Sampai Disini Cinta

Sampai Disini Cinta
Hari Pertama


__ADS_3

"karena kamu masih harus banyak belajar, jadi posisi asisten pribadi cocok untuk mu, dasar perusahaan sudah kamu kuasai, jadi tinggal mematangkan strategi bisnis, kalau kamu jadi asisten pribadi tentunya kamu bisa lebih belajar sambil praktek sekalian" ucap papa nya meyakinkan walau Nina merasa heran karena setau Nina, papanya sudah punya aspri sendiri....


*****


Sepanjang perjalanan menuju hotel, Nina terus bertanya-tanya seakan tak percaya papanya memberikan posisi aspri padanya, Nina pun akhirnya memutuskan untuk bertanya langsung pada papanya.


"Pah, seriusan Nina jadi aspri?"


"Kenapa?"


"Aneh aja, bukannya papa sudah ada aspri ya?"


"Bukan Aspri papa, tapi aspri om Hans"


Deg....


Deg....

__ADS_1


Deg....


"Om Hans? serius papa?" masih tak percaya "kenapa om Hans mau Nina yang jadi aspri nya?"


Dengan datar nya papa hanya menjawab "iya, om Hans sendiri yang meminta, anak papa kan pintar, lagi pula kau bisa belajar banyak sama om Hans, itung-itung cari pengalaman, kalau kamu sama papa terus, tak akan menambah pengalaman mu, karena kamu sudah banyak mempelajari usaha papa. Kamu paham sayang?" sambil tersenyum dan mengedipkan mata sebelahnya.


Nina pun menanggapinya dengan senyuman kecil, dan tak mau bertanya lebih lagi.


Tak terasa, mobil papa pun sudah merapat di Hotel Five milik om Hans. Hotel yang berkelas dan berbintang lima, yang selalu menjadi tempat menginap para wisatawan local maupun internasional karena arsitektur yang mewah, di lengkapi club, resto dan cafe, water boom, juga ballroom hotel yang luas, belum lagi fasilitas kamar nya fantastis.


"Nina, maaf papa hanya mengantarmu sampai sini saja, selebihnya bersikaplah sebagaimana karyawan biasa, tanyalah di lobby hotel, dimana ruangan pak Hans, jangan kau panggil ia dengan sebutan om, karena ini urusan pekerjaan, bersikaplah profesional, pelajari semua, kamu pasti bisa, mengerti sayang?" sambil membelai rambut Karenina


"Walaikumsalam, hati-hati ya sayang, dan semangat bekerja" ujar papa Nina menyemangati anak nya seraya mengecup dahi putri kesayangannya.


Nina pun keluar mobil, dan berlalu pergi hingga punggung nya tak terlihat lagi oleh Prasetyo (papa Karenina) "jalan pak" ucap prasetyo pada supir nya sebagai kode kalau mereka harus meninggalkan Hotel Five menuju hotel miliknya.


****

__ADS_1


Ruangan kerja Hans


"Selamat pagi Pak" sapa Karenina pada Hans yang pagi ini sudah di sibuk kan dengan beberapa dokumen


"Hey Nina, kau sudah datang, maaf Om terlalu fokus pada dokumen ini jadi tidak sadar kau saat kau memasuki ruangan ini" sapa om Hans sambil menatap tajam pada Karenina yang membuat Nina akhirnya tertunduk malu dan menutupi kegugupannya.


Tapi kegugupan Nina, nampaknya akan bertambah, tat kala Om Hans beranjak dari kursi kebesarannya dan langkah kaki nya perlahan menuju tempat dimana Karenina berdiri mematung, tatapan mematikan itu pun tak pernah lepas dari pandangan nya.


Om Hans jangan memandangku seperti itu, pandangan mu seakan ingin melahapku. Ya Tuhan, bantu aku mengatasi perasaan ini.


"Nampaknya kau sudah siap bekerja, dari penampilanmu dan cara mu memanggilku"


Hans pun kini sudah ada di hadapan Nina, menarik dagu Nina hingga hingga ke dua mata mereka saling beradu, sungguh Nina menyerah dengan keadaan ini, tak lama.... zeeep... tangan Hans satunya lagi sudah memeluk pinggang ramping Nina, hingga kedua tangan Nina berada tepat di dada bidang Hans...


Pacuan jantung itu pun sudah tak terelakkan lagi dan..............


****

__ADS_1


Terima kasih readers.


Mohon vote, like, dan komen nya.


__ADS_2