Rumah Kost Angker

Rumah Kost Angker
Ujian


__ADS_3

"Mas punya parfum gak" kata Ratna sambil membetulkan jilbabnya.


"Ada tuh di rak" jawabku yang sudah bersiap ke kampus.


Tak lama semua pun keluar dari kamar dan menuju kampus dengan berjalan kaki, dan bercanda sepanjang jalan. Akhirnya kamipun berpisah menuju fakultas masing-masing.


"Wir, Ndi kemarin Sandra ngomong kenapa kita gak ngontrak rumah aja koyok mereka" Ujar Ujang saat kami memasuki kelas.


"Iyo Ratna juga ngomong ngunu sih" jawabku pada Ujang.


"Wes lah nanti di bahas neh sekarang mending kita siap-siap buat ujian" kata Andi menghentikan percakapan kami, di barengi dengan masuknya dosen pengawas di ruangan kami.


Setelah hampir 2 jam kami berkutat dengan soal ujian bel istirahat pun berbunyi.


"Gas kantin yuk" ajak Ujang pada kami berdua.


"Ayo luwe aku" jawabku pada Ujang.


"Iyo podo Wir" ujar Andi menyahuti.


'Tring...tring' suara aplikasi hijauku berbunyi siapa lagi kalo bukan dari bidadari pujaan hatiku.


"Mas udah di kantin belum?" tanya Ratna padaku.


"Ini mau ke kantin sama yang lain" Jawabku padanya.


"Nana pesenin seblak ya mas biasa aja jangan komplit" pintanya padaku.


"Siap bu bos" jawabku singkat


"😘" balasnya lagi.


"kalo udah cepetan ke buru dingin" balasku padanya.

__ADS_1


"Iya mas sayang" jawabnya membuatku senyum-senyum sendiri.


Aku pun pergi untuk membeli empat mangkuk seblak spesial.


"Assalamu'alaikum" ucap rombongan para cewek.


"Waalaikumsalam" jawab kami secara bersamaan.


"Win, Reno ngubungin kamu gak?" tanya Ujang pada Winda.


"Enggak tuh biasane bukan sama kalian ya?" tanya Winda pada kami.


"Wes ayo duduk, paling bentar lagi juga dateng" kataku mencoba menengahi perdebatan mereka.


Tak lama kemudian terlihat Beni dan Reno berjalan ke arah meja kami.


"Nah itu mereka" kataku pada para sahabatku.


"Sorry rek telat" kata Reno pada kami semua.


"Eh mas, gimana usul Nana kemarin, soal kontrakan rumah?" tanya Ratna padaku.


"Menurutku mending kita selesain waktu kost kita dulu sampai akhir bulan" jawabku menjelaskan.


"Nah bener kui setuju aku karo Jawir" kata Andi.


"Terus sabtu ini kita jadi kan San?, sekalian anter Ujang lamar sampean" celetuk Reno di sambut tawa yang lain


"Wo lambeemu No" jawab Ujang sambil melempar lombok dari piring gorengan, di sambut tawa yang lain.


"Udah sekarang kita fokus ujian dulu" usulku pada yang lain yang langsung di setujui oleh mereka


...****************...

__ADS_1


...****************...


Hari terakhir Ujianpun tiba, seperti biasa kami semua bersemangat untuk masuk kelas di kost serta kampus belum ada kejadian yang janggal selama beberapa hari ini.


Yah beberapa hari ini bisa membuat kami tenang dan fokus menghadapi ujian setelah kelas selesai kamipun berkumpul di kantin seperti biasa.


"Sandra, gimana besok jadi?" tanyaku pada Sandra.


"Iya dong Wir, bokap udah gue kasih tau dan dia minta kalian nginep besok kita berangkat pagi terus sorenya kita diajak ke apartmentnya di deket kampus" ujar Sandra cerita panjang lebar.


"Apartment?, mau ngapain yang?" tanya Ujang yang hanya di jawab Sandra dengan mengangkat bahunya tanda tak tahu.


"Ya udah kalo gitu nanti malam tidur kontrakan aja, biar besok gak kesiangan" celetuk Winda.


"Nah setuju gue Win" jawab Sandra tiba-tiba.


Akhirnya kamipun kembali ke kontrakan pada cewek, dengan berjalan kaki, saat sampai di kontrakan kamipun berkumpul di ruang tamu.


"Gaes kontrakan kita kan mau habis nih akhir tahun ini" kata Sandra tiba-tiba.


"Terus mau di perpanjang gak?" tanya Sandra lagi.


"Ya kalo gak diperpanjang mau tinggal dimana kita?" tanya Rina yang sedari tadi diam.


"Gampang itu serahin gue" kata Sandra.


"Ya wes paling ga udah ada solusi untuk masalah kontrakan" kataku pada yang lain.


"Wir, bentar" kata Beni.


"Opo Ben" tanyaku padanya.


"Engko wae lah gampang" kata Beni terlihat gelisah

__ADS_1


Mohon saran & kritiknya ya para reader jangan lupa tinggalin jempol manisnya buat penyemangat author dalam berkarya lebih baik lagi.


__ADS_2