
Disini Karenina menapakkan kakinya selepas pesawatnya mendarat di kota kembang Bandung. Kota metropolitan terbesar ketiga di Indonesia setelah Jabodetabek dan Gerbangkertosuro.
Kota ini juga tercatat berbagai sejarah penting, diantaranya sebagai lokasi ajang pertempuran pada masa kemerdekaan yakni peristiwa Bandung Lautan Api, dan tempat berlangsungnya Konfrensi Asia Afrika yang menyuarakan semangat anti kolonialisme, serta tempat berdirinya sebuah perguruan tinggi teknik pertama di Indonesia, apa lagi kalau bukan Institut Teknologi Bandung atau yang di kenal dengan ITB.
Ngomong-ngomong ITB, kali ini Nina sedang menatap mahasiswa ITB jurusan Informatika yang menghampirinya dengan senyuman khas nya.
"Hai... akhirnya.... Bandung your choice" senyuman mengejek itu terpampang jelas di wajahnya, sambil mengambil koper Nina dan berjalan menggiring Nina menuju parkiran.
Nina pun males berkomentar karena tau Alan akan mengejeknya. Nina hanya mengikuti langkah Alan yang membawanya ke mobilnya.
"Jadi kemana kita?" tanya Alan sebelum melajukan mobilnya.
__ADS_1
"Apartemenku lah" jawab Nina singkat.
"Kenapa tak bersama ku saja? Tante Yuyu juga akan senang, sekarang semenjak Ka Regy menikah dia tinggal di rumah nya sendiri, hanya aku dan tante Yuyu di rumah, itu pun kami juga jarang bertemu, tante sibuk dengan karirnya, ku sibuk dengan tugas kuliah yang tak ada habisnya, kalau kamu ada di rumah, paling tidak ada yang ku jahili sepulang kuliah, wkwkwkwkwkkwk"
"Mau mu!!! Ogah!!!"
Seperti biasa sepanjang jalan menuju apartemen dihabiskan Alan meggoda dan mengejek Nina. Saling bertukar cerita tanpa bumbu cinta, hanya canda yang tersirat.
Alan sahabat Nina, dari kecil bersama karena mereka tetanggaan di Balikpapan, namun karena keluarga besar orang tua Alan ada di Bandung, jadilah Alan berkuliah di Bandung setahun lalu, seakan tradisi, karena Ka Regy juga kuliah disana lalu nerusin usaha keluarga Rukmana, dan menikah dengan perempuan yang masih ada hubungan saudara dengan keluarga besarnya, bisa di bilang perjodohan, tapi nampaknya mereka saling menyukai, itu yang di lihat Nina sewaktu mengahadiri pernikahan ka Regy. Sedang Alan, ntahlah... ia menyukai dunia IT, dan tak pernah dekat, bahkan mendekatkan diri pun tidak dengan keluarga mama maupun papanya. Malah yang lebih terkenal dekat adalah Nina, karena Alan selalu menyuruh Nina mendampinginya setiap acara keluarganya, mama dan papa Alan pun tak keberatan, karena mereka ingin sekali anak perempuan, maka berkembanglah spekulasi kalau Nina dan Alan sepasang kekasih, namun juga ada yang beranggapan kalau Nina sekedar anak bontot dari Dady Wawan dan Mom Aty, orang tua Alan.
***
Di dalam apartemen Nina.
"Kau yakin tinggal disini sendiri" kata Alan sambil merebahkan dirinya di sofa.
__ADS_1
"Kenapa tak yakin? ku sudah terbiasa hidup mandiri, tak akan sulit" jawab Nina yang merebahkan dirinya di samping Alan sambil membawa air putih. "maaf, cuma air putih yang ada disini"
"It's OK" Alan pun meneguk tandas air putih tersebut.
"Aku balik ya, mobil ku tinggal, selama di Bandung pakai saja mobil itu, aku ga bisa jadi supir pribadimu, tugas kuliah ku seakan tak ada habisnya, week end ku jemput, kita ketemu keluarga besar, mereka pada kangen sama kamu, males aku di tanya mulu."
Nina pun memonyongkan bibirnya, seakan belum puas ketemu sama makhluk yang di hadapannya.
"Cepatlah cari cewe', biar mereka ga nanya aku lagi, kamu jangan bergelut sama komputer mulu, belajar boleh, tapi umurmu sudah waktunya punya pacar".
*cewe' \= pacar
Seperti biasa hanya di balas senyuman oleh Alan, dan mengecup dahi Nina "ku pulang dulu ya, call me kalau mau kemana mana biar aku tau kamu dimana, ok!".
Nina pun mengangguk dan melihat Alan menghilang di balik pintunya.
__ADS_1
Nina pun beranjak dari sofa nya, dan bermaksud membereskan barang-barangnya yang di bawa dari Balikpapan. Belum juga sampai di kamarnya, suara ketukan pintu mengagetkannya, sejenak berpikir siapa???