Sampai Disini Cinta

Sampai Disini Cinta
Malam di Ginza


__ADS_3

Beefsteak Kawamura, restauran steak yang terletak di kawasan Ginza Tokyo, Jepang. Disinilah kami duduk mendengarkan cerita sang koki yang sambil memasak untuk kami, ia memberi kami pelajaran sejarah tentang sapi Tajima, daging sapi Kobe, dan seluruh proses pertanian ke meja di Jepang untuk memastikan bahwa daging sapi yang kami makan adalah asli dan berkualitas tinggi.


Makanan kami sederhana. Salad selada dasar, sup dan daging sapi segar dengan irisan bawang dan zucchini.


Daging sapi, di sisi lain, lembut dan berair. Banyak sekali marmer dan lemak di setiap gigitan. Dimasak dengan sempurna di depan kami.


Setelah sang koki selesai memasak dan menghidangkan nya di depan kami.


"Kau suka" tanya Hans di sela aktivitas makannya


"Heemmm"


Hening

__ADS_1


Kenapa Nina irir sekali kalau ngomong, tak bisa kah seperti kebanyakan perempuan lain yang selalu mencari cara untuk mengobrol lama dengan ku, sialnya selalu akimu yang memutar otak untuk bisa dekat dengan nya. Batin Hans bermonolog lagi dengan kesalnya.


Mereka pun menghabiskan makanan mereka dengan tidak begitu banyak bicara hanya dentingan garpu, pisau, dan sendok yang mendominasi mereka berdua.


Akhirnya Hans memutuskan untuk mengajak Nina jalan-jalan sebelum kembali ke hotel karena Ginza dianggap menjadi salah satu jantung pusat kota Tokyo bagi kebanyakan wisatawan, maka sayang jika di lewatkan.


Distrik ini terletak di antara Imperial Palace dan Yurakcho di satu sisi sampai ke kawasan Pasar Tsukiji di sisi lain. Ginza merupakan salah satu distrik paling ramai di Tokyo dan hampir 24 jam sehari aktifitas tak ada hentinya di distrik ini.


Yach, shopping. Perempuan mana yang tak suka shopping. Maksud hati Hans agar Nina suka dan berbelanja. Tapi di luar dugaan, Nina hanya melihat-lihat, tanpa terlihat tertarik sedikit pun.


Hans pun memutuskan untuk menyudahi acara jalan-jalan yang tak berfaedah ini. Karena yang di lihat sedari tadi hanya wajah datar dari Nina.


Mobil mereka pun menuju The Peninsula Hotel dimana mereka menginap.

__ADS_1


Hotel ini termasuk hotel bintang 5 yang mewah di Ginza. Hotel yanng merupakan hotel pencakar langit mewah dengan 24 lantai. Hotel ini juga terletak tepat di tepi Istana Kekaisaran yang menghadap ke parit istana dan taman utama.


Peninsula Hotels Group dikelola oleh Malcolm Thomson, yang sebelumnya mengelola Park Hyatt Tokyo, dan Hans salah satu pemegang saham di Hotel ini. Pada bulan Januari 2012 hotel ini dianugerahi sebagai salah satu dari 500 hotel teratas di dunia oleh majalah Travel + Leisurures.


Hotel ini memiliki spa indoor yang juga dianugerahi penghargaan Readers Choice 2011 untuk Spa favorit di Jepang oleh Spa Finder USA. Hotel ini menawarkan 314 kamar, 4 restoran, pusat bisnis, layanan internet gratis, dan spa & layanan kesehatan lengkap yang mencakup kolam renang dalam ruangan.


Hotel ini juga menawarkan berbagai macam ukuran ruangan, mulai dari 2 kamar single bed hingga suit deluxe dimana Hans dan Nina menginap. Wajar saja Hans mendapat kamar suit deluxe memandang ia sebagai salah satu pemegang sahamnya.


Tak terasa mereka berdua sudah berada di kamar hotel, Nina pun membersihkan dirinya dan menggantinya dengan piyama tidurnya.


Hans yang sedari tadi seperti tak di anggap oleh Nina memilih menenggelamkan diri di balik selimut tidurnya. Nina yang paham akan hal itu hanya tersenyum dan naik ke atas ranjang mendekati Hans dan memeluknya dari belakang mengucapakan "terima kasih Om, Nina senang, Nina sayang Om"


Hans yang mendengar itu segera membalikkan badannya dan membalas pelukan Nina serta mengecup ujung kepala Nina. Mereka pun terlelap dengan sejuta kehangatan dalam dekapan.

__ADS_1


__ADS_2