
Masih di ruangan Hans.
Hans yang kagum akan antusiasme Karenina, dan kepercayaan dirinya untuk bekerja di usia yang terbilang dini.
Hans pun menyuruh Karenina untuk membereskan dirinya di ruangan pribadi yang terletak di balik meja kerja Hans.
Karenina pun bergegas menuju ruangan tersebut, memperhatikan dirinya yang berantakan di depan cermin.
Oh god... apa yang terjadi barusan pada ku? Pelukan itu? ciuman itu? dan rasa ingin memiliku itu? apa ini mimpi?
Sambil menghembuskan nafas nya dengan kasar dan mencuci wajahnya yang sembab bekas air mata, Karenina pun kembali bermonolog
Tidak! ini bukan mimpi! ini nyata! ku akan mencari cara agar dapat mengakhiri ini semua, aku tidak ingin menjadi duri di rumah tangga om Hans.
Ucapnya penuh dengan keyakinan. Karenina pun merapikan baju dan make up nya yang berantakan akibat ulah Hans yang terlalu ambisi ingin memilikinya.
Sekeluarnya Nina dari ruangan tersebut. Sudah ada David sang pengawal setia, dan Paula sang sekretaris. Hans pun memperkenalkan mereka berdua pada Karenina.
Setelah berkenalan, Hans memerintahkan Paula untuk mentraining Nina agar siap dengan perkerjaannya sebagai asisten pribadi Hans.
Diruangan arsip, masih satu lantai dengan ruangan Hans. Paula mulai menjelaskan desk job nya Karenina, dan memberikan modul tentang perusahaan Hans.
Nina pun mempelajarinya dengan seksama. Tak pernah ada yang sulit bagi Karenina, secepat kilat ia memahami semuanya dan tak terasa waktu makan siang pun tiba.
Tok
Tok
Tok
Ketukan pintu itu mengagetkan Nina, dan tak lama muncul Paula sang sekretaris menghampirinya
"Bagaimana Nina? apa ada yang ingin kau tanyakan? ucap Paula dengan ramah
__ADS_1
"Tidak ada bu" Jawab Nina singkat
"Kalau begitu ini jadwal Pak diriktur mulai siang ini sampai sore, apa kau siap?" tanya Paula meragu sambil menyerahkan tablet yang berisi jadwal Hans.
"Iya bu, saya akan pelajari dan tentunya siap" ucap Nina dengan penuh keyakinan.
"Kalau begitu sekarang kau di tunggu Pak direktur di ruangannya"
"Baik bu"
Setelah kepergian Paula, Nina pun membereskan apa yang di pelajarinya barusan, dan melihat ke arah tablet yang berisi jadwal Hans hari ini.
Nina kembali bergegas ke ruangan Hans.
Tok
Tok
Tok
"Siang pak"
"Kau sudah makan siang Nina?"
"Belum Pak"
"Kalau begitu kita makan siang bersama, lagi pula setelah makan siang akan ada meeting dengan client bukan? jadi lebih baik sekalian saja".
"Baik pak, akan saya persiapkan. Apa Bapak ada ingin saya reservasikan untuk makan siang ini dimana?"
"Tidak perlu, setelah siap, kita langsung pergi saja"
"Baik pak"
__ADS_1
Nina pun keluar menghampiri Paula untuk meminta beberapa dokumen untuk meeting dengan client nanti setelah makan siang.
Tak lama Nina kembali dengan beberapa dokumen yang sudah di persiapkan oleh Paula sebelumnya, dan Hans pun tampak siap untuk pergi makan siang dengannya.
Di lobby bawah sudah menunggu David dengan mobilnya dan membukakan pintu untuk Hans.
Hans dan Nina pun berada di tempat duduk belakang bersama. Awalnya ia ingin duduk di samping David, tapi Hans menyuruhnya duduk di belakang.
"Kau mau makan apa Nina?"
"Maaf Pak, harusnya saya yang bertanya seperti itu, Bapak mau makan apa?"
Hans pun tersenyum.
"Biasa kau memanggilku Om, kenapa sekarang terlihat formal seperti ini?hemmm"
"Maaf Pak, sudah seharusnya."
"Bicara mu irit sekali?"
Sambil terus menatap Nina
"Tidak Pak, saya hanya menjawab apa yang memang harus saya jawab, jadi Bapak mau makan siang dimana?"
Ucap Nina yang berusaha mengalihkan. Hans pun sadar akan ucapan Karenina dan langsung mentitahkan David agar ke restaurant biasa nya.
David pun melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang, menembus keramaian jalan....
****
Maaf baru up...
Terima kasih dah mampir
__ADS_1
Tolong vote, like, comment dan bintang-bintang nya ya😉😉😉