
Setelah puas berkeliling mall serta mendapatkan jawaban dari Ratna kami semua kembali ke kost, dari kejauhan nampak banyak kerumunan di depan kost kami serta mobil polisi.
Kami semua sempat terkejut melihat apa yang terjadi dengan kost'anku saat ini.
"Ono opo iki kiro-kiro" (ada apa ini kira-kira) tanya Ujang.
"Mbuh Jang" (gak tahu jang) jawab Reno.
Setelah berdiskusi sejenak dalam mobil, kami sepakat tidur di kontrakan para cewek selama beberapa hari ke depan untuk memudahkan mobilitas kami, tapi tentunya kami mesti mengambil baju ganti kami dulu.
"Mas, Nana bantuin di kamar ya?" tanya Ratna padaku, ku jawab dengan anggukan serta senyuman.
Kami segera turun mobil dan memasuki halaman rumah, namun ketika di area masuk ada dua orang dari kepolisian menghentikan kami.
"Maaf gak boleh ada yang masuk ke area ini" katanya melarang kami.
"Maaf pak tapi kami kost di lantai 2 pak" kataku menjawab larangan petugas tersebut.
"Mereka tinggal di atas pak" kata mbok Sri yang tiba-tiba muncul di belakang petugas itu.
"O ya maafkan saya, silahkan masuk" kata petugas itu kemudian, mbok Sri mendekatiku membisikanku sebuah nama "Hani, gantung diri" aku sedikit terkejut membelalakan mata.
"Ya udah mbok, kita naik dulu ya?, o ya kenalin calon istri" ujarku memperkenalkan Ratna, dan mereka pun bersalaman.
Setelah di atas aku segera membereskan kamar yang beberapa hari ku tinggal karena urusan MABA di kampus, dengan Ratna tentunya membantuku, setelah beres kami duduk di tepian kasur.
"Mau minum gak?" tanyaku pada Ratna.
"Biar Nana aja mas" jawabnya menuju dispenser mengisi 2 gelas dengan air dingin, kemudian kembali duduk di sampingku.
"Makasih sayang" bisikku di telinganya.
"Sama-sama mas" jawabnya tersenyum sementara pipinya bersemu merah, tanpa kami sadari jarak kami cukup dekat kulingkarkan tangan kiriku di bahunya.
__ADS_1
"Mas" panggilnya pelan.
"Apa hmm" jawabku lembut, pandangan kami pun beradu, semakin ku dekati wajahnya matanya terlihat semakin sayu menambah kecantikannya tiba-tiba sebuah kecupan lembut singgah di bibir tipisnya dengan mata yang semakin terpejam.
'Tok....tok....tok...' ketukan di pintu segera mengembalikan kesadaran kami akan gairah mikmat sesaat.
"Wir, Na jalan yuk" teriak si Reno dari depan kamar.
"Astaghfirullah" kami yang terkejut langsung merapikan diri.
"Masuk Ren gak di kunci" teriakku dari dalam.
'cekleek...' suara pintu terbuka.
"Hayo habis ngapain?" ujar Reno berusaha menggoda.
"Yee Kepo" ucap Ratna, namun tak bisa menyembunyikan rona merah di pipinya.
"Yuk cabut Wir, anak-anak nungguin di bawah tuh" ujar Reno lagi.
Aku segera mengunci pintu kamarku, dan menghampiri Ratna yang lagi mengangkat telepon.
"Dari Abi" bisik Ratna yang melihatku mendekat padanya, ku jawab dengan anggukan kepala.
"Waalaikumsalam bi, nanti Na sampeiin" ujar Ratna sambil mengakhiri teleponnya.
"Yuk" ujarku sambil menggandeng tangannya.
Setelah sampai di kontrakan kami segera merapikan bawaan kami, di ruang tamu dan kamar atas.
"Woy pada nitip makan gak?" teriak Ujang.
"Nih Jang nasi bebek sama minumnya 10" jawabku sambil menyerahkan 4 lembar uang merah padanya.
__ADS_1
"Sama nitip pulsa 100 ribuan dua, nomerku karo Ratna" jelasku pada Ujang.
"Cie yang baru jadian" ledek Reno yang baru turun tangga.
"Ja*c*k, lambemu" kataku di sambut tawa yang lain.
Tiba - tiba pintu di depanku terbuka, muncul Ratna bareng si kembar Rina dan Dina.
"Gak pada beli makan nih" tanya Rina.
"Udah dibeliin tuh sama yang baru jadian PJ" kata Reno.
"Wes sana pada jalan keburu malam besok pagi baru kita masak biar hemat lumayan beberapa hari" kata Ratna.
"Rin, pinjem motor lu dong" kata Sandra.
"Tuh kuncinya deket TV" kata Rina.
"Yo wes jalan dulu yo" kata Ujang.
"Yo ati - ati" kata Andi.
"Mas mau kopi gak?" tanya Ratna padaku.
"Wealah ngerti ae koncone rung ngopi" kata Beni.
"Gak usah ntar aku bikin sendiri aja" kataku.
"Wir, sekalian yo" kata Reno.
"Ewangi C*k" (bantuin) jawabku pada Reno.
"Siap boss" jawab Reno singkat.
__ADS_1
Setengah jam berlalu, akhirnya Sandra dan Ujangpun datang.
Mohon saran & kritiknya ya para reader jangan lupa tinggalin jempol manisnya buat penyemangat author dalam berkarya lebih baik lagi.