
"bang rokok sebungkus" kata reno ke si abang warung yang asyik mendengarkan siaran lagu dangdut, "rokok apa mas?" tanya si abang "Gapit" sahut reno cepat, sementara kami berempat mengambil minuman dingin di Ice Box yang ada di depan warung "bang di sini ada rumah kost ga?", tanyaku, si abang pun memandang kami satu persatu seperti sedang memberi penilaian pada kami, "gimana bang?", sambungku lagi.
"Ada sih, harganya rada miring tapi....", jawab si abang ragu. "Tapi kenapa bang?" tanya ujang penasaran "Anu mas..." tampak keraguan di wajahnya "rumahnya bangunan tua, terus kata warga rada horor" sambung si abang menjelaskan "HAH" teriak kami barengan, "tapi kalo kalian berani sih coba aja, dari sini lurus aja ntar nemu pertigaan pertama kalian belok kiri, nah rumahnya cat kuning halamannya luas deret ketiga sebelah kiri" jelas si abang lagi.
__ADS_1
"Piye iki rek?" (gimana nih?) tanya beni, "wes ayo di jajal ae" (udah yuk coba aja) seru reno, di amini dengan anggukan kami semua.
Setelah membayar semua jajanan kami, kamipun melanjutkan pencarian kami sesuai petunjuk si abang warung. "lha iki omahe rek" (nah ini rumahnya) seruku pada mereka, "apik kok omahe, ra koyo omah wingit" (bagus rumahnya, ga kaya rumah angker) lanjutku "ho oh bener wir" (iya bener wir) sahut andi, kami berlima berjalan memasuki halaman yang lumayan bersih, jauh dari kesan angker. "permisi" ucap reno setengah teriak, Hi...hi...hi... terdengar sayup sayup suara miss K dari arah pohon mangga di sebelah kiri kami, "yah dia nongol" sahutku yg merespon mencari sumber suara, di ikuti teriakan istighfar dari ke empat sahabatku, "amit mbak permisi kita lagi cari kost" sambung tanya beni pada miss K, dia hanya menunjuk ke arah rumah, "permisi" kali ini giliranku mencoba teriak. "kriet" terlihat pintu terbuka dari dalam, sesosok wanita kira-kira usianya sekitar 40tahunan dengan pakaian kebaya khas yang anggun, "nuwun sewu bu" (permisi bu) ucapku yang hanya di sambut anggukan darinya, "kami ini mahasiswa dari kampus depan, mau cari kost" ucapku menjelaskan, beliau mendengarkan sambil menatap kami satu persatu, kemudian membuka suara "kalian semua yaqin mo ngekost di sini" tanya ibu ini meyaqinkan, kami yaqin kok bu sahut kami bersamaan.
__ADS_1
"iya bude makasih, ayo jang" sahut andi sambil menarik tangan ujang, sementara aku dan yang lain membawa barang bawaan kami ke kamar di lantai 2 di antar bude, sedangkan lantai 1, untuk kost wanita ada lima kamar dan bude sendiri rumahnya ada di rumah kecil tepat di belakang bangunan utama
Mohon dukungan dan masukannya ya reader, ini karya pertama, jangan lupa kasih dukungannya biar author lebih semangat lagi dalam menulis
__ADS_1