
Ingatan tentang perbuatan Jacob padanya kala itu masih teringat jelas di benak Jane.
Mulai dari perselingkuhannya dengan Alexa, yang kala itu berstatus istri Xavier. Serta perbuatan kasar yang sengaja dia lalukan untuk mengancam Jane.
Tentu hal ini tidak akan mungkin mudah Jane lupakan begitu saja, karena Jacob benar-benar bukanlah orang baik baginya.
“Vanessa?” panggil Jacob membuyarkan lamunan Jane. Xavier yang dari tadi memperhatikan istrinya pun jadi semakin tak enak hati atas sikap wanita ini.
“Vanessa, aku mohon jangan bersikap dingin seperti ini. Kamu tentu tidak lupa dengan Jacob kan? Tadi … kamu sempat memanggil namanya bukan?” tanya Xavier perlahan demi membujuk istrinya.
“Ah, maaf. Apa kabarmu, Jacob?” tanya Jane yang berusaha untuk bersikap ramah.
Jane sengaja mengalah. Dia tidak ingin semakin dicurigai oleh Xavier, jika sikapnya terlalu mencolok perubahannya.
“Sebaiknya kalian duduk dulu sebelum lanjut mengobrol. Apa kalian tidak lelah berdiri terus?” Xavier berusaha mencairkan suasana. Dia pun mempersilahkan istri dan saudara sepupunya itu untuk segera duduk.
Ketiganya kini duduk di ruangan yang sama. Meski Jane sebenarnya masih saja merasa tak nyaman dengan keberadaan Jacob di sini.
‘Ada apa dengannya? Kenapa dia ke sini?’ batin Jane was-was.
__ADS_1
“Jadi bagaimana? Kamu betah di Amrik?” tanya Xavier yang memulai obrolan mereka kembali dengan Jacob.
Mendengar pertanyaan Xavier barusan, Jane malah jadi bingung sendiri.
“Amrik?” tanya wanita ini heran. Dia tentu tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.
“Iya, Jacob kan tinggal di Amrik beberapa bulan belakangan. Kamu tidak ingat?” tanya Xavier memastikan.
“Ah, begitu. Iya juga. Maaf aku lupa,” ucap Jane yang berusaha menutupi ketidaktahuannya.
Jacob yang melihat sikap Vanessa malah tertawa. “Ya, ya, mungkin memang kamu ingin melupakanku kan, Vanessa,” sahutnya menyindir.
Jane hanya merespon dengan senyum canggung. Dia tentu tidak tahu apa maksud ucapan Jacob barusan.
“Aku hanya bercanda, Xavier. Lagi pula, aku ke Amrik juga gara-gara kamu kan?” Jacob kini malah sengaja menyindir Xavier. Namun Xavier malah berbalik tertawa.
“Kamu bisa saja. Kamu tahu sendiri itu bukan keputusanku. Kakek yang memutuskannya. Tapi, kamu berhasil kan menyelamatkan perusahaan di sana?” tanya Xavier.
Dia sengaja mencondongkan tubuhnya untuk mendengar lebih jelas jawaban Jacob. Jujur dia ingin tahu apa yang sudah Jacob lakukan di sana.
__ADS_1
“Yah. Aku berhasil menyelamatkan perusahaan yang lebih pantas dikatakan gudang itu. Tunggu saja, pasti setelah ini akan menjadi milikmu,” sarkas Jacob sambil tersenyum.
Sejujurnya Kakek Xavier memang selalu membiarkan Jacob mengurus perusahaannya. Hanya saja, entah mengapa tetua di keluarga Lawson itu selalu membiarkan Xavier sebagai pemiliknya.
Hal tersebut yang membuat Jacob selama ini merasa cemburu. Dia tidak bisa berkutik, untuk melawan karena dirinya merupakan keturunan dari silsilah istri kedua keluarga Lawson.
Segala usahanya selalu saja diberikan pada Xavier. Oleh sebab itu, kepulangannya kali ini, Jacob sebenarnya hendak mengambil haknya kembali.
“Jangan seperti itu. Semua perusahaan ini masih punya Kakek. Milik kita bersama,” ucap Xavier menenangkan.
Jacob hanya tersenyum. Dia lalu memandang ke arah Vanessa yang dari tadi menatapnya tajam dengan kening yang mengkerut. Hal ini jelas mengundang rasa penasarannya.
“Hey, kenapa menatapku seperti itu? Kita sudah lama tidak bertemu. Apa kamu, benar-benar melupakanku?” tanya Jacob memastikan kembali.
Jane pun kini tersadar dan langsung mengalihkan tatapannya. Melihat istrinya yang bersikap aneh seperti ini, Xavier malah jadi tak semakin tak enak terhadap sepupunya itu.
"Maaf Jacob, Vanessa sempat mengalami kecelakaan yang membuatnya sampai koma. Jadi mungkin responnya sedikit berbeda," ujar Xavier menjelaskan.
"Oh begitu …” Jujur saja, Jacob baru tahu tentang hal ini. Alexa dan Xavier bahkan tidak menceritakan kejadian tersebut sebelumnya.
__ADS_1
“Ah, iya. Bagaimana jika malam ini kamu menginap di sini? Kamu masih di sini lama kan?” Xavier kini malah sengaja mengajukan usulannya.
Bersambung