
Masih di negara sakura Jepang.
Di negara asia yang memiliki empat musim ini, Hans dan Karenina menghabiskan waktu mereka berdua. Yach, hanya berdua. Tentunya setelah Hans menyelesaikan urusannya dengan Tuan Takamura hari ini.
Nina juga tak tau urusan apa yang Hans ingin selesaikan dengan Tuan Takamura, karena ntah kenapa Hans tak melibatkannya, alasannya pun klise, tak ingin melibatkan Nina terlalu jauh untuk urusan kartel narkoba nya, padahal sejauh ini setiap transaksinya melibatkan Nina.
Nina pun tak ambil pusing, ia pun menghabiskan waktu nya seharian di hotel seorang tv menyaksikan channel favoritnya HBO yang selalu menyuguhkan deretan film box office hollywood, tentunya di temani dengan berbagai macam snack dan minuman ringan kesukaannya, surga dunia mana lagi kau dustakan nina, film, snack, and alone, aku suka, batin Nina seraya bermonolog.
Tak terasa waktu yang Nina habiskan membuatnya tertidur pulas di depan tv. Derap langkah Hans yang sudah pulang pun tak di sadarinya hingga Hans mendapati Nina yang tertidur dengan nyenyaknya di tempat tidur dengan berbagai macam snack dan minuman ringan di sisi tempat tidur.
"Beginikah sang tuan putri tertidur" Hans pun mengecup pucuk kepala Nina sambil menyingkirkan anak anak rambut yang menutupi wajah Nina.
Puas menatap Nina yang terlelap, Hans pun membereskan kekacauan yang Nina buat, setelah rapi dan bersih, Hans pun membersihkan dirinya.
Hans yang baru saja keluar dari kamar mandi setelah membersihkan diri, terbersit ide nyeleneh untuk bergabung dengan tidur di samping Nina tanpa mengenkan pakaian sehelai pun di tubuhnya, hanya handuk kecil yang melilit di pinggang nya.
Hans pun merapatkan tubuhnya pada Nina, tangan nya mengusap usap lembut pipi Nina dan menelusuri tiap inci wajah Nina? tak ketinggalan kecupan demi kecupan ia layangkan di wajah Nina.
"Nina.... aku mencintai mu... tak bisa kah kau mendengarnya"
__ADS_1
cup
"Hey gadis jorok, kau tau baru kali ku membereskan sisa makanan, tapi ntah kenapa ku senang, kau lucu, dan ku gemas melihatmu, rasanya ingin sekali ku menerkam mu sekarang"
cup
cup
"Nampaknya sulit sekali membangunkan mu, haruskah ku menindihmu, dan ******* bibir mu? hingga kau kehabisan nafas lalu terbangun"
cup
cup
cup
Nina pun mengerjapkan matanya, seakan mengumpulkan nyawanya untuk kembali ke alam bawah sadarnya.
"Om!!!" dengan deru jantung yang berdetak kencang, dan mata yang membulat, wajah yang terperangah mendapati Hans begitu dekat dengan nya apa lagi di suguhi dengan dada bidang dengan tato naga besar yang melintang dari pundak hingga pinggul nya.
__ADS_1
"Hemmm, sudah bangun"
"Apa yang om lakukan padaku" tanya Nina menyelidik dan masih ber dag dig dug ria
"Tak ada, hanya memeluk, dan mengecup"
"haaaaah" tak bisa berkata-kata
"sudah makan?" tanya Hans mengalihkan
"sudah"
"snack mu itu kau bilang makan?"
"Haaah" tak bisa jawab apa-apa karena memang masih shock... dan jujur terpukau, bahagaimana tidak, Hans nampak gagah, ntah Nina seakan lost control akan dirinya.
Hans pun berajak dari tempat tidur, dan mulai berpakaian, Nina masih sibuk menormalkan dirinya.
"Ayo bangun dan bersiaplah, kita makan malam di luar"
Tanpa menjawab Nina pun beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan bersiap.
__ADS_1