Sampai Disini Cinta

Sampai Disini Cinta
Penolakan


__ADS_3

"Rencana apa Mah?" tanya Alex pada mamanya sambil menduduknya dirinya di samping mama nya dan Nina di samping papanya.


"Rencana pertunangan mu dan Nina lah sayang, bukankah ini yang kau inginkan?" ucap Ida


"Mamah..." ucap Alex sambil menelan air liurnya dengan wajah memerah, karena tak di sangka ucapan mama nya tempo hari benar-benar diwujudkan.


Nina pun tak kalah kaget nya, tak tau mesti berkata apa, hanya mampu menatap nanar sang ayah.


"Maaf Da, bukan saya menolak, hanya saja waktu nya yang belum tepat, lihatlah wajah mereka berdua yang kaget seperti itu, ku rasa mereka belum siap" Sela Pras mencoba memahami putri nya yang sepertinya tak menginginkan perjodohan ini.


"Alex, bagaimana menurutmu?" tanya Ida pada anaknya.


"Alex menyerahkan keputusan pada Nina, Mah. Alex tak mau memaksa" ucap Alex yang merasa tak enak hati jika memaksakan keinginannya bertunangan pada Nina, karena bagaimana pun juga mereka baru saja berbaikan.


"Nina???" tanya Ida

__ADS_1


"Maaf Tante, Nina belum bisa saat ini" jawab Nina singkat.


"Sudahlah jangan kau paksakan...." ucap Hans yang terpotong karena mendapatkan sorotan tajam dari Ida, lalu memilih diam.


"Begini saja Da, saya sebagai orang tua setuju saja, hanya saja yang menjalanikan Alex dan Nina, jadi biarkan mereka selayaknya teman dekat saja dulu tanpa embel-embel tunangan, toch kalau jodoh tak akan kemana, bukan begitu nak Alex" ucap Laura berusaha menengahi, karena menurutnya suami dan anaknya tidak menyukai pertunangan ini.


"Alex ga papa Tante, yang penting Alex bisa dekat dengan Nina seperti dulu" jawab Alex lirih.


"Oh ya tentu saja. Nina tak begitu banyak mempunyai teman, tante senang kau berteman dengan Nina, rumah kami pun selalu terbuka untukmu" ucap Laura yang paham akan kekecewaan Alex.


Akhirnya rencana pertunangan Alex dan Karenina sepakat tak akan di laksanakan. Membiarkan mereka dekat sampai tiba waktu nya jika mereka ingin menikah, karena bagaimanapun juga Nina tak memiliki pacar ataupun teman dekat seperti Alex, begitulah kesepakan antar orang tua yang di tanggapi dengan senang hati oleh Alex tapi tidak dengan Hans dan Nina.


Di kamar Pras dan Laura


"Kenapa kau menolak Alex mas?" tanya Laura pada suami nya.

__ADS_1


"Yang benar saja kamu, Hans menyukai anak kita, bahkan mereka diam-diam sudah berhubungan, aku bahkan sedang berusaha menjauhkan Nina dengan Hans. Kalau aku menerima anaknya bertunangan dengan Nina, hubungan Hans dan anaknya sudah pasti akan bermasalah, tak kah kau perhatikan bagaimana sikap Hans tadi, dia diam, tapi sorot matanya penuh dengan emosi."


"Benar juga, jadi apa rencana mu selanjutnya"


"Aku akan mengirim Nina untuk kuliah di Bandung, biar dia lebih konsentrasi pada kuliahnya, aku sudah menghubungi Alan untuk menjaga Nina selama disana"


"Alan teman Nina yang cupu itu maksudmu mas?"


"Iya, Alan siapa lagi, hanya dia satu-satu nya teman terdekat Nina, lagipula Nina sudah seperti anak sendiri di keluarga Alan, aku lebih tenang jika Nina bersama nya, anak itu selalu bisa di andalkan"


"Terserah kau saja, terus kuliah Nina disini bagaimana?"


"Ya ga usah di terusin lah, Alan sudah mengurus perkuliahan Nina di Bandung. Jadi nanti Nina tinggal masuk aja."


"Kau sepertinya sudah merencanakan semuanya?"

__ADS_1


"Semenjak pengakuan Ida tentang kedekatan anak kita dengan suaminya, semenjak itulah Mas mulai merencanakan kepindahan Nina"


Laura pun hanya menganggukan kepalanya, tanda ia paham akan maksud suaminya.


__ADS_2