
"Kenalin gue Sandra" ujarnya sambil menyalami kami satu persatu, kami pun menyambutnya sambil menyebutkan nama kami bergantian. "gue tadi denger di TU rina lagi cari info soal shanti" sambungnya menjelaskan sementara kami berlima hanya diam mendengarkan, "jadi gini gaes sandra ini adalah sepupu shanti" kata rina ikut menjelaskan, "tapi san bukannya kamu dulu sempat mengajukan cuti waktu shanti di kabarkan hilang", tanya winda. 'hmm' "iya" jawabnya singkat sambil membuang nafas kasar. "beberapa hari yang lalu arwah shanty datengin gue dalem mimpi dia minta gue ungkapin semuanya" jelasnya lagi. "maaf sebentar aku potong, tapi apa yang mbak tahu dari kejadian ini?" tanyaku padanya, "panggil sandra aja, ga usah pake mbak emang gue mbak-mbak tukang sayur" jawabnya ketus. "owh oke" jawabku singkat.
"Sehari sebelum dia dinyatakan hilang dan 3 hari kemudian jasadnya di temukan oleh pihak kepolisian di garasi sebuah rumah kosong tertimbun sama barang-barang bekas, mereka sempat makan di kantin ini" lanjut sandra sambil menatap kosong ke arah langit-langit kantin, kemudian dia mengeluarkan sesuatu dalam tasnya 'sebuah undangan' kemudian meletakannya di atas meja, tak lama kemudian pesanan yang kami pesanpun datang, sambil menikmati cemilan dan minuman yang kami pesan kami melanjutkan obrolan yang sempat tertunda tadi. "maaf boleh kita lihat" ujar reno sambil mengambil surat undangan yang ada di meja "hmmm" jawabnya singkat, "buka no" kataku singkat 'LESMANA SURYADIPRAJA & SHANTI PRAWIRA', "lalu kita musti mulai pencarian darimana?" tanyaku pada sandra, "kabar terakhir dia ada di daerah bogor, kalo kalian mau kita ke sana hari sabtu ini, gimana?" jawab sandra lagi. "IKAN SEPAT, MAKAN KETUPAT, BERANGKAT" sahut ujang di amini anggukan yang lain, "Ya udah sabtu besok jam 10, gue tunggu kalian di parkiran kampus" kata sandra lagi. Akhirnya kami pun membubarkan diri masuk kembali ke kelas masing - masing.
__ADS_1
...****************...
...***...
__ADS_1
Setelah hampir dua jam perjalanan, kami pun memasuki wilayah bogor "wuih wir, ndi, jang kuwi istana bogor, wuapik eh" ujar beni saat mobil melintasi istana bogor, "sing kuwi kebun raya bogor" sementara yang lain hanya tersenyum melihat beni, ternyata cukup jauh juga dari pusat kota rumah lesmana ini, setelah melewati persawahan kami pun memasuki pemukiman warga, dan beberapa rumah "koyok neng kampung yo? kata ujang lagi - lagi di sambut senyuman oleh yang lain. Kami berhenti di sebuah rumah "yaqin ini rumahnya?" tanyaku, "alamatnya sih bener" kata sandra "Alhamdulillah"'ucap kami bersamaan, kemudian kami turun dari mobil sambil melakukan peregangan "ayo" kataku sambil melangkah masuk ke pekarangan rumah.
"Assalamu'alaikum, Maaf mau tanya pak, apa benar ini rumah Lesmana Suryadipraja" tanyaku pada seorang bapak yang sedang sibuk menyiram tanaman di pekarangan rumah tanpa menyadari kedatangan kami semua
__ADS_1
Mohon saran & kritiknya ya para reader jangan lupa tinggalin jempol manisnya buat penyemangat author dalam berkarya lebih baik lagi.