
Stasiun Senen.....
__ADS_1
Ku jejakan kakiku untuk pertama kali di ibukota, ramai, panas, dan padat. datang ke jakarta karena aku diterima di salah satu universitas negeri di bilangan Salemba, drrrrt hpku bergetar di kantung celana ada sms dari si mbok "pul, nek wes nyampe sing ati² neng jakarta yo?" begitu pesan si mbokku segera ku balas singkat "geh mbok", ku langkahkan kaki mencari angkutan tujuan salemba, kemudian ada seseorang mendekatiku "kemana mas bro?", "e nganu mas ke salemba" dengan logatku yang medok. Tampak dia tersenyum "naik taxi aja mas biar cepet" sambungnya. "yo wes lah daripada nyasar" pikirku, "owh jauh yo ternyata dari senen ke salemba" karena hampir 3 jam lebih si pak sopir membawaku berputar-putar.
__ADS_1
Nah sampai mas, kata sopir taxi itu membuyarkan lamunanku, "jabang bayi 200rb?" gerutuku dalam hati sambil memberikan ongkos taxi tersebut. Kulihat bangunan tua UNIVERSITAS INDONESIA, "wuih gede", ku ambil hpku untuk sms si mbok "mbok, ipul wes nyampe kampus ini lagi nyari rumah mak nem", ku telusuri jalan kecil di samping kampus besar ini, sambil mengantungi alamat pemberian si mbok lalu aku berhenti di warung rokok untuk bertanya "misi mas, tau alamat ini?" tanyaku sambil menunjukan secarik kertas "oh eni, rumahnye bu mariyam?, noh lu lempeng trs belok kiri rumahnye belah kanan pager cet ijo ye?" aku cuma mengangguk bingung "iya makasih ya mas" ujarku sambil membeli sebotol air mineral. ku lanjutkan langkahku sampai juga ke rumah tujuanku ada seorang cewek duduk di teras rumah asyik dengan gadgetnya, "permisi mbak" ucapku membuatnya terkejut kemudian memperhatikanku dari ujung kaki sampai kepala. "iya, cari siapa?" tanyanya ketus "nganu mbak bu suminem ada?" tanyaku sambil memberikan secarik kertas berisi alamat. "iya bener alamatnya, tapi ga ada kok yang namanya suminem di sini?" jawabnya kebingungan, "tunggu bentaran ya, biar gw tanyain ke dalam dulu, lu duduk aje dulu", "iya mbak makasih" jawabku.
__ADS_1
Itu tadi anak tante namanya cindy masih kelas 2 SMU jelasnya, aku hanya mengangguk mendengarkan lalu aku diantar ke kamarku, "nah ini kamarmu" anggap aja kaya di rumah sendiri, kalo butuh apa² bisa ngomong tante atau minta tolong sama cindy ga usah malu - malu. "Geh" jawabku singkat. Akupun segera menata beberapa bajuku dalam lemari plastik yang ada di kamar, setelah itu merebahkan diriku di kasur, "wah legone" ujarku dalam hati, sambil memberi kabar pada si mbok di kampung. Malam harinya kamarku di ketuk oleh cindy tok tok "mas ipul, mas di panggil mama tuh", segera ku buka pintu kamarku "iya" jawabku singkat "noh di suruh makan" ujarnya lagi smbil berlalu meninggalkanku. akupun segera mengekor di belakangnya.
__ADS_1
"Gimana istirahatmu pul" tanya tante, "Alhamdulillah, nyenyak" tante maklum seharian di kereta pegel, "ya wes, makan dulu seadanya ya?" "geh matur nuwun tante" piye kabare mbokmu sehat?, "sehat, alhamdulillah"
__ADS_1