Revenge Destiny

Revenge Destiny
Bab 9


__ADS_3

"Lepaskan aku!! Ma-mau apa kamu sebenarnya? Kenapa kamu masuk ke dalam kamar ini?" teriak Jane sambil terus berusaha memberontak.


Tubuhnya gemetaran. Jane benar-benar merasa ketakutan. Dia tidak menyangka dirinya akan ada dalam situasi yang seperti sekarang.


Padahal jelas-jelas hotel ini adalah hotel yang menjaga privasi para pengunjungnya. Bagaimana mungkin orang asing bisa masuk seperti ini? Benar-benar ada yang janggal.


“Tenang saja, kita akan menikmati malam indah ini bersama, Sayang," sahut pria mabuk ini, yang kemudian sengaja menarik paksa tubuh Vanessa dan menyentakkan tubuh wanita tersebut hingga jatuh ke atas kasur.


Saat dirinya terpantul di atas kasur ini, tiba-tiba Jane yang saat ini berada di dalam tubuh Vanessa, mendapatkan kilas balik ingatan yang pernah terjadi dalam kehidupan wanita ini.


Serpihan potongan-potongan kejadian yang menegangkan ini pun kembali terlintas dengan jelas, dan tergambarkan persis dengan kejadian seperti sekarang.


Seolah sedang melakukan reka adegan, bayangan ketika pria mabuk ini telah menjamahnya, merobek pakaiannya dan bahkan menyentuh tubuh Vanessa pun terlihat jelas dalam ingatan Jane saat ini.


Jane pun jadi bertanya-tanya sendiri dengan hal yang sedang dilihatnya itu. ‘Ada apa ini? Apa mungkin … Vanessa mengalami hal ini juga waktu itu? Dia … mengalami pelecehan oleh pria hidung belang ini?’ ujarnya dalam batin.


Dalam ingatan yang saat ini sedang Jane lihat, pria tersebut bahkan sudah sampai menciumi tubuh Vanessa yang hanya tinggal dalaman saja.


Entah mengapa saat itu Vanessa tak mampu melawan. Dia merasa tersudut. Tenaganya tidak bisa melawan pria mabuk yang birahinya sudah membabi buta, seolah tak mungkin dihentikan.


Vanessa berusaha untuk berteriak, tapi sayangnya kamar privat ini sulit untuk dilacak keadaannya oleh pihak luar. Ruangan ini kedap suara. Tidak mungkin ada orang yang mengetahui keadaan di dalam kamar ini.


Hal ini jelas membuat Vanessa hanya bisa pasrah. Dia pun cuma bisa menangis, meratapi nasib sialnya yang saat ini tubuhnya sedang dinikmati oleh sentuhan bibir dan tangan pria tak jelas asal usulnya tersebut.


Kilas balik ingatan yang terlintas di benak Jane pun berhenti. Kini Jane kembali sadar dalam situasinya. Namun hal tersebut membuat Jane tercengang sampai terengah-engah. Bahkan tanpa sadar air matanya pun sudah menetes membasahi pipinya.

__ADS_1


‘Vanessa … dia …’ Jane masih tidak menyangka dengan kejadian yang terlintas di ingatannya. Dia benar-benar merasa kasihan pada Vanessa. Rasanya benar-benar tak adil hal buruk itu sampai dialaminya.


Ternyata Vanessa memiliki luka sedalam itu. Jane yakin, jika kejadian tersebut adalah kenangan terpahit yang pernah dimiliki oleh Vanessa dan hal tersebut juga pasti mengakibatkan trauma tersendiri bagi wanita ini.


Pria asing yang masih dalam keadaan setengah sadar itu pun menyadari ketika Jane telah meneteskan air matanya. Pria yang sedang berusaha melepaskan sabuk dari celananya pun kini berusaha untuk menenangkan wanita yang hendak dia nikmati tersebut.


“Sudahlah, tenang saja. Kamu tidak perlu menangis. Aku jamin kamu tidak akan merasakan sakit. Malah akan merasa ketagihan dengan sentuhanku," ucap pria tersebut dengan penuh rasa percaya diri yang terlalu tinggi.


Pria itu pun kini kembali mendekati ke arah Vanessa. Dia mulai merangkak naik ke atas kasur dan berniat untuk segera menikmati tubuh wanita yang terlihat ketakutan itu.


