
Om Hans....
Lirih tak terdengar...
*****
Di kamar setelah selesai membersihkan diri. Karenina melemparkan pandangan nya ke langit malam.
Pikirannya menerawang...
Mebayangkan...
Merasakan..
Seakan ada Om Hans saat ini barada di hadapannya...
Setelah puas bermain khayal di Balkon kamar tidurnya. Karena melepaskan lelah di tubuh di atas kasur nan empuk miliknya...
****
Dua bulan sudah setelah pertemuan itu. Tak dapat lagi ku lihat sosok hans....apakah benar kesibukan orang dewasa sangat mudah mengalahkan kebersamaan???
Ooooh...heeellllo...siapa anda yang harus di luang kan waktunya....anda baru kenal....tak lebih tak kurang...bahkan berbicara padanya pun anda belum melakukannya...hanya sekedar menyapa...
Sindiran telak di hati kecil Karenina seakan memupuskan harap nya...
Hari ini ulang tahun ku. Mama mengadakan party kecil-kecilan dengan mengundang orang terdekat dan keluarga.
Jadi apa salahnya kan kalau aku berharap om Hans datang
Lirih batin ku berharap.
__ADS_1
Pesta ku pun berjalan dengan semestinya dan selayaknya pesta ulang tahun anak gadis seusianya yang bertabur balon, hadiah-hadiah, sujuta senyum, doa, harapan, ucapan juga pelukan bergantian mengahampiri, namun yang di harap juga belum jua datang.
Apalagi mama tak mengundangnya
Tak mungkin
Mereka cukup dekat apalagi project hotel di daerah itu ternyata berhasil dan berkembang
Apalagi dia sibuk
Apakah dia baik-baik saja
Atau Dia............
Ach dia kan sudah beristri, sudah pastinya dia mungkin tengah mengahabiskan waktu bersama keluargnya....
Sepersekian detik setelah ucapan lirih tak berperih di hatinya, suara khas mama nya menyadarkannya
"Hans....Ida....akhirnya kalian datang...ku kira kalian lupa"
"Mana yang ultah?" tanya ida pada mama sambil melepaskan pelukan mereka.
Mereka bertiga menghampiri ku
Dekat
Makin dekat
Dadaku bergemuruh
Meronta
__ADS_1
Nafasku sesak
Ooooh perasaan apa ini....
Tanya ku dalam lirih
Taste Ida yang langsung ada di hadapanku, meraih ku dalam peluknya sambil mengucapkan selamat, dan tentunya terselip doa tulus dari nya, ku rasakan itu. Dia wanita yang ramah dan terlihat sekali begitu berkelas, dengan gaun berwarna soft beige Dia terlihat anggun juga cantik. Tak salah memang kalau di sandingkan dengan Om Hans, mereka tampak serasi.
Aku pun ciut.
"Each, Hans kemana da?"kata mama yang menyadari kalau Hans tak mengikutinya nyamperin karenina
"Oh dia..." sambil mengedarkan pandangan nya ke setiap sisi ruangan "tadi pas bareng dia sama suamimu nyamperin siapa gitu di situ..."sambil menunjuk ke arah mini bar yang tak jauh dari ruang keluarga di mana ku merayakan pesta ku...
"Oh ya udah kalau gitu biarin aja, ga akan kemana mana han, rumah ku terlalu kecil kalau hans sampai nyasar" ujar mama sedikit bercanda.
"Gimana kalau kita ngobrol sambil menikmati hidangan nya" ajak mama pada tante Ida, yang di setujui secara langsung dengan anggukan dan langkah kaki yang perlahan menjauh dari hadapan ku.
Aku pun hanya bisa memulas senyum, sembari melangkahkan kaki ke arah kolam renang yang di dominasi dengan teman temanku, tapi langkah ku terhenti tat kala ku sadari menabrak dada bidang yang penuh kehangatan.
Ya hangat.
Itu yang ku rasa...
Oh tidak dia memelukku
"Selamat ulang tahun Nina, kau terlihat cantik dengan gaun putih ini, maaf aku terlambat,aku kangen kamu"
Deg
Deg
__ADS_1
Deg
Deg