Ruang Dihatinya

Ruang Dihatinya
Bab 14


__ADS_3

Berkenalan Dengan Alena


 


Ketika Rumi mengambil ponsel dan menyalakannya matanya disuguhi dengan pemberitahuan berita dari grup chat para pegawai laboratorium cabang ketiga. Semula ia berniat mengirimkan pesan kepada Alza untuk membuat janji bertemu. Ia akan menyerahkan diri demi membalas budi.


Namun melihat banyaknya berita tentang hal yang mengejutkan, ia pun membatalkan niatnya. Lalu, ia segera berlari ke ruangan di mana empat teman prianya berada.


“Hai, apakah kalian sudah mendengar beritanya?” kata Rumina setelah pintu terbuka dan ia masuk begitu saja.


“Wah, wah, ada yang sengaja masuk ke ruang harimau lapar malam-malam begini!” kata salah satu di antara mereka.


“Jangan macam-macam!” gertak Rumina.


“Berita tentang Tuan Alta maksudmu?” kata yang lain.


“Ya, ya, apa kalian tahu juga dia diturunkan secara paksa?”


“Baca saja pengumumannya semua tertulis jelas di sana, kalau dia terlibat korupsi, memang kalau di pikir-pikir jumlahnya tidak sampai trilyunan, tapi bagi perusahaan itu sangat merugikan!”


“Ya. Terlebih lagi soal kepercayaan keluarga besar mereka!”


“Eh! Aku pikir ada yang sengaja membeberkan bukti, soal apa yang kita tanda tangani kemarin waktu masih di bis, siapa sebenarnya yang menulis hal itu kurasa orang itu sengaja menandatangani dengan menuliskannya hal konyol!


“Kurasa dia adalah orang yang terlalu berani dia mengambil resiko dan tidak takut mati!”


Rumina menyimpulkan dari semua obrolan temannya dan dari yang ia baca dari grup, bahwa dirinyalah yang mengakibatkan Alta harus mengundurkan diri dari jabatannya. Ia pun tercengang dan mundur beberapa langkah ke belakang sambil menutup mulut. Gadis itu tidak menyangka jika apa yang ia tanda tangani dengan membubuhkan beberapa kalimat, telah menjadikan barang bukti autentik korupsi yang dilakukan bosnya.


Rumina menulis di bawah tanda tangannya, “Terima kasih. Perjalanan yang menarik, menggunakan kereta bawah tanah dengan jarak tempuh empat jam dan hampir dua jam menggunakan bis, untuk sampai di perusahaan adalah pengalam pertama bagi saya.”


“Hai, Rumi! Jangan bilang kalau kau yang menuliskan itu kemarin!” kata teman yang berambut keriting lagi.


Secara refleks gadis itu menganggukkan kepala dia tidak menyangkal memang dirinya yang menuliskan hal itu sebab ia pikir harus jujur. Itu saja.

__ADS_1


Apalagi, ia dan semua temannya memang tidak menerima uang perjalanan seperti yang disebutkan dalam surat yang harus mereka tandatangani.


“Apa, jadi benar kamu yang melakukannya? Apa kamu sudah gila?” kata teman yang berambut keriting itu.


“Tidak, dia tidak gila menurutku dia penuh kejutan!” ucap teman berkaca mata.


“Kejutan Apa maksudmu?” tanya Rumina.


“Apa kau tidak berpikir kalau nanti Tuan Alta dendam padamu karena kau sudah membocorkan rahasianya?” tanya si rambut keriting.


Tentunya Rumina tidak berpikir lebih jauh tentang perbuatan yang bakal mengakibatkan kejadian seperti itu karena yang ia pikirkan adalah kejujuran. Lalu, karena tidak ingin memperkeruh suasana, ia pergi meninggalkan teman-teman yang terus menyudutkannya. Ia kembali ke kamar dan memilih untuk tidur, menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. Gadis itu memikirkan bagaimana besok atau suatu hari kalau bertemu, dengan orang-orang yang berhubungan dengan semua itu.


Di pagi harinya semua peserta disuruh bersiap di depan asrama, mereka berbaris dengan teratur sesuai petunjuk sang penanggung jawab. Tak lama setelah itu datang seorang wanita cantik dengan pakaian kerja yang cukup elegan dan rapi mendatangi mereka.


Gadis itu memperkenalkan diri dengan nama Alena. Ialah sekretaris pribadi Alza--sang pimpinan perusahaan. Ia pula yang akan bertanggung jawab penuh selama pelatihan berlangsung di kantor pusat itu. Selama satu jam ia memberikan wejangan juga peraturan serta disiplin yang harus dilakukan oleh setiap peserta pelatihan.


Rumina menilai Alena dari ujung rambut sampai ujung kaki. Ia tiba-tiba teringat kembalikan hutang budinya pada Alza. Jika gadis seperti itu berada di sekitar Alza, maka akan menjadi godaan besar baginya. Namun, setiap kali hasratnya naik, ia tidak bisa menyalurkannya dengan istrinya wajar kalau waktu itu ia mencari seseorang sebagai pelampiasan.


