
Xavier memandang heran ke arah Vanessa. “Maksudmu? Mereka berdua …” Pria ini nampak begitu keheranan ketika mendengar ucapan istrinya barusan.
Jane menganggukan kepala. Dia lalu menggenggam tangan Xavier dan memberi tahu tentang hal yang harus Xavier ingat hingga masa depan kelak.
“Mereka itu memiliki hubungan spesial. Jadi, apapun yang terjadi kelak di kemudian hari, kamu harus tetap ingat hal ini. Bahwa Jacob sangat mencintai Alexa. Mereka berdua itu saling mencintai. Jadi jangan pernah menghalangi cinta mereka berdua,” ujar Jane yang berusaha meyakinkan Xavier terkait dengan ucapannya barusan.
Jelas hal ini membuat Xavier terkejut. Dia tidak menyangka jika ternyata saudara sepupunya itu memiliki rasa dengan sahabat istrinya, yang juga merupakan sahabatnya sendiri.
“Sudahlah, kamu tidak perlu memikirkan mereka lagi. Kamu hanya perlu mengingat, bahwa mereka ada sepasang kekasih. Jadi, jangan biarkan dirimu menghancurkan hubungan mereka,” Jane sengaja menyandarkan kepalanya di pundak Xavier ketika mengatakan hal ini.
“Hey, yang benar saja. Mana mungkin aku berniat menghancurkan hubungan mereka. Jika memang mereka saling mencintai, tentu aku akan mendukung penuh. Hanya saja …” Xavier terdiam sejenak. Lalu ia pun bergumam. “Kenapa mereka tidak mengatakan apa-apa tentang hal ini?”
Jane mendongakan kepalanya memandang ke arah wajah Xavier. Ia kemudian mengecup pipi pria yang diidolakannya itu. “Sudah kubilang jangan dipikirkan lagi. Ingat baik-baik Xavier, jangan coba-coba mengganggu hubungan mereka berdua. Kamu hanya boleh fokus mencintaiku saja,” ujar Jane seolah mengancam.
Mendengar ucapan istrinya barusan, Xavier tersenyum. Dia merasa jika sikap Vanessa kali sangatlah menggemaskan. Refleks, Xavier pun mencium bibir wanita di sampingnya itu.
“Tentu saja aku akan selalu fokus mencintaimu. Kalau begitu … kita mulai menikmati cinta kita berdua malam ini,” ucap Xavier yang langsung berdiri sambil menggendong tubuh istrinya.
“Eh, eh … tu-tunggu dulu!! Ja-jangan di sini!!” teriak Jane yang merasa ketakutan. Dia masih saja berdebar jika Xavier mulai macam-macam dengannya, terutama ketika pria ini ingin menikmati malam panas mereka berdua.
“Tenang saja. Kita akan melakukannya di kamar. Kamu jangan khawatir,” sahut pria ini santai.
***
Keesokan harinya, Alexa terbangun dan terkejut melihat dirinya tidur tanpa menggunakan pakaian sehelai pun.
'Kenapa aku bisa telanjang begini? Apa yang sudah aku lakukan semalam?' batin Alexa mulai panik.
__ADS_1
Kepanikannya semakin menjadi-jadi saat dia melihat disampingnya ternyata ada Jacob yang sama seperti dia, tidur tanpa pakaian sehelai pun.
Alexa mendelik kaget. Dia jadi teringat apa yang terjadi semalam, dan langsung berteriak memanggil nama pria di sebelahnya itu dengan begitu lantang.
"Jacob!!" Refleks Jacob terbanggun.
"Ada apa sih?! Masih pagi udah berisik!" omel Jacob yang terkejut karena seruan Alexa. Dia lalu berusaha meregangkan tubuhnya mengubah posisinya sambil berusaha mengumpulkan kesadarannya.
Sedangkan Alexa kini semakin menarik selimut untuk merapatkan dengan tubuhnya. Dia merasa bingung dan terganggu dengan keadaannya saat ini.
“A-apa yang kamu lakukan? Ke-kenapa kamu ada di sini?! Kenapa kamu tidak menggunakan pakaianmu?! Apa yang sebenarnya kamu lakukan padaku?! Apa yang kamu lakukan dasar brengseeeek!!!” teriak Alexa dengan cerocosnya.
Jacob memandangi Alexa. Dia menatap heran ke arah wanita tersebut, sambil mengangkat salah satu alisnya.
“Kamu lupa apa yang kita lakukan semalam? Bahkan kamu sendiri yang memaksa untuk melanjutkannya di dalam kamar,” ujarnya pria ini dengan sikap santai sambil tersenyum memamerkan ekspresi yang menyebalkan.