Tak ingin bernasib sama dengan Vanessa, Jane meyakinkan dirinya bahwa dirinya mampu melawan pria mabuk ini. Dengan cepat dan penuh tenaga, Jane pun segera menendangkan kakinya ke arah tubuh pria tersebut, hingga membuat pria itu jatuh terjungkal ke arah belakang.


“Argh!! Sialaan!!! Dasar wanita brengsek!” teriak pria tersebut yang merasakan kesakitan di pantatnya.


Pria itu hendak melawan Jane kembali. Tapi Jane dalam sekejap langsung meraih benda seadanya yang terlihat di sekitarnya, lalu memukulkannya ke arah pria itu.


"Dasar pria mesum! Kamu tidak akan mungkin bisa menikmati tubuhku!!” sentak Jane sambil gemetar dan terengah-engah.


Jane terus melawan. Dia memukuli pria tersebut hingga membuatnya babak belur, dan bahkan sengaja menendang ke arah ************ pria ini, supaya bisa menumbangkan tubuh pria ini.


Tak bisa dipungkiri, Jane sebenarnya memang ketakutan ketika menghadapi situasi macam ini. Tapi dia sudah membulatkan tekad. Jane tidak mau jika dirinya nanti sampai bernasib sama dengan masa lalu Vanessa sebelumnya.


Oleh karena itu, Jane berusaha untuk mengumpulkan keberaniannya untuk melawan pria tersebut. Dia pun mengulang tendangannya, hingga menghantam keras ke area privasi milik pria ini.


“Sialaan … dasar wanita gila …” oceh pria tersebut yang saat ini merasakan begitu linu di area kejantanannya. Dia tidak menyangka jika Jane sampai tega menendang di bagian terpenting miliknya.

__ADS_1


Pria ini pun terlihat meringkuk. Dia berusaha untuk enahan rasa sakit yang saat ini masih terasa hingga ke ubun-ubun.


‘Aku tidak akan membiarkanmu melakukan hal kejam itu pada Vanessa! Aku harus ngubah nasib Vanessa. Aku harus tetap menyelamatkan wanita ini!’ tegas Jane dalam batinnya, penuh tekad.


Jane terengah. Dia berusaha menghentikan perlawanannya, karena pria tersebut kini sudah jatuh tersungkur tak sadarkan diri.


Tak lama, tiba-tiba terdengar suara yang sedang mengakses pintu kamar ini. Jane refleks menoleh ke arah pintu. Terlihat Alexa yang saat ini sedang tertawa dengan seorang pria, yang tak lain dan tak bukan adalah suami dari sahabatnya sendiri.


Alexa tadinya ingin menyapa Vanessa. Tapi dia terkejut ketika melihat kondisi kamarnya jadi berantakan seperti ini. Apalagi ketika melihat pria yang jatuh tersungkur di atas lantai, tepat di hadapan Vanessa berdiri.


“Astaga! Vanessa?! Apa yang sebenarnya terjadi??” tanya wanita ini sambil menutupi mulutnya yang menganga.


Jane diam. Dia tidak menjawab. Dia bahkan merasa yakin, jika ini semua adalah ulah Alexa. Alexa pasti hanya berpura-pura baik pada Vanessa, dan hendak melakukan hal buruk pada wanita ini.


Xavier yang baru melangkahkan kakinya masuk pun juga ikut memperhatikan keadaan ini. Dia tercengang, merasa aneh dengan pemandangan yang dilihatnya ini.


Apalagi ketika melihat keadaan istrinya yang saat ini sedang terengah-engah. Sungguh malah membuat Xavier jadi berpikir yang tidak-tidak karenanya.


“Vanessa? Ada apa ini? Kenapa dengan pria ini? Siapa dia?” tanya Xavier sedikit menaruh merasa curiga pada istrinya sendiri.


Jane lagi-lagi tak menjawab pertanyaan dari orang-orang ini. Tubuhnya dari tadi gemetaran karena terus menahan ketakutan. Hingga akhirnya Jane pun kini malah pingsan. Tubuhnya ambruk begitu saja, dan ia tak sadarkan diri.


Melihat hal ini, refleks Xavier dan Alexa kini langsung mendekati ke arahnya. “Vanessaaa!!!” Mereka berdua lalu berusaha meraih tubuh wanita ini, dan terus mencoba menyadarkannya kembali.


Bersambung…

__ADS_1


__ADS_2