
Kita Impas
Alena kembali ke posisinya dan menatap semua peserta pelatihan di hadapannya
Lalu, ia berkata dengan keras, “Kalau tidak ada pertanyaan lain lagi, pengarahan dari saya cukup sampai di sini dan, kalian segera menuju tempat yang sudah disediakan! Gunakan peralatan yang mendukung dan matikan handphone selama materi berlangsung!”
Ia menarik nafas sejenak lalu berkata lagi, “Apa kalian siap?”
“Iya, Bu!” jawab semua peserta setelah itu Alena pun berlalu.
Semua peserta mengambil tasnya masing-masing lalu pergi menuju ke ruangan yang disediakan yang dimaksud oleh Alena.
Beberapa teman memuji keberanian dan juga pertanyaan yang diajukan oleh Rumina. Itu pertanyaan yang membuat mereka terhibur sekaligus paham jika masalah pribadi dari pemilik perusahaan tidak harus mereka ketahui.
Pelatihan pun berlangsung dengan lancar hari hari itu, agenda yang mereka ikuti terdiri dari beberapa sesi. Di antaranya adalah, pengetahuan umum tentang sejarah pendirian perusahaan Robinson Botanica, misi dan visi serta, perjuangan beberapa pendirinya hingga melahirkan banyak cabang. Setiap cabang memiliki karakteristik dan fungsinya masing-masing.
Kemudian mereka diajak berkeliling ke seluruh area kantor pusat. Mereka takjub dengan kecanggihan teknologi serta banyaknya fasilitas yang luar biasa di sana. Tentu saja jauh berbeda dengan perusahaan yang menjadi cabangnya di mana mereka bekerja.
Bahkan, masing-masing divisi memiliki kesempatan untuk melihat di divisi yang sama. Termasuk Rumina ia diperbolehkan untuk memasuki laboratorium pusat. Gadis itu begitu antusias dan ia berkenalan dengan seseorang yang sangat mirip dengan Riko atasannya.
“Kenapa saya melihat kamu seperti Pak Riko, ya?” kata Rumina terus terang dan tanpa malu-malu.
Beberapa orang yang menjadi pegawai dalam laboratorium itu berdiri di sekitar Rumina dan menyambutnya dengan baik.
“Tentu saja, saya Martha, anaknya!” kata wanita yang wajahnya memang mirip dengan Rico.
Dua wanita itu berjabat tangan sambil melepaskan senyum.
__ADS_1
“Ya Tuhan, saya bersyukur sekali bertemu dengan Anda di sini ... Pak Riko sudah pensiun dan Anda adalah penerusnya!”
“Ya, saya tahu, Ayah banyak bercerita tentang dirimu kamu asisten yang bisa diandalkan!” kata Martha.
“Ah tidak dia terlalu memuji!” sahut Rumina.
Setelah berkenalan, mereka memperlihatkan bagaimana melakukan tes pada beberapa barang yang akan diproduksi. Hal ini tidak jauh beda dengan apa yang dikerjakan Rumina di laboratoriumnya. Hanya saja yang berbeda di sini adalah, adanya tes akhir untuk produk kering yang tidak diproduksi di kantor cabang di mana ia bekerja.
Pertemuan itu berlangsung sampai waktu yang ditentukan hingga seluruh peserta kembali ke tempatnya masing-masing. Bertepatan pula dengan jam kerja kantor yang berakhir. Berhubung hanya Rumina yang berada di laboratorium, maka ia pun keluar dari tempat itu seorang diri.
Sebelum pergi ke asrama ia ke toilet, ia harus menunggu sampai beberapa orang selesai. Ia menjadi wanita terakhir yang keluar karena Ia memang mendapatkan giliran terakhir pula.
Saat ia berjalan di antara tempat parkir dan asrama berada secara kebetulan ia melihat Alza. Pria itu pun sedang berjalan menuju mobilnya.
Selamat sore tuan sapanya ramah, “Apa Anda masih mengingat saya?”
Melihat hal itu, Rumina mengeluarkan ponsel dan melakukan panggilan padanya. Alza langsung mengambil telepon genggam yang berbunyi dari saku bagian dalam jasnya. Begitu melihat nama yang tertera pada layar, Ia pun menoleh pada Rumina. Pria itu menarik nafas dalam, lalu mengempaskannya dengan kasar dan mematikan ponselnya.
Ia berbalik menghadap Rumina dan gadis itu melangkah mendekatinya.
“Apa ada masalah?”
Alza bersikap datar dan gaya bicaranya acuh, seolah Rumina adalah orang yang baru dikenal ataupun pegawai biasa.
“Saya tahu, kenapa Anda mendatangi saya waktu itu!”
Ucapan Rumina langsung pada sasaran karena ia tahu orang seperti Alza sangat sibuk, Iya sangat menghargai Bos besarnya itu. Jadi, ia tidak ingin membuang waktu.
__ADS_1
“Apa kamu tidak bisa melupakan saja kejadian itu?”
Sebenarnya itulah alasan, kenapa Alza tidak mengungkit apa yang sudah Ia berikan, dengan harapan gadis itu pun melupakan pertemuannya di kamar hotel waktu itu. Ia sudah melupakan apa yang ia berikan pada Rumina sebagai kompensasi yang setimpal, asalkan gadis menjaga rahasianya erat-erat.
“Oh! Jadi, seperti itu keinginan Anda, Tuan?” kata Rumina, ia berpikir cepat dan menyimpulkan keinginan Alza.
Ruminah mengeluarkan tangannya sambil tersenyum untuk menjabat tangan Alza, “Baiklah, saya akan menjaga baik-baik rahasia Anda, jadi kita impas! Saya tidak perlu berhutang budi lagi.”
Namun tiba-tiba saja, Alza merasa tersinggung dengan sikap gadis itu, yang bersikap seolah-olah mereka setara.
Alza tidak menerima uluran tangan Rumina, dan justru tersenyum tipis sambil memalingkan pandangan.
“Apa kau benar-benar ingin membalas budi seperti pesan-pesanmu sebelumnya?” katanya ketus.
Rumina diam dan menarik tangannya lagi sambil mencibir dirinya sendiri.
“Sepertinya kau tahu betul apa yang aku inginkan? Ayo buktikan!” kata Alza lagi, sambil menarik tangan Rumina dengan kasar ke mobilnya.
Rey--yang melihat kejadian itu dari awal, segera membuka pintu mobil dan setelah dua orang itu masuk ke dalamnya Ia pun menutupnya dengan cepat. Lalu, dengan cepat pula ia melarikan kendaraan dari sana. Dalam hati Ia hanya berharap tidak ada orang lain yang melihat kejadian itu kecuali dirinya.
Namun, Rey salah sebab Alena pun melihat kejadian itu dari awal.
Semula Alena hendak mengejar Alza karena ingin menanyakan sesuatu tentang Rumina. Ia menyimpan rasa penasaran sampai jam kantor berakhir. Sementara sang bos hanya muncul sebentar, ia belum sempat bertanya tapi pria itu sudah pergi lagi. Tanpa diduga dirinya justru mendapatkan jawabannya secara langsung. Meskipun tidak begitu jelas dari apa yang didengar tadi, tapi bisa ditarik kesimpulan bahwa, wanita yang menjadi salah satu peserta pelatihan itu memang ada masalah di antara mereka.
Sementara itu, di dalam kendaraan yang tengah melaju dengan kecepatan tinggi. Alza mencengkeram dagu Rumina dengan kasar.
❤️❤️❤️❤️
__ADS_1
Maaf baru bisa up lagi! Jangan lupa like, ya! Episode kali ini jawaban dari beberapa teka-teki 😊