
Hari demi hari berlalu begitu cepat, hingga berganti bulan. Ida pun mencoba memperbaiki keadaan, ia mencoba lebih halus dan mencoba munundukkan ego nya. Ida pun mulai mengurangi aktivitas di luar rumahnya, antar jemput wicky pun mulai masuk list hari-hari nya yang biasa nya d lakukan oleh supir atau Hans jika tidak sibuk.
Ya, Hans walau bersikap dingin pada Ida, tapi tidak dengan anak-anak nya, boleh di bilang he is a good father's, dan anak-anak sangat mengidolakan ayah mereka. Maka Ida pun mencoba lebih intens bersama anak-anak nya, termasuk menjemput Alex yang akan mengakhiri pendidikannya di luar kota. Membuat mereka berkumpul seperti 1 keluarga.
***
Di sisi lain...
Karenina terus berjuang agar dapat lulus sekolah dengan baik, ia pun mulai mempelajari bisnis hotel ayahnya, karena ia memang manargetkan dirinya untuk bisa bekerja sedini mungkin, tak ada yang memaksa, Karenina memang lebih suka menyibukkan diri dengan sesuatu yang di anggap nya penting dan berguna. Ia pun sudah mendapatkan tempat kuliah yang ada kelas karyawan nya hingga dengan mudah dia mengatur jadwal kerja dan kuliah. Kerja pagi sampai sore, dan malamnya kuliah. Senin sampai Jumat pasti nya akan menjadi hari yang melelahkan bagi Karenina nantinya.
****
Hari kelulusan...
__ADS_1
Tak ada usaha yang mengkhianati hasilnya, dan usaha Karenina tidak sia-sia, ia lulus dengan nilai yang memuaskan, belum lagi dengan juara 2 yang di raihnya pada saat mewakili kota nya untuk lomba debat mengenai lingkungan hidup dalam bahasa inggris, sungguh kebanggaan tersendiri bagi keluarga dan sekolahnya, apalagi walikotanya tempat ia tinggal. Karenina pun makin populer di penghujung akhir sekolahnya. Karena bagi Karenina percuma memiliki wajah cantik, tapi otak nya tak punya isi, itu prinsipnya.
Malam ini, malam terakhirnya menyandang status pelajar, ruangan ballroom hotel M sengaja di pilih pihak sekolah untuk merayakan kelulusan siswa siswi nya, Karenina yang tampak cantik dengan kebaya berwarna navy yang di kenalannya, mama nya sengaja memanggil profesional make up dari salon langganannya agar dapat merias wajah putrinya. Mamanya tak ingin Karenina tampil biasa saja, karena baginya ini momen spesial yang tak akan terlupakan.
Malam kian larut, Karenina benar-benar menikmati dan mengikuti acara demi acara yang di suguhkan oleh pihak penyelenggara, sampai pada malam puncaknya dimana setiap siswa siswi dan para pengajar bertukar kado sebagai bentuk rasa terima kasih. Karenina yang biasa nya tenggelam dalam konsentrasi belajarnya,kini membaur dengan teman-temannya, jangan kaget Karenina tidak mempunyai teman dekat bahkan sahabat, dia suka menyendiri, tak suka berbaur, tapi kali ini ia memilih berbaur, bercengkrama, bersenda gurau, menikmati detik-detik terakhirnya karena setelah malam ini, entah kenapa ia mungkin tidak akan pernah dapat merasakan kebersamaan seperti ini lagi.
Selamat tinggal masa kanak-kanak...
dan Ku harus berhasil...
****
Senin pagi di ruang makan
__ADS_1
"sudah siap bekerja" kata Papa jya
"siap dong pa" jawab Karenina tegas, "nanti Nina kerja bagian apa pa?" tanya nya penasaran karena papanya tak pernah membicarakan posisinya di kantor sebagai apa.
"karena kamu masih harus banyak belajar, jadi posisi asisten pribadi cocok untuk mu, dasar perusahaan sudah kamu kuasai, jadi tinggal mematangkan strategi bisnis, kalau kamu jadi asisten pribadi tentunya kamu bisa lebih belajar sambil praktek sekalian" ucap papa nya meyakinkan walau Nina merasa heran karena setau Nina, papanya sudah punya aspri sendiri....
******
Maafkan saya yang baru up...
Mohon comment, like, dan vote nya
Terima kasih
__ADS_1