
Xavier kini membawanya ke kamar. Dia yakin pasti ada yang terjadi pada istrinya sampai membuat wanita ini menjadi aneh tak seperti biasanya.
“Vanessa? Sebenarnya ada apa?” tanya Xavier yang berusaha melepaskan cengkraman tangan Vanessa, saat meletakannya di atas kasur.
“Aku mohon … bantu aku …,” sahut Jane yang merasa semakin kepanasan.
"Sial. Kenapa dia sudah pulang?!" Jacob terlihat kesal. Dia benar-benar merasa tak terima ketika melihat Xavier menggendong Vanessa ke dalam kamar, dan buru-buru menutup pintu tersebut.
Ingin mengetahui apa yang dilakukan Xavier di dalam kamar, Jacob berusaha mendekati pintu. Dia ingin segera membuka pintu kamar ini, tapi ternyata dia merasa ragu.
“Sshh … aaah … aku mohon Xavier …” suara ******* Jane terdengar.
Xavier yang dari tadi pakaiannya hendak dilepaskan secara paksa oleh Vanessa pun kini berusaha menegur tindakan istrinya itu.
“Sabar Vanessa. Sabar dulu. Pelan-pelan,” ucap pria ini yang kemudian membantu Vanessa untuk membuka pakaiannya sendiri.
Jacob yang tadinya ingin membuka paksa, kini lalah jadi penasaran. Dia sengaja menguping pembicaraan suami istri tersebut.
Namun ternyata hal itu malah membuatnya jadi merasa terganggu sendiri. “Sial!” gerutunya penuh kekesalan.
Jacob nyatanya memilih untuk pergi dari depan kamar ini. Dia jelas tidak tahan jika harus mendengar suara mendesah Vanessa yang sedang bersama dengan suaminya. Rasanya begitu kesal, hingga ke ubun-ubun.
Sedangkan keadaan Vanessa di dalam kamar kini sudah semakin tak karuan. Dia tidak bisa mengontrol dirinya lagi. Obat tersebut sepertinya benar-benar bekerja pada tubuhnya.
Xavier terus berusaha meletakkan istrinya di atas kasur, untuk membantunya merebahkan badan. Tapi wanita tersebut terus saja bangkit dari posisinya dan kemudian merangkulkan tangannya ke tubuh Xavier dengan erat.
"Xavier … maafkan aku," ucap Jane dengan lirih.
Jane tidak dapat berfikir lagi. Sepertinya kali ini dia memang harus melakukan adegan ranjang, seperti hubungan suami istri selayaknya.
Dia jelas perlu meminta maaf, karena merasa bahwa jiwa di dalam tubuh ini bukanlah jiwa Vanessa yang asli, yang merupakan istri sah Xavier.
Hanya saja, mendengar Vanessa yang malah meminta maaf seperti ini, malah membuat Xavier jadi bingung sendiri.
"Sayang? Ada apa sebenarnya? Kenapa kamu minta maaf padaku?” tanya Xavier melihat tingkah istrinya yang dirasa aneh.
__ADS_1
“Entahlah … aku … tidak tahu. Maaf. Aku … hanya ingin … melakukannya sekarang. Aku sudah tidak tahan lagi. Aku mohon … bantu aku,” ucap wanita ini yang semakin meracau dan semakin menarik erat pelukannya.
Jane lalu sengaja mendekatkan wajahnya ke Xavier. Dia lalu langsung mencumbui bibir pria yang begitu dikaguminya itu.
Xavier tidak mengira jika Vanessa akan melakukan hal seperti ini. Padahal sebelumnya, dia sulit sekali untuk diajak melakukan adegan suami istri.
Kecupan bibir yang dilakukan Vanessa semakin lama semakin liar saja. Xavier yang tadinya merasa kaget dan tak enak hati, kini malah berusaha menikmati pagutan bibir mereka berdua.
Tak ingin kesempatan ini berakhir begitu saja, Xavier kemudian langsung melepaskan pakaiannya dan juga pakaian Vanessa secara keseluruhan.
Hingga akhirnya, mereka melakukan adegan panas yang begitu liar, yang sampai membuat Xavier kalang kabut karena sikap agresif Vanessa yang tiba-tiba berubah menjadi nakal.
***
Jacob yang berada di dalam kamarnya, kini bisa mendengar suara teriakan dan desahannya Vanessa.
Suara itu begitu terdengar jelas sampai seisi rumah mengetahui apa yang sedang dilakukan Vanessa dan Xavier di dalam kamar.
