Revenge Destiny

Revenge Destiny
Bab 18


__ADS_3

Alexa benar-benar kesal karena rencananya gagal. Bukannya berhasil membuat Vanessa semakin terpojok dengan umpatan Nyonya Lawson, tapi malah membuat mereka berdua jadi begitu akrab ketika menikmati membuat kue bersama.


Apalagi ditambah dengan sikap Xavier yang malah menolak pelukannya, bahkan sampai hati memperingatkan sikap Alexa demi menjaga perasaan Vanessa. Hal ini jelas membuat Alexa kian merasa benci pada sahabatnya sendiri.


“Sialan! Kenapa susah sekali menjatuhkan dia?! Sebenarnya ada apa dengan Vanessa? Kenapa dia bisa percaya diri seperti itu? Bahkan Mama malah jadi akrab dengannya! Benar-benar menyebalkan!” ocehnya yang terus saja menggerutu tentang kejadian tadi.


“Ini tidak bisa dibiarkan begitu saja! Sudah berkali-kali dia lolos dari rencanaku. Aku tidak terima diperlakukan seperti ini!” seru Alexa yang kini masih saja mengamuk.


Alexa yang merasa cemas terlihat berjalan mondar mandir sambil memikirkan cara lain untuk menjatuhkan Vanessa. Dia merasa perlu melakukan tindakan yang lebih ekstrim demi membuat sahabatnya tersiksa, dan melepaskan Xavier untuknya.


Saat Alexa sedang berpikir, tiba-tiba dia teringat pada seseorang. Jacob, sepupu Xavier yang dia duga menyukai Vanessa. Alexa ingat betul bagaimana Jacob yang terus saja memuji-muji kecantikan Vanessa ketika mereka pertama kali bertemu.


Mengingat hal tersebut, Alexa pun berniat untuk memanfaatkan Jacob supaya mau bekerja sama dengannya kali ini. “Benar juga! Kenapa baru terpikirkan olehku? Sebaiknya aku bekerja sama dengan Jacob. Aku yakin dia pasti mau membantuku!” ucapnya sambil menyunggingkan senyuman.


Namun Alexa tiba-tiba menjadi ragu. Dia berusaha menimang-nimang kembali keputusannya kali ini. Alexa takut jika Jacob malah menghancurkan rencananya.


“Kalau dia tidak mau membantuku bagaimana? Kalau dia … membocorkan rencanaku pada Xavier bagaimana?” Alexa kini jadi cemas sendiri.


“Ah! Sudahlah, lupakan pikiran buruk itu. Paling penting saat ini, aku harus bisa membujuk Jacob supaya dia mau bersekongkol denganku!” ucap wanita ini yang berusaha menepis keraguannya, dan meyakinkan diri atas keputusannya kali ini.


Segera Alexa mencoba menelepon pria yang dikenalnya itu. Dia harus mengesampingkan rasa takut dan gengsinya pada Jacob, demi misinya terlaksana dengan baik.

__ADS_1


Satu kali … dua kali … panggilan Alexa tidak ada jawaban. Hal ini tentu membuat Alexa jadi merasa kesal kembali. “Argh! Kenapa tidak diangkat-angkat sih?! Sedang apa dia sebenarnya?” ocehnya yang kemudian mencoba memencet panggilan telepon kembali.


Alexa tentu tahu jika Jacob tinggal di luar negeri, tepatnya di negeri Paman Sam. Tapi dia ternyata lupa dengan perbedaan jam yang terpaut dua belas jam lebih awal di sini.


Untung saja tak berapa lama panggilan pun diangkat oleh pria tersebut. “Hey! Ada apa menelponku sampai berkali-kali?? Berisik! Ini masih tengah malam tahu tidak!” sentak Jacob yang malah mengamuk dengan kalimat kasarnya.


Alexa pun tercekat. Dia mematung sambil memandangi jam dinding di rumahnya. Alexa baru menyadari kesalahannya. Tapi dia tetap tidak mau disalahkan.


“Sejak kapan kamu tidur malam? Biasanya juga party, clubbing sampai pagi,” sahut Alexa dengan nada julid.


“Hais! Aku lelah. Ada apa sebenarnya? Tumben sekali menelponku. Sedang merindukanku?” Jacob kini malah sengaja menggoda Alexa, meski dia juga sedikit kesal dibangunkan di tengah-tengah tidurnya. Dia lalu mengubah posisinya, duduk di atas kasur untuk mendengar alasan Alexa kali ini.


“Cih! Siapa juga yang merindukanmu? Geer.” Alexa memasang wajah nyinyir, merasa risih dengan ucapan Jacob barusan.


