Rumah Kost Angker

Rumah Kost Angker
Stasiun Kereta


__ADS_3

Tak Terasa hampir seharian aku duduk di dalam kereta, yah setelah menyelesaikan pendidikanku di bangku sekolah aku melanjutkan studiku di salah satu universitas negeri di pinggiran ibukota bersama beberapa sahabatku dari kampung.


Namaku Saiful, tapi mereka lebih memanggilku "JAWIR", karena kebiasaanku bermandi sinar matahari saat bantu Bapake dan Si Mbok di sawah.


"Woi Wir, ayo tangi wes ape teko stasiun iki" teriak Beni salah satu sahabatku anak pak Camat.


Kulirik sekilas jam tangan AL*A KW 12 yang menunjukan waktu hampir setengah 2 dini hari, "persiapan stasiun senin", teriak mas² porter.


"Alhamdulillah, nyampe juga akhirnya" ucapku dalam hati.


keadaan stasiun yang udah lumayan sepi membuat kami berlima clingukan yah kami berlima aku, Beni, Andi si kutu buku, Reno si biang kerok & terakhir Ujang si playboy.


Segera kami melangkahkan kaki ke mushola untuk istirahat sejenak melepas lelah.


"wir, wetengku luwe kancani golek mangan yok?" (perutku laper temenin cari makan yuk?) celetuk si Andi.


"Ya wes ayo ngganggu wong turu ae" (ayo ganggu orang tidur aja), kamipun berjalan menyusuri rel kereta mencari warung makan.

__ADS_1


Beberapa meter sebelum warung makan si andi tiba² nyeletuk "eh rek, kok merinding yo?" katanya sambil mengusap bulu lehernya.


"iyo Ndi" sahut Beni dan Reno barengan


"kuwi lho ono sing pengen kenal karo Ujang" (tuh ada yg mau kenal ujang) jawabku enteng sambil menunjuk arah pohon pisang.


mereka pun melihat bersama ke arah yang kutunjuk, sesosok penampakan wanita dengan wajah yang cantik, dengan sebagian wajahnya tertutup rambut gimbalnya sambil senyum menebarkan aroma melati dan anyir darah.


"Wir piye? (gimana) tanya mereka bersamaan.


"Mbak makan", teriak si Andi yang sudah terlebih dahulu sampai


"Iyaa, makan apa mas?" jawab seorang 2 orang wanita yang nampak keluar dari arah belakang kemudian kami menikmati makanan kami dengan lahapnya.


"Masnya dari luar daerah tho?" tanya salah satu dari mereka yang mencoba mengakrabkan diri.


"Dari Jawa Timur mbak" jawab ujang sambil menyalakan rokok favoritnya.

__ADS_1


"Owh, wong jowo tho terus ape nyang ngendi?" tanya mbaknya lagi yang akhirnya kita tau namanya mbak Sumi


"Anu mbak, ape kuliah neng depok" (mau kuliah di depok) kata si Reno yg dari tadi masih asyik dengan cemilannya.


"Mbak mau tanya boleh ga?", tanyaku menyela.


"Kowe mesti meh takon mbak kunti sing neng njobo tho?"(kamu mau tanya masalah mbak kunti yang diluar kan?) kata andi menyela sambil nyengir ala kuda lumping, ha....ha....ha... di sambut tawa ngakak dari yang lain.


"Udah jangan ngomongin itu serem", ucap temen mbak Sumi yang sedari tadi cuma menyimak obrolan kami semua dan sibuk sama gadgetnya.


"Emang opoo mbak?" tanya Andi penasaran.


"Engko di parani mas" (nanti di datengin mas) ujarnya sambil memegang bulu kuduknya yang mungkin mulai meremang.


"Sante wae mbak, ra usah wedi ono si Jawir" (gak usah takut mbak) sahut Andi sambil melempar kulit pisang ke arahku.


Mohon dukungan dan masukannya ya reader, ini karya pertama, jangan lupa kasih dukungannya biar author lebih semangat lagi dalam menulis.

__ADS_1


__ADS_2