Sampai Disini Cinta

Sampai Disini Cinta
Rencana Ida


__ADS_3


"Tenang, pasti Nina mau dengar dan baikan sama kamu, kalau perlu kamu tunangan dengannya, bagaimana Hans?"


"Hah..." Hans pun terperangah atas ucapan Ida yang terlontar begitu saja.


Hans memilih diam dan melajukan mobilnya menuju rumahnya.


***


Sesampainya di rumah, Hans langsung menuju kamarnya dan duduk di sofa yang tak jauh dari tempat tidurnya.


Tak lama Ida pun masuk ke kamar tidurnya dan Hans.


"Kau merencanakan ini semua?" tanya Hans begitu Ida memasuki kamarnya.


"Awalnya..." ucap Ida menghampiri Hans yang duduk di sofa.


"Maksudmu?"


Ida menghela nafas nya dengan kasar dan mencoba menjelaskan "Aku memang menyuruh Alex kembali, dan bermaksud mengenalkannya dengan Nina, tapi tanpa ku tau mereka ternyata sudah saling kenal, ini di luar rencanaku, tapi aku senang, paling tidak aku akan menjadikan Nina menantuku" jawab Ida dengan senyum di wajahnya.

__ADS_1


"Jangan mimpi!!! lebih baik secepatnya kai tanda tangani surat perceraian itu!" ucap Hans dengan begitu emosi


"Kenapa? sadarlah Hans, Nina dan Alex lebih cocok ketimbang kau dengan Nina, bekacalah Hans!!! jangan memaksakan egomu!! dan satu hal, tak akan pernah ada perceraian antara kita, suka tidak suka, kita suami istri sampai maut memisahkan kita. Lagi pula surat perceraianmu sudah ku bakar, kau ajukan lagi, maka akan ku bakar lagi, begitu seterusnya!" ucap Ida tak kalah emosi


"Satu hal lagi, singkirkan cinta mu yang tak masuk di akal itu! Laura dan Pras tak akan pernah merestui kalian, aku sudah membicarakan hal ini pada mereka" tambah Ida menegaskan


"Jadi benar ini semua akal-akalan mu agar ku melepas Nina" tanya Hans di barengi senyuman sinis nya


"Terserah!!! aku mau tidur!!!" ucap Ida sambil beranjak dari sofa dan langsung menuju kamar mandi membersihkan diri.


***


Rumah Karenina


Akhirnya di taman belakang rumah Nina, mereka duduk bersisian di bangku taman.


"Jelaskan!" ucap Nina ketus


"Maaf...." ucap Alex lirih.


"Hanya itu?" tanya Nina sinis

__ADS_1


Alex pun mulai menceritakan kejadian di pusat perbelanjaan setahun lalu ketika ia menemani Rika sepupunya berbelanja karena stok makanan di apartemennya habis. Rika memang tinggal di apartemen sendiri karena orang tuanya lebih banyak di Samarinda untuk mengurus bisnis batu bara mereka. Tingkah Rika yang bergelanyut manja pada Alex saat itu menimbulkan kecemburuan luar biasa hingga Nina memilih mundur tanpa mau menemui Alex lagi, sampai akhirnya Alex yang sudah di kejar deadline pertandigan Basket nya mengharuskan dia kembali ke Surabaya secepatnya. Karena jadwal latihan, pertandingan dan sekolah yang cukup padat menjadikan Alex tidak memikirkan lagi kesalahpahaman Nina, sampai akhirnya mereka bertemu dan bicara berdua saat ini.


"Begitulah story nya... ku harap kita bisa kembali lagi... mulai dari awal lagi" ucap Alex dengan nada memelas.


Bagaimana ini? Alex dan Hans, yang benar saja, ayah dan anak ini sama-sama memiliki sifat yang memaksa, sekalipun ku jawab tidak, esok dan esoknya lagi ia akan muncul. batin Nina bermonolog.


"Kau mau kan?" ucap Alex lagi.


"Ntah Alex, aku sudah tak memikirkan nya lagi, ku mau fokus kuliah dan menyelesaikannya, Papa banyak berharap dariku" jawab Nina berkilah


"Sudah tidak ada yang di jelaskan lagi kan? bagaimana kalau kita kembali ke dalam saja"


Nina pun bangkit di ikuti Alex yang tak melepaskan genggamannya ke Nina menuju ruang keluarga dimana orang tua mereka berkumpul.


"Lihat, mereka berdua sudah baikan kelihatannya, bagaimana dengan rencana kita tadi?" ucap Ida yang melihat kedatangan Nina dan Alex menghampiri mereka.


"Rencana apa Mah?" tanya Alex pada mamanya sambil menduduknya dirinya di samping mama nya dan Nina di samping papanya.


"Rencana pertunangan mu dan Nina lah sayang, bukankah ini yang kau inginkan?" ucap Ida


"Mamah..." ucap Alex sambil menelan air liurnya dengan wajah memerah, karena tak di sangka ucapan mama nya tempo hari benar-benar diwujudkan.

__ADS_1


Nina pun tak kalah kaget nya, tak tau mesti berkata apa, hanya mampu menatap nanar sang ayah.


__ADS_2