Reuni Berujung Cinta

Reuni Berujung Cinta
53. OM dokter


__ADS_3

"papah" ucap bintang yang sudah berdiri di hadapannya.


" huss..." ucap andri menutup mulutnya bintang dengan 1 jari


" kenapa pah"


" nanti mamah mu tau"


" emang kenapa pah, papah bertengkar ya sama mamah?


" iya nih, mamah marah sama papah. mamah melarang papah mendatangi mu.


" oh.. pantas tadi mamah bilang kalo mamah melarang bintang bertemu papah"


di naikannya bintang di pangkuannya andri.


" ini rahasia kita jangan bilang kalo papah kesini ya"


"okey pah" ucap bintang sambil membulat kan kedua jarinya


" papah mau tanya boleh?


" boleh dong"


" siapa yang menggendong bintang keluar tadi?


" oh itu om dokter, itu temen mamah sekolah.


" apa hubungannya dengan mamah? ucap andri


andri juga gak tau kenapa ia menanyakan hal tersebut dengan anak sekecil itu.


" mamah bilang om dokter cuma temen tapi om dokter bilang dia mau jadi papahnya bintang"


deg.. dadanya terasa sesak bagai tertusuk pisau mendengar perkataan polos dari bintang.


Andri tak tau kenapa dia tak senang mendengar itu semua. mata Andri sampai berkaca kaca.


" bintang mau om dokter jadi papah bintang"


bintang menggeleng


" bintang kan udah punya papah kenapa harus tambah papah lagi"ucap bintang polos


Andri tak tahan,dia menangis, di peluk dan di ciumnya bintang.


" papah kenapa nangis" ucap bintang sambil menghapus airmata Andri


" gak papa, papah boleh yah peluk bintang sebentar"


Bintang menganguk. andri memeluk bintang dengan hangat. tak lama terdengar suara Liona mencari bintang. andri melepas pelukannya dan menyuruh bintang segera menghampiri mamahnya. Andri tak mau kalo Liona mengetahui dia berada disitu.

__ADS_1


" jaga rahasia kita ya


" okey pah


bintangpun berlari ke arah mamahnya.


" Dari mana sayang? mamah cariin dari tadi?


" dari depan sana mah" ucap bintang menunjuk ke arah luar


Bintang tak mau mamahnya tau keberadaan papahnya. bintang anak yang pintar, dia telah berjanji merahasiakan pertemuan dengan papahnya siang ini.


" kan mamah bilang jangan main di luar lagi, nanti kamu bertemu sama om papah. tau kan tante Ana marah jika kamu terus terusan dekat sama om.


" iya mah.


Liona mengajak bintang masuk kedalam ruangannya. andri pun segera membayar makanan yang telah dia makan. dan segera meninggalkan tempat itu. dia tak mau sampai Liona melihat dirinya berada di resto itu.


*****


senja berganti malam. waktu terus berputar. dari kejauhan Andri mengamati Resto Liona yang tampak lengang tanpa pengunjung, Hari ini Andri gak konsen kerja dia memutuskan Libur kerja hari ini untuk melihat kondisi Resto Liona. Dia merasa bersalah atas kejadian yang menimpa Liona pagi ini. tak lama ia melihat Rey masuk ke Resto.


Tiba tiba Ana sudah berada di belakangnya memperhatikan andri dari tadi.


" sedang apa tuan Andri? kenapa tidak kerja malah disini?


" sejak kapan kamu disini?


" jaga bicaramu. kamu bilang dirimu terhormat dan berpendidikan tapi kelakuan mu seperti orang tak pernah sekolah." ucap indra kesal


" ayo kita bicara" ucap indra lagi sambil menarik tangan kekasihnya itu meninggalkan mall menuju basement tempat dimana mobilnya di parkir.


*******


Baru saja mereka berada di depan mobil Andri. dari jauh Ana melihat Liona dan Rey yang sedang menggendong bintang yang telah tertidur. Ana sengaja memeluk dan mencium bibi Andri.


Andri tampak kaget menerimanya. Rey dan Liona yang melihat itu langsung membuang muka terus berjalan melewati mereka. Andri melepaskan pelukan meraka saat melihat Liona melewatinya.


Andri menghampiri Liona dan memegang tangan Liona. Liona membuang tangan Andri.


" aku mau jelasin, ini tak seperti apa yang kau pikirkan"


" maaf tuan Andri, anda tak perlu menjelaskan apa apa. saya tak ada urusan lagi dengan anda. jangan halangi kami.


Liona berlalu pergi,Andri yang hendak mengejar di hentikan oleh Rey.


" maaf tuan sebaiknya tuan urus kekasih tuan jangan pikirkan tunangan saya.


"apa!! tunangan? " ucap andri sedikit kaget


" sejak kapan kamu bertunangan dengan Liona?

__ADS_1


Rey tersenyum mendengar pertanyaan konyol dari Andri


" secara resmi emang belum terjadi tapi secepatnya akan aku umumkan. nanti aku kirim undangannya ke rumah Ana.


" Ana ? kamu juga mengenal Ana? dimana kamu mengenalnya?


" ya jelas aku mengenalnya, kami sepupu. mana mungkin kami tak saling kenal.


" baiklah aku pamit dulu lanjutin kencannya." ucap Rey senang karna kejadian barusan bisa membuka celah dia masuk kedalam hati Liona


Rey meninggalkan Andri yang tampak kesal..


*****


" kamu sengaja kan melakukan tadi, agak Liona melihat kejadian tadi? ucap Andri kepada Ana


" kalo iya emang kenapa? apa peduli mu dengan perasaannya.?


andri tak bisa menjawab. entahlah dia merasa Liona tak harus melihat kejadian itu.


" kenapa diam? kamu takut kalo Liona berpikiran buruk tentang mu. karna kamu mulai menyukainya?


andri masih terdiam lagi lagi Ana berkata benar.


ah... sial sial!!!! andri memukul mukul setir mobilnya.


" sekarang kita bahas apa yang kamu katakan tadi pagi di apartemen.


" a...aku.. tak bilang apa apa" ucap Ana terbata bata


" kamu bilang aku memiliki anak dengan Liona?


" aku gak bilang seperti itu?


" aku bukan orang bodoh dan tuli. kamu jelas mengatakan kalo aku mempunyai anak bersama dia"


" gak sayang.., beneran kamu salah denger.


" oke kalo kamu gak mau cerita aku akan cari tau sendiri.


" gak ada yang perlu kamu cari tau, kamu tak ada hubungan apa apa sama mereka"


" kamu telah banyak berbohong padaku, sekarang aku minta kamu turun dari mobilku. keluar!!!!! bentak Andri


" kamu berani mengusir ku?


" iya sekarang keluar!!!


Ana pun keluar dari mobil Andri. andripun melesat laju meninggalkan Ana yang terlihat sangat kesal.


" aku akan bikin kamu menyesal telah berbuat ini padaku" teriak Ana yang sudah kehilangan kontrol emosinya.

__ADS_1


__ADS_2