
Xavier dan Alexa terkejut melihat kondisi kamar yang sudah kacau balau, dan terlihat Vanessa yang sedang berdiri dengan tubuh gemetaran karena ketakutan.
“Vanessa? Ada apa ini? Kenapa dengan pria ini? Siapa dia?” tanya Xavier sedikit menaruh merasa curiga pada istrinya sendiri.
Jane tak menjawab pertanyaan dari pria tersebut. Xavier pun kini mencoba untuk mendekatinya. Namun baru beberapa langkah Xavier berjalan ke arahnya, tiba-tiba saja Jane yang dari tadi ketakutan, malah ambruk. Dia pingsan, tak sadarkan diri.
Hal ini jelas membuat Xavier dan Alexa berteriak kencang lalu berlari meraih tubuhnya.
“Vanessa!! Bangun!! Ada apa sebenarnya?!” Xavier yang berhasil menangkap tubuh istrinya, kini terlihat begitu ketakutan.
“Bangun Vanessa!! Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa kamu jadi seperti ini?? Aku mohon banguuuunn!! Jangan buat aku merasa khawatir,” ucap Alexa yang juga terlihat panik dan bahkan berusaha untuk memeluk erat sahabatnya itu.
Jane yang pingsan pun berusaha mengumpulkan kesadarannya saat mendengar suara Alexa. Dia bahkan merasa jijik ketika tahu bahwa wanita ini sedang memeluknya.
Sayangnya, dia tidak mampu untuk menolak pelukan wanita tersebut. Meski sebenarnya Jane sungguh merasa enggan untuk merespon sikap Alexa.
Jane ingin sekali mendorong tubuh Alexa supaya segera menjauhkan diri darinya. Tapi sayangnya, tenaganya tak mampu untuk melakukannya.
Melihat Vanesa tidak meresponnya sama sekali, Alexa melepaskan pelukannya untuk mengecek kondisi sahabatnya itu.
“Vanessa, aku mohon bangunlah. Kamu bisa mendengar suaraku kan?” tanyanya dengan tatapan yang terlihat begitu khawatir.
Terdengar suara nafas yang terengah dari tubuh Vanessa. Wanita ini terlihat hendak mengangkat tangannya yang terlihat begitu lemas dan masih gemetaran.
Jelas melihat keadaan Vanessa yang seperti ini, Xavier semakin mencemaskan istrinya. “Sayang bangunlah, sadarlah. Ada aku di sini,” ucap pria tersebut sambil menepuk-nepuk pipi Vanessa.
Vanessa pun memberikan respon dengan anggukan kepalanya pelan. Lalu tak lama, Xavier langsung menggendongnya dan membawa istrinya itu ke dalam mobil, tanpa berkata-kata lagi.
“Xavier!! Tunggu aku!!” teriak Alexa yang berusaha mengejar pria tersebut. Alexa pun terus membuntuti Xavier yang saat ini masih membawa istrinya ke dalam mobil miliknya.
__ADS_1
Ketika Alexa hendak masuk ke dalam mobil pria ini untuk ikut bersama dengan mereka, tiba-tiba Xavier menghentikannya.
“Alexa, sebaiknya kamu urus saja pria yang ada di kamar tadi. Cari tahu siapa dia, dan apa yang sebenarnya terjadi sebelum ini. Jika memang ada hal yang ganjil, maka sebaiknya segera kita tuntut pihak hotel ini!” tegas pria ini berbicara.
Hanya saja, Alexa yang tak ingin Xavier berduaan dengan istrinya kini berusaha memutar otaknya. Dia sengaja mencari alasan yang pas untuk mengelabui pria di hadapannya itu.
“Ayolah Xavier. Ijinkan aku ikut bersamamu. Aku hanya takut jika Vanessa salah paham padaku. Aku takut dia malah marah denganku,” ucap wanita ini sambil memasang wajah memelas ketakutan.
Alexa pun kini memaksakan diri untuk ikut. Dia sengaja meraih handle pintu mobil di bagian belakang, untuk ikut menemani Vanessa dan juga Xavier. Namun Xavier lebih dulu menarik tangan Alexa agar tidak berlari keluar.
“Kita harus mencari tahu dulu apa yang sebenarnya terjadi Alexa! Ini benar-benar aneh! Kita harus tuntur hotel itu! Bagaimana mungkin ada pria asing di kamar Vanessa? Kamu bilang, itu kamar yang sudah kamu pesan untuk kami kan? Yang mau kamu pakai untuk berbincang bersama kan?” Xavier berusaha memastikan kembali.
Sejujurnya, Alexa memang mengajak Xavier untuk melihat istrinya yang diperkosa oleh pria asing di dalam kamar hotel itu.