Sementara lokasi cabang ketiga adalah yang paling jauh dari pusat kota serta jarang ada orang yang mengenal Alza. Hal itu membuatnya mempunyai keberanian, untuk memesan kamar serta seorang wanita. Namun, nasib buruk sedang menimpa pria nomor satu di Robinson Botanica itu karena ia justru memesan orang yang salah.


“Apa Ada yang ingin kalian tanyakan?” tanya Alena setelah Ia menyampaikan semua agenda kegiatan yang harus dilakukan oleh seluruh peserta pelatihan.


Semua diam.


“Hai!” kata Alena lagi, kali ini sambil menunjuk ke arah Rumina


Alena merasakan sedari tadi tatapan Rumina hanya terfokus padanya. Bahkan ia mengira wanita itu memiliki prasangka buruk sebab tatapan Rumina seperti sedang menyelidikinya.


Semua diam dan menoleh pada seseorang yang ditunjuk oleh Alena.


Rumina seketika terkejut dan ia menunjuk dirinya sendiri, “Saya?” tanyanya.


“Iya, kamu! Apa ada yang ingin kamu tanyakan, aku lihat kamu tidak memperhatikan tetapi cuma bengong!” tuduh Alena.

__ADS_1


“Baiklah kalau begitu! Sudah berapa lama Anda bekerja menjadi sekretaris Tuan Alza?” tanya Rumina. Jelas sekali pertanyaan ini menimbulkan banyak spekulasi di antara teman-temannya. Ada yang menanggapinya secara positif ada yang menanggapinya secara negatif sebab itu adalah pertanyaan yang berisifat krusial, bukan masalah pelatihan.


Alena maju satu langkah lebih mendekat kepada Rumina yang kebetulan berada di barisan paling depan. Gadis itu menatap Rumina dengan cermat, membalas tatapannya dari ujung rambut sampai ujung kaki kemudian tersenyum tipis.


“Apa kamu begitu penasaran dengan itu?”


“Bukankah Bu Alena bilang kalau saya boleh bertanya? Jadi, apakah pertanyaan saya itu salah?”


“Ya, sebab itu bukan masalah yang berkaitan dengan pelatihan, melainkan masalah pribadi!” jawab Alena tegas.


“Kenapa Bu Alena tidak bilang Kalau saya tidak boleh bertanya tentang hal pribadi? Jadi kalau begitu saya tidak akan mendapatkan jawaban dari pertanyaan saya, ya?”


“Kalau saya bilang sudah bekerja lebih dari delapan tahun dengan Tuan Alza, apakah itu menjadi masalah buat kamu?” Alena bertanya sedikit ketus.


“Oh tidak ... itu bagus sekali, Bu Alena sudah selama itu bekerja, berarti sudah begitu mengenal Tuhan Alza bukan?” tanya Rumina lagi tanpa rasa bersalah sebab yang menuntun semua pertanyaan itu bukan otaknya tetapi hatinya.


Lagi-lagi pertanyaan Rumina adalah pertanyaan yang tidak pada tempatnya sehingga membuat teman-temannya geleng-geleng kepala.


Salah satu teman yang berambut keriting berbisik pada teman yang berkacamata, “Eh, benar, kan? Kataku Rumi itu penuh dengan kejutan!” Teman yang berkaca mata pun mengangguk.


“Apa itu artinya kamu ingin mengenal Tuan Alza seperti aku mengenalnya?” Alena balik bertanya.


Rumina tersenyum dan mengangguk, ia pun menjawab,  “Ya, tentu saja ... kenapa tidak? Kalau itu dibolehkan, bukankah banyak wanita yang ingin mengenalnya lebih jauh? Bukan hanya Bu Alena!”


Beberapa teman wanitanya yang tidur sekamar dengan Rumina, menahan tawa karena ungkapan gadis itu seperti mewakili isi hati mereka.


“Bukan Saya tidak mau menjawab, tetapi masalah pribadi bukanlah masalah yang akan dibahas dalam pelatihan dan akan kalian ikuti, lagi pula kalau saya membahasnya di sini pasti memakan waktu lama, apa kalian mengerti?” kata Alena dengan penuh bijaksana. Ia terlihat begitu mengagumi sosok Alza.


Dalam hatinya menekankan jika Rumina adalah orang yang berani, secara terang-terangan mengakui kalau ia penasaran dengan Alza. Bahkan, ia menduga jika gadis itu kemungkinan memiliki masalah dengan Alza sebelumnya. Sebagai sekretaris yang bekerja cukup lama ia tahu bagaimana ruang lingkup pergaulan para pegawai di semua divisi yang ada. Bukan hanya Alza yang mendapatkan kekaguman dari semua wanita, tapi para pendahulunya juga.


“Iya, Bu!” jawab semua peserta.


Alena kembali ke posisinya dan menatap semua peserta pelatihan di hadapannya.

__ADS_1


 


❤️❤️❤️❤️


__ADS_2