"Aku ingin meminta bantuanmu. Aku harap kamu mau membantuku,” sahut Alexa setengah-setengah, tanpa memberi tahu langsung maksudnya. Jelas ucapan wanita tersebut semakin membuat Jacob penasaran karenanya.


“Hm? Tumben sekali? Memangnya … ke mana Xavier? Bukankah kamu selalu meminta bantuannya? Ah! Iya. Aku lupa kalau dia baru saja menikah dengan sahabatmu,” suara kekeh pun terdengar di balik telepon. Tanda Jacob sengaja menyindir Alexa.


Pria ini jelas tahu jika Alexa sangatlah menyukai saudara sepupunya itu. Tapi bagaimanapun Alexa mencoba mendekati Xavier, saudara sepupunya itu tidak pernah melirik Alexa sebagai seorang wanita. Hal inilah yang membuat Jacob menyindir dan menertawakan Alexa.


“Hais! Sialan kamu! Makanya itu! Kamu harus membantuku untuk memisahkan Xavier dan Vanessa!" tegas Alexa yang langsung mengungkapkan keinginannya.

__ADS_1


Jacob yang mendengarnya pun semakin tertawa kencang. Dia tidak menyangka jika Alexa masih saja tidak mau menyerah mengejar Xavier. Padahal sebelumnya, dia juga tidak pernah mengungkapkan rasa sukanya itu pada pria tersebut.


“Heh! Kenapa malah menertawakanku seperti itu?! Aku itu serius Jacob!” sentak Alexa yang merasa tak terima diremehkan Jacob dengan tawanya terus menerus. Wanita ini jelas merasa kesal.


“Alexa, Alexa … untuk apa kamu melakukan hal itu? Mereka bahkan baru saja menikah, kamu sudah ingin memisahkan mereka saja,” ujar Jacob sambil berusaha menahan tawanya. Dia merasa jika pemikiran Alexa barusan benar-benar konyol.


Alexa terdiam sejenak. Lalu, ia pun berusaha mengatakan kalimat yang tercekat di mulutnya. "A-aku … hanya ingin … mengambil kembali hakku,” ucapnya perlahan dengan ragu-ragu.


“Cih! Hakmu kamu bilang? Lalu kenapa dari dulu kamu tidak mengaku saja pada Xavier? Malah sengaja membantu sahabatmu sendiri, dan membiarkan pria kesayanganmu itu diambil dia. Lalu sekarang, kamu ingin repot-repot memisahkan mereka berdua? Ckckck … benar-benar merepotkan!” protes pria ini menyalahkan Alexa kembali.


“Aku mohon, bantu aku! Kamu tahu sendiri aku sangat menyukai Xavier! Aku mohon, bantu aku supaya bisa bersamanya. Kamu bisa merebut Vanessa dari saudaramu itu. Apa kamu tahu? Bahkan sampai sekarang, Vanessa dan Xavier belum juga melakukan adegan ranjang! Kamu bisa jadi orang pertama yang menikmati keperawanan Vanessa!” jelas Alexa dengan penuh rasa antusias.


Jacob jelas terkejut. Dia tidak menyangka Alexa punya pikiran seperti ini terhadap sahabatnya sendiri. Padahal yang dia tahu, Alexa sangatlah dekat dengan Vanessa, dan mereka berdua terlihat akur serta akrab bukan main.


“Hmm … jadi … kamu ingin aku membantumu, untuk menjebak sahabatmu sendiri?” tanya Jacob kembali. Dia tidak ingin salah paham atas hal yang baru saja didengarnya itu.


“Yups! Aku tidak tahu apa yang terjadi padamu sampai kamu pergi ke luar negeri. Tapi yang pasti, jika kamu kembali sekarang juga, kita bisa bekerja sama untuk memisahkan mereka berdua. Bagaimana? Kamu setuju kan?” tanya Alexa yang masih saja terlihat begitu bersemangat mengatakan hal ini.


Wanita ini sudah tidak sabar untuk menghancurkan pernikahan sahabatnya yang baru saja beberapa hari berlangsung. Kali ini dia benar-benar ingin merebut Xavier dari Vanessa, untuk menjadi miliknya seutuhnya.


Jacob terdiam sesaat mencoba mencerna kalimat dan cerita Alexa. Sebenarnya bagi Jacob hal ini sangatlah menarik.

__ADS_1


"Baiklah, aku turuti kemauanmu, asalkan kamu memenuhi permintaanku,” ujar Jacob dengan senyuman iblisnya.


Bersambung…


__ADS_2