
"Waalaikumsalam" sahut bapak itu, kemudian berbalik dan sempat terkejut saat melihat ke arah sandra, "neng shanti" katanya terkejut kami yang tak kalah terkejut ikut melihat ke arah sandra, kemudian aku mendekati bapak itu "itu sandra pak, bukan shanti" ujarku menjelaskan, "iya pak, saya sandra sepupu shanti" terangnya ikut menjelaskan."maaf pak apa mas lesmananya ada?" lanjutku bertanya, "sok masuk dulu" jawabnya sopan mempersilahkan masuk, kemudian mempersilahkan kami duduk, "jadi dimana leamana sekarang" tanya sandra mulai berteriak, winda yang melihat hal itu menyentuh pundak sandra "sabarr san" bisik winda yang masih terdengar oleh kami. "emosi gue ribet amat dari tadi nih bapak", 'ssst' desisku sambil menaruh jari di depan mulut.
__ADS_1
"Jadi gini ceritanya adek-adek, sejak peristiwa itu lesmana seperti orang yang ketakutan terkadang teriak-teriak sendiri, akhirnya teh karena takut ganggu tetangga akhirnya di pasung di kamar" jelas sang bapak, kami pun sempat terkejut mendengar penjelasan si bapak, "maaf pak kalo di ijinkan boleh kita lihat lesmana" kataku meminta ijin, "boleh-boleh, silahkan" sahut bapak tersebut. Beliau pun mempersilahkan kami mengikutinya, andi dan aku ada di barisan terdepan mengikuti beliau masuk ke dalam rumah, yah cukup jauh juga ruangan kamarnya semakin masuk hawanya terasa semakin dingin, terdengar samar-samar teriakan seseorang 'Ampuuuunnn..., bukan salah aku, Ampuuuuunn neng' kemudian si bapak berhenti di kamar sebelah kiri kami membuka kunci kamar tersebut "Astaghfirullah" ucap kami hampir bersamaan..
__ADS_1
Di dalam kamar terlihat seorang laki-laki yang telah terpasung kakinya dan terlihat begitu ketakutan dengan wajah pucat pasi, "jadi ini yang namanya lesmana" tanyaku dalam hati, "wir, tak cobae" (biar aku yang coba) kata si ujang sambil memegang bahu kananku melangkah masuk kamar. "misi kang" kata ujang setelah mendekat, "ampuun saya gak bersalah" teriak lesmana sambil berusaha berontak, "pak boleh minta air putih segelas" kata ujang "iya dek boleh" ucap bapak itu berlalu, "ben, ndi, ren siap-siap" kataku sambil melihat sekilas ke mereka di jawab anggukan oleh mereka bertiga, kemudian si bapak pun datang membawa air yang ku minta, "mas minum dulu yuk" kataku sambil menyerahkan segelas air putih, sandra dan ratna tepat berdiri di belakangku sementara si bapak masih berdiri di belakang ujang dan yang lain berada di dekat pintu, lesmana mengambil air yang ku sodorkan padanya perlahan - lahan mulai meminumnya beberapa teguk, kemudian berhenti dan memutahkan cairan berwarna hitam pekat. "habisin" perintahku padanya. hawa di dalam kamar ini terasa makin dingin menusuk tulang, ku lirik reno, andi, dan beni mereka tengah khusuk berdo'a, tak lama kemudian lesmana terlihat lemas, "Alhamdulillah" ucap kami bersama, "selanjutnya gimana nih" kata sandra terlihat masih geram, aku melirik ke arah ratna yang sepertinya paham segera menarik pelan sandra 'ssst' "sabar dulu" bisiknya pada sandra yang mulai tersulut emosinya
__ADS_1
Mohon saran & kritiknya ya para reader jangan lupa tinggalin jempol manisnya buat penyemangat author dalam berkarya lebih baik lagi.
__ADS_1