Rumah Kost Angker

Rumah Kost Angker
Kembali Kost


__ADS_3

"Mas, rencana selanjutnya gimana?" tanya Ratna kepadaku.


"Mungkin besok kita mau balik ke kost lagi buat beberapa hari ke depan" jawabku singkat.


"Lu yakin Wir?" tanya Sandra yang berada di samping Ujang yang serius mengemudi.


"Insya Allah San, lagian aku ngerasa ada sesuatu yang perlu kami selesaikan di sana" jawabku menjelaskan pada Sandra.


"Mas yakin?" tanya Ratna yang hanya ku jawab dengan anggukan.


"Iya Jawir bener" sahut Reno dari belakang.


"Dua minggu lagi kita UAS trus bulan depan kita ke pondok nikahan gus Fuad" jelas Beni.


Sekitar 45 menit perjalanan kamipun sampe di kontrakan, lumayan lelah juga setelah membersihkan diri kami segera makan bareng di ruang tv sambil menonton siaran film.


"Gaes gimana kalo kita pasang wifi, ntar gue yang bayarin pertamanya bulanannya kita patungan gimana?" usul Sandra tiba-tiba.


"Tapi kita kan belum ada yang kerja yang, duit darimana? tanya Ujang.


"Udah gampang bisa di atur masalah itu, eh Wir lu kapan ada waktu gue kemarin cerita sama bokap tentang yang kita semua alami selama ini sama cerita di villa waktu itu, kayanya bokap mau ketemu lu deh katanya ada yang mau di tanyain sama lu" terang Sandra dan menanyakan padaku.


"Ya udah gimana kalo hari sabtu kita ke rumahmu sama-sama" usulku ke Sandra.


"Oke deh deal ya, ntar gue bilang bokap makasih ya gaes" jawab Sandra terlihat senang.


Akhirnya kami semua beristirahat di kamar masing-masing


"Tring...tring" sebuah pesan singkat masuk ke dalam hpku.


"Udah tidur mas" tanya Ratna yang kontaknya kuberi nama HUMAIRA yang artinya kemerahan karena kalo malu pasti pipinya bersemu merah.


"Lumayan, kenapa?" tanyaku padanya.


"Gak, mau tanya emang bener besok mas sama yang lain mau balik kost itu" tanyanya kembali padaku.


"Insya Allah, mungkin sepulang kuliah sambil sekalian beresin kamar kan udah lama di tinggal" jawabku padanya.


Tak terasa alarm di hpku pun berbunyi tanda jam 4 pagi, satu persatu dari kamipun terbangun untuk bersiap melaksanakan sholat shubuh berjamaah setelah selesai kami mempersiapkan diri untuk ke kampus sementara para kekasih kami pun sibuk di dapur untuk memasak dan mempersiapkan sarapan pagi.

__ADS_1


Tepat jam 8 pagi kamipun berangkat menuju kampus untuk mengikuti pelajaran seperti biasa, dan tak ada sesuatu yang terjadi di hari senin pagi ini.


"Wir, Jang kantin yuk" ajak Andi.


"Kabari sing liyane Ndi" pintaku pada Andi.


"Siaaappp" jawabnya sambil berjalan ke kantin bertiga bersamaku dan Ujang.


Ternyata si Reno dan Beni belum sampe kantin, kami segera duduk di tempat biasa kami tempati sebelumnya pesan makanan kecil dan minuman.


"Assalamu'alaikum" Ucap Winda bersama yang lain.


"Waalaikumsalam" jawabku.


"Wir, kowe wes ketemu bu Ulfa belum" tanya Reno langsung duduk di depanku, hanya ku jawab dengan gelengan kepala sambil menikmati segelas kopi panas di depanku.


"Emange opoo Ren?" tanya Andi penasaran.


"Beda banget penampilane hari ini" jawab Reno menjelaskan.


"Beda gimana mas? tanya Winda yang langsung mengambil duduk di samping Reno.


Setelah hampir satu jam berada di kantin kami pun sepakat untuk balik ke kost untuk membersihkan dan merapikan kamar yang beberapa minggu kami tinggalkan.