Entah seberapa hebatnya permainan tersebut, namun nampaknya Vanessa terdengar begitu menikmatinya. Membuat siapapun yang mendengarnya jadi tak tahan lagi karena merasa ikut terangsang dengan suara berisik yang Vanessa keluarkan.
Jacob merasa tak terima. Dia merasa begitu kesal dan jengkel. Betapa tercengangnya dia, ternyata Xavier sedang menjamahi Vanesa. Mereka jelas sedang melakukan hubungan intim di atas ranjang karena sampai menimbulkan suara yang begitu riuh.
Membayangkan apa yang terjadi pada mereka berdua saja sudah membuatnya jadi emosi sendiri. Rasanya benar-benar tak terima dengan hal tersebut.
“Lihat saja. Aku akan melakukannya juga pada Vanessa. Aku akan menghancurkan keluarga barumu itu Xavier. Tidak akan kubiarkan kalian bersenang-senang seperti ini!!” lagi-lagi Jacob menggerutu sambil berteriak kencang.
Jacob yang sedang di penuhi rasa kesal akhirnya memutuskan untuk pergi dari rumah ini. Dia ingin menenangkan diri dan memikirkan rencana lain untuk kembali menyerang Vanessa dan merusak hubungannya dengan Xavier.
Sementara itu, Xavier dan Vanesa selesai melakukan adegan panas mereka yang terkesan mendadak dan begitu liar.
Jelas hal ini benar-benar tidak terencana sama sekali. Tapi nyatanya membuat keduanya jadi merasa bahagia, seperti terlahir kembali.
Xavier kini sedang membaringkan diri di sebelah Vanessa. Dia memandangi wajah istrinya. Terlihat begitu cantik dan menggemaskan saat Vanessa tertidur.
Xavier mengelus pipi wanita ini. Vanessa pun langsung mengerutkan keningnya. Dia terlihat ketakutan.
__ADS_1
Melihat keadaan istrinya, Xavier semakin berpikir jika pasti ada yang mengganggu pikiran Vanessa. Apalagi ketika Vanessa terdengar terisak sejenak. Dia menunjukan raut kesedihannya.
“Ada apa sebenarnya? Kenapa dari tadi, dia merasa ketakutan?” gumam Xavier bertanya-tanya sendiri.
Xavier masih belum tahu apa penyebabnya. Dia jelas jadi semakin merasa cemas dengan keadaan Vanessa yang seperti tadi.
Dia lalu sengaja membelai lembut pipi Vanessa kembali. Namun malah hal ini membuat wanita tersebut jadi membuka matanya.
Ketika Jane membuka matanya dan melihat Xavier di sampingnya sedang menatapnya, tiba-tiba jantungnya merasa berdebar bukan main.
Jane langsung berusaha menghindari tatapan mata pria tersebut. Namun Jane malah mendapati tubuh Xavier yang sudah tanpa pakaian.
Jelas diperlihatkan tubuh kotak-kotak seperti roti sobek ini, membuat Jane jadi menelan ludahnya.
Dia lalu mengecek keadaannya sendiri yang ada di balik selimut ini. Ternyata dia juga sudah tidak mengenakan apa-apa.
‘A-ada apa ini? Apa aku … benar-benar telah melakukannya dengan Tuan Muda?’ batin Jane jadi ketar ketir sendiri.
Setelah beberapa detik berpikir, Jane pun baru tersadar bahwa dirinya dan Xavier, memang baru saja melakukan malam pertama.
Jane tercengang sendiri dengan keadaan ini. Tanpa sadar dia membuka mulutnya lebar-lebar. Rasanya ingin berteriak, tapi Xavier malah mengajukan pertanyaan.
"Sayang, apa kamu baik-baik saja?” tanya Xavier memastikan kembali apa yang sedang Jane pikirkan kali ini.
Jane nampak bingung. Dia menatap Xavier yang kini terlihat begitu mengkhawatirkannya.
Pria itu benar-benar begitu tampan. Membuat Jane merasa tertarik dengannya, lalu tiba-tiba mengecup bibir pria ini.
“Maaf, kita jadi harus melakukan hal ini. Padahal… aku …,” Jane tak berani mengakui keadaannya yang sebenarnya.
Mendengar ucapan istrinya malah membuat Xavier bingung. Dia pun mengangkat wajah Vanesa agar bertatapan dengannya.
"Padahal apa? Kamu kenapa sebenarnya?” ujar Xavier penuh dengan menelisik.
Bersambung…
__ADS_1