
"Sante wae mbak, ra usah wedi ono si Jawir" (gak usah takut mbak) sahut andi sambil melempar kulit pisang ke arahku.
"Woo, Bed**s" makiku di sambut tawa yang lain, "kok tumben sepi mbak?" tanya ujang yang agak kepo,
"Iya mas, ramenya habis shubuh biasanya pas kereta pertama masuk" jawab si mbak sambil mulai menata dagangannya di etalase Touchscreennya.
"Ayo balik mushola" ajakku pada yang lain karena sayup² sudah terdengar suara pengajian dari mushola.
Setelah sholat kamipun merebahkan diri sejenak di pelataran mushola stasiun sebelum melanjutkan perjalanan ke kampus dan juga mencari kost untuk tempat berteduh selama di perantauan.
Setelah beberapa jam melalui perjalanan, akhirnya kami berlima sampai juga di depan kampus yang kami tuju, kami berjalan menuju pos satpam untuk menanyakan letak kantor sekertariat fakultas, berbekal petunjuk satpam kami melangkah menuju fakultas dan melewati danau kami beristirahat sejenak.
"Eh jang ada cewek tuh duduk sendirian, deketin berani gak?" colek si andi yang emang biang usil pada ujang,
"Hust, udu wong iku!!" (bukan manusia itu!!) sergahku serius pada mereka.
"Hah tenane wir, kae klambi kuning ayu lho?"( Serius wir, itu yang baju kuning cantik kok) jawab ujang.
__ADS_1
"Kae jal titeni (tuh coba lihat) jawabku.
Terlihat orang² berlalu lalang disekitarnya tanpa menyadari keberadaannya.
"Wes ojo rame ae, ayo ngleset sek" (udah jangan berisik, nyantai dulu) kata reno sambil mengeluarkan bacaan tebalnya, sambil makan gorengan sama².
"Ayo gek ndang ngumpulne berkas, trus golek kost'an" (ayo cepet ngumpulin berkas, trus cari kost) ucap beni di sambut anggukan kepala kami berempat.
Hampir kurang lebih 1 jam kami berkutat dengan pemberkasan sebagai calon mahasiswa baru di kampus ini.
"Alhamdullilah, beres" ucapku di amini mereka berempa.
"Ayo, mampir golek mushola sek lohoran"( ayo, mampir cari mushola dulu sholat dzuhur) ajakku ke mereka.
Kami pun segera berjalan meninggalkan kampus setelah bergantian membersihkan diri di toilet kampus.
"Grrrrr" terdengar suara geraman dari arah pohon dekat pintu gerbang kampus.
__ADS_1
"Wir, wir opo kuwi?"(wir, wir itu apa?) tanya ujang terkejut.
"Heleh biasa ucapan selamat datang" ucapku sambil melirik ke arah pohon ada sesosok hitam besar bebulu lebat, bermata merah sedang menggeram ke arah kami.
"Amit pakdhe nderek langkung"(permisi om numpang lewat) kata ujang di sambut tawa kami bersama.
"Mas, gimana udah?" teriak pak satpam dari posnya.
"Udah pak, makasih" ucap kami bersama sambil berlalu menuju gang di sebelah kampus kami.
Kamipun berhenti di mushola pinggir jalan untuk melaksanakan ibadah sholat dzuhur berjamaah sambil beristirahat sejenak melepas lelah di badan kemudian melanjutkan perjalanan.
"Lha kuwi gange, mampir warung sek yo rokokku entek"(tuh gangnya, mampir warung dulu ya rokokku abis) kata Reno.
"Galah koyo sepur"(mirip kereta api) ledek Beni di sambut tawa yang lain.
"Bang rokok sebungkus" kata Reno ke si abang warung yang asyik mendengarkan siaran lagu dangdut.
__ADS_1
Mohon dukungan dan masukannya ya reader, ini karya pertama, jangan lupa kasih dukungannya biar author lebih semangat lagi dalam menulis