
"Piye ndi? (gimana?) tanyaku pada andi, sementara sosok di hadapan kami melayang ke arah belakang kantin, "ayo ikutin" seruku pada semua, semakin banyak sosok yang memperhatikan kami, "merinding nih" ucap salah satu rekan ratna, "iya mau kemana sih ini?, mana makin gelap nih" kata si rambut pendek.
"Wir, coba ajak ngobrol sek wir?" kata reno mencoba mencari tahu tentang apa yang terjadi, "sabar" jawabku singkat, "terus kalian gimana?" tanyaku pada rombongan mahasiswi smt 3 yang dari tadi mengikuti kami tanpa ku tahu apa maksud dan tujuan awal dari mereka berempat.
__ADS_1
Tiba-tiba sosok itu berhenti di parit kering di antara toilet kantin, kemudian dia menunjuk sesuatu seperti nametag, segera aku maju dan berjongkok dan mengambilnya, "LESMANA S", kataku kemudian ratna mendekatiku "coba liat mas?", pintanya padaku. Aku yang sempat terkejut dengan panggilannya itu, "kenapa?" tanya ratih "eh enggak nih" kataku sambil menyerahkan nametag ditanganku.
"Wes yuk do metu kabeh" (ayo kita keluar semua) kata ujang seakan menyadarkan kami akan hari yang mulai gelap, sambil berjalan keluar kampus dan menghilangkan dahaga masih di sekitar kampus, kami pun saling mencari tahu, "o ya ning ratna dan mbak-mbak ini tadi ada perlu apa ya?", tanyaku. "gak papa kok kami tadinya juga mau pulang, trus liat kalian ke arah kantin. o iya aku rina" kata si tomboy menjelaskan.
__ADS_1
"aku Rina, ini dina, lalu yang ini winda terus yang itu kalian udah pada kenal kan?" sambungnya lagi.
"Iya dulu pas semester awal pernah ngekost di situ, karena biayanya murah terus deket dari kampus" jelas dina menerangkan "tuh bertiga bareng sama ratna sama winda" lanjutnya lagi. "udah ah ceritanya lanjut di kontrakan kita aja, keburu malem nih" ujar Fatma yang dari tadi diam menjadi pendengar setia. Kami segera berjalan barengan di trotoar jalan "kontrakan kita beda dua gang sama kost kalian" lanjut Fatma menjelaskan. Setelah beberapa menit berjalan kami pun sampai ke sebuah rumah minimalis yang asri. "yuk masuk" kata ratna pada kami semua, "wah enak ya rumah kontrakannya" kata beni "iyo ben adem" sahutku pada beni, kami berlima duduk di ruang tamu yang beralas karpet, sementara mereka berempat masuk ke kamar setelah sebelumnya menyiapkan beberapa cemilan dan minuman.
__ADS_1
"Oke terus apa yang mesti kita lakukan?" tanyaku setelah semua berkumpul di ruang tamu ini, semua saling pandang satu sama lain tiba-tiba reno nyeletuk "o ya gimana dengan cerita kost'an kami yang tadi, kak?", "udah ga usah pake kak atau mbak panggil nama aja" ujar ning ratna..
Mohon saran & kritiknya ya para reader jangan lupa tinggalin jempol manisnya buat penyemangat author dalam berkarya lebih baik lagi.
__ADS_1