Rumah Kost Angker

Rumah Kost Angker
Awal Teror


__ADS_3

"Alhamdulillah" seru ust indra di ikuti oleh lainnya, "piye wir?" (gimana?) tanya andi. Jadi bangunan ini di bangun atas dasar "***pesugihan***" jelasku ke mereka semua, dan mbak K itu anak mereka yang namanya Heni yang di paksa buat menyerahkan keperawanannya sebagai *TUMBAL* buat si dukun lanjutku yang di amini oleh ustadz indra. "trus piye rencana sampean wir?, opo pengen pindah kost?" tanya andi.



Hmmmm, ku tarik nafasku dalam dalam "kita bantu \****dia***\* menuntaskan semua, piye?" tanyaku ke mereka, "C\*K, edan kowe wir" (gila kamu) seru roni yang sedikit terkejut dengan keputusanku, "piye carane?" (gimana caranya?) tanya roni lagi sambil menggaruk keningnya yang tidak gatal. "karena \****dia***\* akan tetap meneror semua penghuni kost ini sampai semuanya tuntas, karena cuma kita yang **bisa** merasakan dan melihat **kehadirannya** terutama sama kowe ndra" kataku sambil melirik ustadz indra "karena sampean kekasihnya" sambungku sambil meminum teh hangat yang di siapkan para sahabatku ini.


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


...----------------...


Pagi hari pun tiba kami pun bersiap dengan kuliah kami sebagai MABA, saat memasuki ruangan kelas tiba-tiba aku merasakan hawa dingin yang tak biasa kemudian kulangkahkan kakiku ke deretan bangku paling belakang sengaja aku memilih deret bangku paling belakang "***tiit...tiit...tiit***" suara sms hpku berbunyi **SI MBOK** segera ku buka isi pesan beliau "*le sinau sing temenan ojo kakean dolan*" ( belajar yang benar jangan banyak main ) isi pesannya segera ku balas singkat "*nggeh*" (iya), masih ku rasakan hawa dingin di kelas ini lalu ku edarkan pandanganku ke seluruh ruangan, ada beberapa makhluk berbungkus kain putih kusam di sudut-sudut ruangan ini, beberapa kakak tingkat masuk untuk mengisi materi pengenalan pertama di kampus ini.


__ADS_1



"*Kowe mau kemana*?" tanyanya, "*mau ke kantin ning eh anu mbak*" jawabku bingung, "*yo wes ayo tak terke*" (ayo ku antar)


sambung ratna ku jawab dengan anggukan kepala, sesampai di kantin ke empat sahabatku terlihat kebingungan melihat aku berjalan sama Gadis cantik berkerudung merah, hatiku terpikat terpana, tak cuma wajahnya yang indah, dia cantik dia salehah ( woy jangan nyanyi ini novel bukan lagunya WALI)😂 "wooo author GEMBLUNG" seru reno sambil ngelempar sepiring gorengan sama segenggam cabai hijau. 🤣🤣🤣


Nb: Ning adalah sebutan buat putri kyai di pondok pesantren

__ADS_1


Mohon saran & kritiknya ya para reader jangan lupa tinggalin jempol manisnya buat penyemangat author dalam berkarya lebih baik lagi.


__ADS_2