Alexa berusaha untuk mengingat apa yang terjadi dengannya dan juga Jacob. Ketika mengingat sikap agresifnya semalam, dia langsung memukuli tubuh Jacob.
"Hey! Semalam itu kamu juga menikmatinya. Kamu sampai teriak-teriak meminta untuk disodok terus-terusan. Apa kamu benar-benar tidak ingat? Perlu aku ulangi lagi? Biar kamu ingat apa yang telah kita lakukan,” ujar Jacob yang sengaja menggoda dan langsung bergerak mendekati Alexa.
“Minggir! Aku tidak mau disentuh olehmu!” sentak Alexa, sambil mendengus kesal mendengar jawaban Jacob yang terlihat tenang-tenang saja. Apalagi ekspresi yang ditunjukan pria ini begitu menyebalkan, membuat Alexa semakin geram dengan sikapnya.
“Hey! Bukankah aku juga sudah bilang, jika aku juga ingin mencicipi tubuhmu terlebih dahulu sebelum kamu jadi milik Xavier. Jadi ini tidak ada salahnya. Anggap saja kamu sudah menepati janjimu,” ucap pria ini sambil mencium rambut panjang Alexa.
Alexa langsung menepis tangan Jacob. Dia lalu segera bangkit dari kasur dan beranjak menuju ke kamar mandi yang ada di dalam kamar ini.
Rasanya benar-benar hancur. Alexa tidak menyangka jika permintaannya pada Jacob malah membuatnya terjebak sendiri dengan pria hidung belang ini. Ditambah, kali ini dia melakukannya saat ada Xavier di tempat yang sama dengannya.
__ADS_1
“Mampus! Bagaimana ini? Bagaimana jika Xavier tahu apa yang aku lakukan dengan Jacob? Jika begini … dia tidak akan mungkin … melirikku lagi kan?” gumamnya penuh penyesalan.
Di sisi lain, Xavier dan Vanessa kini sudah berada di dapur untuk menyiapkan sarapan. Mereka berdua tampak kompak, dan saling bercanda tertawa, menggoda satu sama dengan yang lain.
Tak lama, Jacob keluar dari dalam kamarnya menuju ke arah dapur untuk mengambil minum. Dia melihat kemesraan yang seolah sedang dipamerkan oleh saudara sepupu dan juga wanita incarannya itu.
‘Cih! Bisa-bisanya mereka pamer kemesraan seperti itu. Seharusnya semalam aku bisa menikmati tubuh Vanessa. Malah Alexa yang aku hajar habis-habisan,’ umpatnya dalam hati.
Namun ketika mengingat goyangan tubuh Alexa, Jacob malah jadi merasa panas sendiri. “Assh, sudahlah. Semalam Alexa juga tidak buruk,” gumam pria ini sambil tersenyum sendiri.
Xavier melihat kedatangan Jacob yang sedang berdiri di dekat meja dapur. Dia pun langsung menyapanya, sambil tersenyum ke arah saudaranya itu.
“Jacob? Bagaimana? Apa kalian … tidur nyenyak semalam?” sindir Xavier penuh maksud.
Jacob yang tadi melamun pun jadi tersadar karena panggilan saudaranya itu. Dia melirik ke arah Vanessa, dan memandang Xavier kembali sambil menganggukan kepala.
Alexa yang baru saja keluar dari kamar usai membersihkan diri, jelas mendengar pertanyaan Xavier. Dia tentu jadi merasa salah tingkah. Takut jika Jacob berbicara macam-macam menjawab pertanyaan Xavier barusan.
Tidak ingin Xavier salah paham, Alexa pun langsung mengalihkan pertanyaannya. “Xavier? Kamu sedang apa? Dengan Vanessa?” tanyanya sembarangan.
“Ah! Alexa! Kemarilah! Sarapan bersama,” ucap Vanessa dengan wajah sumringah. Merasa senang ketika berhasil membalas perbuatan kedua orang jahat ini, dan menunjukkannya di hadapan Xavier.
Xavier menatap ke arah Alexa. Dia tersenyum tipis, dan kemudian ikut duduk di stool bar, untuk segera sarapan bersama di meja dekat dapur ini.
Keempat orang ini pun duduk bersama di meja yang sama. Sesungguhnya, Alexa benar-benar merasa canggung, tapi tidak dengan Jacob. Pria ini malah terlihat santai bukan main.
Merasa penasaran dengan hubungan saudara sepupunya dan juga sahabat istrinya itu, Xavier pun tanpa basa basi lagi menanyakan tentang hubungan mereka berdua.
__ADS_1
“Jadi … kalian memang saling dekat? Kenapa tidak mengatakannya padaku?” tanya Xavier menatap Jacob dan Alexa bergantian.
Bersambung…