Sampai Disini Cinta

Sampai Disini Cinta
Hans


__ADS_3

Harus seberat ini kah memperjuangkan mu? Kenapa kau tak bisa memberiku kesempatan memperjuangkanmu? monolog Hans sesaat setelah mendapat kabar dari Alex putra nya kalau sebenarnya Karenina telah dijodohkan lama dengan temannya sejak kecil.


Hans pun sejak berita itu di dengarnya, sudah menyuruh David menyelidiki kebenarannya, karena kebersaan mereka di Jepang tak pernah sekalipun Karenina menyinggung lelaki lain, selain sepupu yang telah melecehkannya.


Lamunan Hans pun buyar ketika David masuk ke ruangan kerjanya.


"Bagaimana?" tanya Hans yang sudah tak sabar lagi mengetahui kebenarannya.


"Bisa saja benar, bisa juga salah" ucap david dengan tenang.


"Jangan main-main David, aku tidak suka milikku di ambil oleh siapa pun, dengan Alex pun aku tidak ingin mengalah!!!" ucap Hans dengan berapi-api.


"Begini bos, Alan dan Nina sudah berteman lama, mereka tetangga, ayah Alan sangat menyukai Nina karena ia sangat menginginkan anak perempuan, tapi karena ibu nya Alan memiliki penyakit jantung yang sudah akut, jadi dokter melarangnya untuk hamil lagi, karena itu sangat beresiko, jadilah Karenina di anggap sebagai anak di keluarga Rukmana, itu versi pertama. Yang ke dua, melihat kedekatan Alan dan Nina, keluarga menganggap mereka berpacaran, di dukung dengan kenyataan Alan tidak pernah sama sekali dekat dengan perempuan lain selain Nina. Seluruh teman Alan pria, satu-satu nya perempuan hanyalah Nina. Banyak perempuan yang ingin mendekatinya, tapi tak pernah berhasil bahkan hanya berkenalan pun Alan tak pernah memberi mereka kesempatan. Begitulah bos, silahkan simpulkan sendiri"


"Begitu ya, selama di Bandung apa mereka benar-benar tinggal bersama seperti yang dikatakan Alex"

__ADS_1


"Tidak bos, Alan tinggal di rumah keluarganya, sedangkan Karenina tinggal di apertement miliknya. Alan hanya terlihat mengantar saja setelah kedatangan Nina, beberapa hari ini sudah tak terlihat lagi Alan mengunjunginya. Tapi keluarga Alan sepertinya mengirim orang untuk menjaga Karenina dari kejauhan, mungkin hanya untuk berjaga - jaga, karena di Bandung sendiri Karenina sudah di kenal sebagai perempuan yang akan bersanding dengan pewaris kedua Rukmana Group tersebut."


"Apakah memang sudah ada pembicaraan kedua keluarga tersebut"


"Tidak ada bos, semua pandangan dari keluarga besar mereka saja, dan orang-orang yang mengenal mereka berdua, karena Alan hanya membawa Karenina setiap ada event, baik itu dalam keluarga, perusahaan maupun teman-teman Alan."


"Apakah Alan begitu dekat dengan Nina?"


"Bisa ya bisa tidak bos. Alan memang jarang bersama Karenina, tapi Karenina selalu dalam pengawasannya, terbukti dengan adanya pengawal tersembunyi nya itu"


"Lalu Alex bagaimana?"


"Tuan muda Alex tidak pernah terlihat lagi menemui Karenina. Mungkin karena konsentrasi pada turnamen basket yang akan di ikutinya. Tuan muda Alex hanya beberapa kali melakukan panggilan, chat, maupun vidio call, tapi sangat disayangkan disayangkan. Karena Karenina tak pernah menanggapi nya. Tapi Tuan Muda Alex sepertinya masih gigih"


Hufft.... Haruskah aku bersaing dengan mereka berdua?????

__ADS_1


"Oh ya, bagaimana nanti malam? apakah semua disiapkan? aku tidak ingin ada tikus-tikus yang ingin mengambil barangku"


"Tenang bos, easy... semua sudah di atur di Pelabuhan nanti malam, di jamin barang-barang bos aman dari tikus-tikus pengaggu"


"Good... kabari terus perkembangan nya, nanti malam aku sendiri yang cek barang, karena ini pemasok baru kita, aku tak ingin ada kesalahan"


"Baik bos... maaf, apa Karenina masih terus di awasi"


"Tak usah, setelah ini beres, aku sendiri yang akan membawa pulang. Kau fokus urus kedatangan barang kita saja"


"Baik bos, laksanakan"


David pun berlalu untuk melakukan persiapan tugas malamnya. Dan Hans pun kembali memikirkan cara membawa kembali Karenina nya.


Tunggu aku sayang, kali ini kita harus bersama, tak peduli apa pun itu...

__ADS_1


__ADS_2