Rumah Kost Angker

Rumah Kost Angker
Akhir Sebuah Janji


__ADS_3

"Sekarang buka mata kalian", ucapku pada mereka berdua."Shaaan... Shanti" kata sandra terkejut dengan keberadaan shanti di hadapannya, sementara lesmana hanya mampu terdiam sedangkan matanya menitik air mata.


"Maafin shanti a" katanya sambil menatap lesmana tajam, "kalau saja waktu itu shanti lebih terbuka sama aa mungkin peristiwa itu ga akan terjadi" lanjut shanti menjelaskan, kami hanya mendengarkan dengan seksama penjelasan dari shanti guna mengurai benang merah dari semua peristiwa ini. "Malam itu shanti sengaja ninggalin aa karena shanti dapat pesan dari a doni mantan shanti waktu masih sekolah dulu, dia ngajakin ketemu di salah satu cafe di deket kampus" jelasnya lagi, lesmana pun hanya menarik nafas panjang mendengar penjelasan shanti.


"terus apa yang doni lakuin ke kamu?" tanya sandra yang mulai terpancing emosinya, "Doni ngajak shanti balikan, tapi shanti ga mau karena mau menikah sama a lesmana, tapi dia ga terima dan masukin obat ke minuman shanti" jelasnya lagi, "tapi kalian ga usah khawatir, shanti udah membunuhnya empat hari yang lalu dan membuang mayatnya di setu" lanjutnya


"Lalu bila dendam mu udah terbalaskan kenapa kamu ga melanjutkan perjalananmu" tanya ratna, "karena janji a lesmana, aa jadi di hantui rasa bersalah itu yang menahan shanti tetap ada di sini, shanti pengen di saksikan kalian semua si aa ikhlasin kepergian shanti, agar aa juga bisa melanjutkan hidupnya serta bahagia dengan yang lain" jelasnya lagi. "Jadi gimana bang?" tanya beni pada lesmana, "emang berat, tapi aku akan berusaha mengikhlaskan shanti dan melupakan semua janji yang telah terucap antara kami berdua" ucap lesmana berusaha mengikhlaskan apa yang telah terjadi, "lantas gimana denganmu?" tanya beni lagi kali ini di tujukan pada sandra.

__ADS_1


*Hmmm* terdengar tarikan nafas yang berat dari sandra "Jujur aja ini berat buat gua, apalagi yang lu semua tau gue ama shanti deket banget tapi demi ketenangan dan kedamaian shanti gua akan mencoba ikhlasin shanti" jelasnya. "Alhamdulillah" ucap kami bersamaan.


"Udah saatnya" ucap Shanti pada kami semua, "terima kasih atas bantuan kalian semua, aku pamit tolong doakan aku" katanya seiring dengan hilangnya shanti.


"Maaf ya bang, dan sandra aku tutup lagi ya?" tanyaku meminta persetujuan mereka di sambut anggukan mereka berdua, setelah selesai menutup mata batin mereka, kami pun beristirahat sejenak melepas semua penat di badan.


...****************...

__ADS_1


Ku lirik jam tanganku, sudah menunjukan pukul 01.00 wib, "piye kita langsung balik atau nunggu pagi" tanyaku pada mereka "nunggu subuh sekalian ae wir, abis subuhan baru balik kost'an" kata andi memberikan usulan, "manut" kataku mengangguk, terlihat wajah-wajah lelah mereka semua, akhirnya aku pun memejamkan sejenak mataku yang lelah


Sayup-sayup terdengar suara adzan subuh di telinga, ku kerjabkan mataku "Woi ayo tangi-tangi, bangun-bangun subuh" kataku sambil membangunkan mereka satu-satu. "rame ae kowe wir" (berisik) kata ujang menendang ke arahku sambil sempoyongan.


"Ayo kita sholat dulu terus siap-siap balik" kataku mengingatkan mereka, semua pun bangun dan bersiap sholat, selepas sholat lesmana terlihat sibuk menyajikan nasi kuning dengan beberapa pilihan lauk yang menggugah selera, sementara kami pun bergantian membereskan barang bawaan kami dan menikmati sarapan yang telah di sajikan.


"Aku ucapin banyak terima kasih sama kalian semua" ucap lesmana, "ga papa bang tenang aja udah kewajiban kita semua membantu sesama" jawab andi, "kalian yakin mau balik sekarang ga nunggu terang dulu?" lanjut lesmana lagi. "kostannya udah kotor banget bang" jawab reno. "Assalamu'alaikum" terdengar dari depan. "Wa' alaikum salam" jawab kami bersama, ternyata yang datang adalah ayah lesmana, "AA udah sembuh, Alhamdulillah ya Allah" kata ayah lesmana sambil sujud syukur. "Alhamdulillah pak berkat mereka semua" jawab lesmana.

__ADS_1


"Makasih neng, den, maap bapak ga bisa nemenin kemarin" ucap ayah lesmana sambil menyalami kami satu persatu dan berusaha mencium tangan kami, " eh jangan pak, bang lesmana sembuh semua karena Allah, kami cuma membantu semampu kami" jelasku pada beliau. Akhirnya kami pun berpamitan pada lesmana dan bapak untuk melanjutkan perjalanan pulang.


Mohon saran & kritiknya ya para reader jangan lupa tinggalin jempol manisnya buat penyemangat author dalam berkarya lebih baik lagi.


__ADS_2