"Wir, bungkus nasi gak?" tanya Ujang.


"Ntar aja di warteg deket kost'an" jawabku.


"Siap bos" jawab Ujang bercanda.


Akhirnya sampai juga kami di kost, suasana nampak lengang mungkin masih banyak yang bekerja dan kuliah sementara kamar Heni tampak kembali terisi, kami langsung naik ke atas menuju kamar kami masing-masing dengan di temani kekasih masing-masing.


"Assalamu'alaikum" ucapku ketika memasuki kamar, sambil ku buka gorden penutup jendela.


"Mas, spreinya Nana ganti ya ntar di laundry sekalian aja" izin Ratna padaku.


"Iya, itu gantinya ada di lemari" jawabku sambil tersenyum.


"Alhamdulillah selesai juga" ucapku sambil duduk di kasur dan bersandar ke dinding.

__ADS_1


"Iya mas Alhamdulillah" balas Ratna sambil membawa segelas teh hangat ke kamar kemudian duduk di sampingku.


"Tadi di depan ketemu siapa aja dek" tanyaku menggoda Ratna.


"Sepi mas, kamar Ujang di tutup, kamar Reno juga di tutup" jawabnya menjelaskan, sementara aku hanya senyum - senyum sendiri mendengar penjelasannya sambil menyalakan tv kemudian kembali ke atas kasur sambil meminum teh hangat untuk menyegarkan badan, tiba - tiba kepala Ratna bersandar di bahuku lalu ku lingkarkan lenganku di lehernya.


"Mas, emang kenapa ga pindah kost aja sih" tanya Ratna tiba-tiba.


"Emang mau pindah kemana?" tanyaku balik padanya sambil memijat lengan kanannya lembut.


"Kenapa gak ngontrak bareng-bareng serumah kaya kami" katanya memberi ide.


"Emang ada yang harga murah sayang?" tanyaku padanya.


Kami pun saling memandang cukup lama, semakin berdekatan satu sama lain, saling meraba, saling cumbu semakin terlena dalam kenikmatan duniawi sesaat hingga mengalahkan segalanya, hingga kamipun tertidur dalam satu selimut berpelukan tanpa menggunakan selembar baju yang terlempar entah kemana.


Suara Adzan Shubuh membangunkanku, ku lihat di sampingku seorang bidadari tertidur dengan nafas teratur, ku kecup lembut keningnya, Ratnapun membuka matanya.


"Mas, kita....." ucapnya terhenti seakan terkejut dengan apa yang telah terjadi, akupun mengangguk dan memeluk untuk menenangkannya.


"Love you" bisikku ke telinganya, yang berhasil membuat pipinya memerah karena malu.


Aku pun segera keluar menuju kamar mandi untuk membersihkan diri kemudian menjalankan sholat shubuh, saat kembali ke kamar aku melihatnya memakai kaos bola milikku dengan rok panjangnya tanpa jilbab.


"Mas Nana pinjem bajunya" ucapnya meminta izinku, sementara aku hanya mengangguk dan tersenyum padanya.


"Hari ini mau ngampus atau gak?" tanyaku setelah selesai sholat shubuh.


"Iya lah mas, hari ini ada ujian" jawabnya sambil memakai jilbabnya.


"Mau kemana?" tanyaku heran.


"Mau mandi mas sekalian mau keramas" jawabnya membuatku tersenyum sendiri.


Segera ku nyalakan televisi, sambil membuat dua gelas teh hangat, kemudian merapikan selimut ku lihat ada bercak merah di sprei yang membuatku merasa sedikit bersalah padanya.


"Assalamu'alaikum" ucapnya saat memasuki kamar.


"Waalaikumsalam, udah seger?" tanyaku padanya, hanya di jawab anggukan dan senyuman.

__ADS_1


Mohon saran & kritiknya ya para reader jangan lupa tinggalin jempol manisnya buat penyemangat author dalam berkarya lebih baik lagi.


__ADS_2