Dia sengaja memasang jebakan untuk sahabatnya sendiri, dengan mengirim pria asing yang sudah dikonfirmasi ke pihak hotel sebagai suami Vanessa.
Sayangnya, rencananya itu gagal. Xavier yang merasa janggal dengan keadaan yang dilihatnya tadi, bahkan malah ingin menuntut pihak hotel. Jelas hal ini semakin membuat Alexa semakin ketar ketir saja.
“Alexa aku mohon sebaiknya kamu masuk dan tangkap pria itu terlebih dulu. Jangan biarkan dia kabur! Kita harus melaporkannya ke kantor polisi dan biarkan para petugas yang menyelidikinya,” ujar Xavier yang lagi-lagi memohon pada sahabat istrinya.
“Tapi Xavier …” Alexa masih ingin menolak, tapi Xavier kembali mencegahnya.
“Aku mohon bantuanmu Alexa. Aku akan membawa Vanessa ke rumah sakit terdekat terlebih dahulu. Paling tidak kamu amankan pria itu saat inj. Suruh pihak hotel bekerja sama dan minta mereka supaya mau memberikan rekaman CCTV saat pria itu datang. Aku mohon. Aku percayakan padamu,” ucap Xavier yang kini langsung masuk ke dalam mobil, meninggalkan Alexa sendirian.
Pria ini segera mengendarai mobil yang sudah disewanya. Dia menancap gasnya dalam, supaya segera sampai ke rumah sakit terdekat.
Meski Xavier masih bertanya-tanya dengan keadaan istrinya, tapi dia berusaha untuk tetap berpikiran positif tentang peristiwa tadi.
Sedangkan Alexa yang ditinggalkan begitu saja oleh pria ini, jelas merasa begitu kesal. “Cih! Sialan! Bisa-bisanya dia menyuruhku dan meninggalkanku seperti ini!” Wajahnya terlihat tak suka dengan keadaan ini.
__ADS_1
Alexa jelas tidak mau repot-repot untuk mengurus ini semua sesuai dengan permintaan Xavier. Dia tentu tidak sebodoh itu membiarkan rencananya sendiri ketahuan oleh pria yang dicintainya itu.
Wanita ini pun segera kembali ke kamar tempat Vanessa menginap. Dia memperhatikan sekitar dan pria yang masih belum sadarkan diri itu. Rasanya aneh melihat hal ini.
‘Ada apa ini sebenarnya? Kenapa, pria ini malah meringkuk di lantai? Apa dia bodoh? Bisa-bisanya menggagalkan rencanaku!’ batinnya merasa jengkel sendiri dengan keadaan saat ini.
Alexa mengingat kembali kondisi Vanessa yang tadi masih berdiri ketika pria itu sudah tersungkur di lantai. Hal ini semakin membuat rasa penasarannya tinggi.
‘Masa iya, Vanessa mampu melawan pria ini? Dia kan begitu lemah? Dia hanyalah tuan putri manja yang tidak bisa apa-apa. Mana mungkin dia bisa melawan pria ini?’ Alexa masih bertanya-tanya sendiri.
Pusing memikirkan hal tersebut, Alexa pun segera mendekati pria tersebut. Dia lalu sengaja membangunkan pria itu, sambil menginjaknya dan menggerakkan kakinya supaya pria ini segera bangun.
“Heh! Bangun!! Cepat bangunn!!” teriak Alexa dengan suara kencang dan serta mengencangkan injakan kakinya.
Pria itu tersadar karena saking kesakitan. Dia merintih, dan memohon supaya Alexa segera melepaskan injakan kakinya.
Sayangnya Alexa tak menggubris hal tersebut dan menyuruh pria ini menceritakan kronologi kejadian yang sebenarnya.
Pria tersebut menceritakan urutannya. Dia bahkan juga tidak menyangka jika Vanessa akan melakukan perlawanan dan begitu berani.
Padahal Alexa sebelumnya mengatakan pada pria ini bahwa Vanessa merupakan wanita kalem yang lemah. Tak mungkin mampu melawan. Tapi ternyata itu tidak seperti yang sudah direncanakan.
Merasa gagal dengan hal ini, Alexa pun segera mengusir pria ini. “Sebaiknya kamu segera pergi dari sini. Hapus jejakmu, dan pastikan kamu tidak tertangkap oleh Xavier ataupun Vanessa. Sisanya, biar aku yang urus,” ucap Alexa tegas.
Alexa pun kini berusaha bekerja sama dengan pihak hotel supaya segera menyingkirkan bukti-bukti saat kejadian berlangsung.
Wanita ini bahkan sengaja mengancam pihak hotel dengan kekuasaannya, dan meminta mereka supaya tidak buka suara ketika Xavier mencari tahu atau mempertanyakan kejadian ini lagi.
Bersambung…
__ADS_1