
Keacuhan Hans terhadap dirinya, membuat Ida tak dapat menutup matanya, kekhawatiran akan kehilangan terus menuntut otak nya tuk berfikir bagaimana mempertahan suami yang bersama nya karena keterpaksaan dan tanggung jawab....
Ya tanggung jawab nya sebagai seorang ayah...
Memory 17th pun menyeruak ke permukaan...
****flash back on*****
"Pelan-pelan sayang" seraya melingkarkan lengan nya yang kokoh kepada Radinka yang tengah mengandung 7 bulan, menggiringnya ke dalam mobil, dan mendudukkannya dengan hati-hati.
__ADS_1
Setelah dirasa sang istri tercinta sudah dalam posisi nyaman, Hans pun menutup pintu, dan setengah berlari menuju pintu bagian stir mobil.
Hans pun melajukan mobilnya dengan perlahan, sambil tersenyum bergantian memandangi jalan dan istrinya, sesekali Hans mengecup punggung tangan istrinya.
Mereka hari ini akan pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungan Radinka yang belakangan sering merasa cepat lelah, dan nyeri pinggang. Hans juga tak sabar melihat jagoan kecilnya yang masih di dalam perut Radinka. Membayangkan nya saja sudah membuatnya bahagia....
Tiba-tiba saja, terdengar decitan mobil dan mobil yang saling berhantaman, Hans pun melihat kaca spion yang ada di depannya untuk melihat kejadian apa yang tengah terjadi di belakangnya. Sungguh ia terkejut sekaligus cemas, bagaimana ini bisa terjadi ia pun makin erat memegangi tangan istrinya.
Mobil yang Hans kendarai makin di pacu nya dengan kencang, bagaimana tidak, mobil yang berdecit selaligus saling hantam itu adalah mobil anak buahnya dan rival nya. Memang akhir-akhir ini para mafia makin gencar memperebutkan wilayah kekuasaan nya, dan salah satu yang di diperebutkan adalah wilayah kekuasaan Hans, yang memang lingkungan Hans menunjang pendapat dalam penjulan narkoba saat ini.
__ADS_1
Hans makin melaju kan mobilnya dengan kencang, ia hanya meminta Radinka untuk tetap tenang. Sedangkan Hans sendiri menguras pikirannya bagaimana menyelamatkan istri dan anak yang ada dalam kandungannya.
Tak lama berselang...sebuah mobil ranger berhasil menyamai mobil Hans, dilihatnya mobil itu ingin memabanting stir nya, Hans pun berhasil menghindar, karena ia takut akan melukai istrinya, di pacu lagi mobil itu, sampai akhir nya ia menghubungi David, orang yang sangat dia andalkan saat seperti ini, David pun memang selalu stand by dan dia walau tak bersama selalu tak pernah jauh dari lokasi bos nya berada.
"Hallo Hans..." jawab David ketika melihat panggilan masuk di ponsel nya
"David, kau dimana? Freddy nampak nya kewalahan, dapatkah kau menyusulku di jalan xXxX, agar kau dapat membawa Radinka ke tempat yang aman sampai ku kembali" dengan nada yang sangat cemas namun emosi
"OTW..." segera David melajukan mobilnya menuju titik lokasi penjemputan
__ADS_1
Hans pun segera melaju di titik temu mereka. Dalam waktu yang hampir bersamaan mereka pun sampai, segera setelah di lihat nya situasi aman, Hans dan David keluar dari mobil mereka, Hans membuka pintu mobil untuk istrinya dan segera menggendong istrinya menuju mobil David yang pintunya sudah terlebih dahulu di bukakan oleh David, tapi malang nya ketika Hans menyebrang tanpa ia sadari mobil yang mengincarnya tadi melaju kencang ke arahnya, alih-alih menyelamatkan istrinya, Hans yang oleng terserempet mobil tersebut membuat Radinka jatuh terlempar dan kepalanya membentur pintu mobil David.
Seketika Hans pun berteriak "Raaadinkaaaaaa....."