Sampai Disini Cinta

Sampai Disini Cinta
Tak kan melepasmu


__ADS_3

Nina pun beranjak dari sofa nya, dan bermaksud membereskan barang-barangnya yang di bawa dari Balikpapan. Belum juga sampai di kamarnya, suara ketukan pintu mengagetkannya, sejenak berpikir siapa???


Nina pun mengurungkan niatnya ke kamar, membalikkan badannya menuju pintu untuk mengetahui tamu tak terduganya, karena sudah bisa di pastikan itu bukan Alan, karena Alan punya key lock apartemen Nina, hanya dia yang punya akses masuk satu-satu nya selain Nina dan orang tuanya.


Dan pintu pun terbuka...


"Alex????????????????" Nina tak mampu berkata lagi, betapa terkejutnya Nina mengetahui Alex sudah ada di hadapannya.


"Kenapa? terkejut?" ucap Alex


"Kau??? Bagaimana bisa???" tany Nina yang masih dalam mode terkejutnya.


"Bisa aku masuk dulu?"


"Oh ya silahkan"


Nina pun mempersilahkan Alex duduk di sofa ruang tamu dan meninggalkan ke dapur mengambilkan air putih untuk Alex.


"Ini minum, maaf air putih doang, ku baru nyampe"


"Iya, aku tau"

__ADS_1


Nina pun mengernyitkan dahinya.


"Aku melihatmu di bandara, bahkan kita satu pesawat, kamu aja yang banyak ngelamun, jadi ga nyadar. Aku ada turnmen basket selama seminggu di Bandung, sebenernya masih minggu depan, tapi entah kenapa jadwalnya di majuin, jadi disinilah aku sekarang, kamu sendiri kenapa pergi kesini? bukannya kamu kuliah di Balikpapan, setau ku dari mama kau juga kerja sambilan ikut papaku?" tanya Alex yang memang penasaran sedari tadi sewaktu di check in di Bandara Balikpapan.


"Aku di suruh papa fokus kuliah, ku juga dah resign dari kantor papa mu"


"Kenapa mesti Bandung? bukannya kamu sudah daftar di kampus Balikpapan?"


"Biar lebih fokus kata Papa, kalau di Balikpapan tau sendiri kan, disana mahasiswa nya banyak yang sekedar kuliah hanya mencari gelar, karena rata-rata mereka PNS atau bahkan baru pegawai honorer, trs juga kelas mahasiswa murni disana cenderung sedikit, mayoritas mengutamakan karir di atau perkuliahan, beda kalau di daerah Jawa, anak kuliah ya kuliah, walaupun ada yg side job mereka mengutamakan kuliahnya, karena takut di DO, Balikpapan mana ada yang takut DO, Dosen ama Mahasiswa dah kaya temen aja, ga ada takut takutnya." Jawab Nina yang berusaha logis dengan keadaan mahasiswa di daerahnya, walau itu hanya sekedar alasan.


Alasan sesungguhnya adalah hubungannya dengan Hans yang sudah diketahui orang tuanya, dan Nina secara tak langsung sudah menorehkan malu dan luka di hati orang tuanya.


"Benarkah?" tanya Alex yang tak yakin dengan alasan Nina, walaupun ia sadari itu adalah kenyataan bahwa mahasiswa Balikpapan yang mayoritas bukan mahasiswa murni.


"Aku penasaran saja dengan cowo' yang menjemputmu, bahkan dia juga yang mengantarmu kesini"


"Alan???"


"Oh jadi namanya Alan, kalian tinggal bersama?"


"Bisa jadi"

__ADS_1


"Nina, aku serius!!!"


"Aku juga serius!!!"


"Apa karena ini papa mu menolak pertunangan kita?"


"Bisa jadi"


"Yang benar saja!!! Aku tak kan melepaskan mu begitu saja Nina, tidak kali ini!!! kau tau aku!!! kau akan ku jadikan milikku!!! kali ini akan benar-benar ku pastikan tidak ada yang akan bisa memiliki mu selain aku!!!"


Nina menyunggingkan senyum kecil di sudut bibirnya ayah dan anak sama aja, tukang paksa


"Kita liat aja Lex, kalau jodoh tak akan kemana, jangan memaksakan diri" ucap Nina datar


"Kalau tak ada lagi yang ingin tanyakan, maaf aku lelah, aku ingin istirahat" lanjut Nina, jujur dia sudah tak sanggup dengan pergulatan batin ini.


"Baiklah, aku permisi dulu, aku akan mengunjungi mu kalau ada waktu ku" ucap Alex sambil menghampiri Nina yang duduk di hadapannya dan mengunci pandangan Nina bahkan merengkuh Nina dengan posesifnya.


Nina yang sudah lelah hanya bisa pasrah dengan perbuatan Alex, bahkan ketika Alex mencium bibir nya lalu mengecup dahinya dan berkata "kau milikku, hanya milikku, pahami itu!"


Alex pun berlalu, menghilang di balik pintu apartemen Nina.

__ADS_1


Alan maafkan aku, nampaknya ku akan banyak merepotkanmu, mudahan saja kau tak tak apa-apa.


__ADS_2