
"Gimana kalo kita coba pecahkan misteri yang ada di kantin kampus dulu?" kata reno di jawab oleh anggukan yang lain. "o iya gimana dengan cerita kost'an kami setau kalian?" tanya beni, "wes kuwi gampang ben" (udah itu gampang ben) ucapku ke beni. "yo wes lah karepmu" (ya udah terserah) jawab beni menghela nafas..
"Gimana dengan nametag tadi?" tanyaku pada ratna, "o iya bentar", jawabnya sambil berlalu menuju kamar, "nih" katanya sambil menyodorkan papan nama bernama LESMANA S itu, andi yang terdekat dengan ratna menerima itu "kok panas wir?" tanya andi padaku "sing tenan kowe, ndelok?" (yang bener coba sini liat) kata ujang "iyo panas wir" lanjut ujang "ketok opo jang" (liat apa jang?) tanya reno, ujang pun tampak konsentrasi sejenak "piye" (gimana) tanyaku padanya "mobil sedan warna merah, plat H", jawabnya "SEMARANG" , tanyaku dijawab dengan anggukan kepala. "siapa kira-kira?" tanyaku pada para wanita yang juga ikut mendengar sambil memakan cemilan, "semarang ya?" tanya rina "apa jangan-jangan orang bagian TU yang di keluarkan sama pihak kampus karena kepergok bakar kemenyan di sebelah ruang latihan musik" jelasnya mengira-ira, "tapi apa hubungannya dengan penampakan di kantin?" tanya winda.
__ADS_1
"Wir, bagianmu nyoh" (tugasmu nih), "Wasem kowe giliran buntu di wehne aku" (sial*n udah buntu di kasih aku) baru saja mau aku terima nametag itu tiba-tiba ada aroma bunga kamboja disertai angin yang lumayan kencang "praaaang" terdengar sesuatu dijatuhkan dari arah dapur "aduh biyung opo kuwi wir?" (apaan tuh?) kata andi terlonjak kaget tapi tanpa menutup sebelah mata kaya kuis di tivi.
__ADS_1
"oke sekarang kita harus mulai dari mana? tanyaku pada semua orang "wes ngene ae wir, besok para cewek biar ke kantor cari informasi soal santi yang katanya hilang pas semester 2, sementara kita coba cari tentang si lesmana kuwi piye? kata andi mencoba membagi tugas "aku sih yes" kata beni "gak tau kalo mas jawir" di sambut tawa yang lain "bocah gemblung we" ucap ujang sambil meninju lengan kanan beni, "yo wes OKE, ayo saiki balik kost wes bengi iki meh jam 10" kataku pada mereka semua, "kalian berani kan cewek-cewek sendirian" tanyaku pada mereka, "Insya Allah berani" jawab winda dari belakang, akhirnya kami berlima pun undur diri setelah bertukar nomer hp sebelumnya.
"Ya udah kita pamit dulu ya" kata andi mewakili kami berlima, "iya udah hati-hati kalian di jalan", kata dina "siap boss" jawab andi lagi sambil memberi hormat layaknya tentara pergi tugas.
__ADS_1
Mohon saran & kritiknya ya para reader jangan lupa tinggalin jempol manisnya buat penyemangat author dalam berkarya lebih baik lagi.