintang ikut yah pah."


" bintang, om masih sakit jangan minta gendong." ucap Liona


" gak papa aku udah baikan ko."


" mami bisa minta tolong nak andri? bisa anterin Liona dan cucu oma ini ke Resto? ucap oma bintang


" gak usah mi, biar Liona sama bintang naik taxi online aja." ucap Liona tak enak dengan mertuanya itu


" gak papa kita searah ko." ucap andri semangat


andri tak mau melewatkan momen bersama Liona dan bintang.


dia tak ingin karna kejadian tadi Liona menghindarinya.


" tuh andri aja gak papa ko, ayo sudah berangkat sana entar kesiangan."


" ya udah mami aku langsung ke Resto yah mi sama bintang"


" ya udah jaga baik baik bintang"


" makasih yah bu aku di ijinin menginap disini"ucap andri


" gak papa sering sering lah kesini biar aku tak terlalu kangen dengan anakku." ucap mami indra

__ADS_1


" ya udah mi kami berangkat ya,


*****


__ADS_2