Rumah Kost Angker

Rumah Kost Angker
Villa Cemara 2


__ADS_3

"Mas mau kopi atau teh" tawaran ratna mengejutkanku


"Eh anu kopi boleh deh" jawabku terkejut


"kenapa mas kok kaget" tanya ratna, "eh anu gakpapa" jawabku sambil menggaruk kepalaku yang tak gatal, hapeku bergetar tanda ada panggilan masuk tertera nama "Si Mbok" di situ.


"Assalamu'alaikum mbok" ujarku menerima panggilan


"Waalaikum salam, piye kabarmu le? (gimana kabarmu nak) tanya si mbok di seberang sana, "alhamdulillah sehat mbok" jawabku


"mbok sama bapak kangen le" jelas si mbok di sana


"njih mbok sehat-sehat kabeh yo" jawabku lagi


Tak terasa hampir setengah jam kami melepas rindu lewat suara.


"Aaaaaaaaaa" tiba-tiba terdengar suara teriakan dari arah dalam villa, kami pun segera berlari masuk, terlihat rina meringkuk ketakutan. "ada apa rin?" tanya dina yang langsung memeluk rina "iii...itu diatas tangga ada orang" kata rina sambil menunjuk ke arah tangga.



"mana sih ga ada apa-apa kok" sahut sandra sambil mendekat ke arah tangga

__ADS_1


"serius san, tadi aku lihat ada cewek belanda di tengah-tengah tangga" sahut rina menimpali


"Udah-udah kalian semua balik lagi ke kolam renang biar aku sama jawir yang ngecek" sahut ujang menimpali,


"eh ngomong-ngomong mang dodo kemana, bukanya tadi kamu bareng mang dodo masuk?" tanya ratna


"Tadi sih pamit keluar sebentar jemput anaknya ke rumah buat beres-beres villa" jawab rina menjelaskan


"Iya emang villa ini udah lama ga di tempatin" jawab sandra "kata bokap tadi mang dodo biasa di temenin anaknya 2 orang kalo pas lagi ada yang nyewa villa ini" jelas sandra lagi.


"cowok apa cewek anaknya san?" tanya beni


"Cowok ama cewek, kenape emang?" tanya sandra balik


"Ya wes yuk ke belakang" ajak ujang,


"Assalamu'alaikum" terdengar ucapan salam dari pintu masuk


"Waalaikumsalam" jawab kami bersama terlihat mang dodo bersama kedua putra putrinya masuk ke dalam villa.


"Maaf neng, aden mamang tadi keluar ga pamit dulu soalnya jemput Barudak ti bumi" jelas mang dodo pada kami semua.

__ADS_1


"Iya gapapa mang, yuk sekalian gabung" ajak sandra sambil mengamit tangan ujang. Kami pun kembali melanjutkan acara bakar-bakar di area kolam renang


"Mas, i...itu di balkon atas" ucap ratna sambil menunjuk ke arah balkon, aku segera melihat ke arah balkon "tunggu sini jangan kemana mana" kataku di jawab anggukan.


"beni, reno arah jam 9" teriakku sambil berlari ke dalam villa sementara mereka segera menyusulku, dan menuju balkon atas aura serta rasa di atas sangat dingin seperti ga pernah tersentuh manusia sangat banyak aktivitas gaib di sekitar sini.


"Wir piye?" (gimana) tanya reno


"Suwung" jawabku di iyakan oleh anggukan mereka berdua, kami segera menuju pintu yang mengarah ke balkon terdengar suara tangisan dari arah dalam, segera ku buka pintu itu hawa dingin menyeruak dari arah dalam kami pun melangkah ke dalam ruangan sayup - sayup terdengar keributan dalam bahasa yang sama sekali tak kami pahami mungkin bahasa belanda.


"Wie is hij? eerlijk antwoord geven" (siapa dia? jawab jujur) tanya seorang wanita bangsawan yang sedang ribut dengan suaminya sambil menunjukan sebuah foto


"niemand" (bukan siapa-siapa) jawab lelaki itu tegas, dengan pakaian petinggi tentara belanda di jamannya.


"oalah omong opo tho sampean kuwi lek - lek" (ngomong apa tho) celetuk reno


"ho oh ra mudheng" (gak paham) kataku dan beni menimpali.


"Dasar author GEMBLUNG malah kon ngurusi demit londho" (edan malah suruh ngurusi setan belanda) umpat jawir kesal.


"wes ayo ndang fokus" kata author

__ADS_1


Tanpa terasa badan kami bertiga tertarik kini berada di antara perkebunan teh, kira-kira hanya beberapa kilometer saja dari bangunan villa tempat kami menginap


Mohon saran & kritiknya ya para reader jangan lupa tinggalin jempol manisnya buat penyemangat author dalam berkarya lebih baik lagi.


__ADS_2