
Hans duduk di pinggiran ranjang Nina, tepat di sebelah tubuh Nina yang sedang tidur dengan pulasnya. Hans pun menyingkirkan rambut-rambut nakal Nina yang menutupi wajahnya. Membelai wajahnya dan mengecup dahi nya.
"Selamat tidur Karenina sayang. Mimpi yang indah" bisik Hans di telinga Nina
Namun Hans yang tadi nya berniat pergi, seakan tertahan dengan aroma parfume karenina yang lembut, ntah refleks atau memang gejolak yang tak dapat ia tahan Hans pun mulai menciumi tengkuk leher Nina dan mengulum lembut bibir Nina.
Awalnya lembut tapi lama kelamaan menjadi penuh nafsu, tangan Hans pun mulai bergerilya di tubuh Nina, hingga Nina tersadar...
"Om... jaaajajaangan la ku kan Om... hiks hiks hiks... Ni na mo hon.... ja ngan Om... ja ngan.... hiks hiks hiks..." Nina pun menangis lirih... Nina tak berteriak... tangis nya pun tak keras... lirih namun menyayat hati yang mendengarnya
Hans yang sudah di kuasai nafsu menghentikan aktifitasnya bergerilya. Ia menatap Nina dan meletakkan di tangannya di kedua pipi Nina dan menatap Nina dengan rasa bersalah
"Maaf Nina... Om khilaf... Om tak bermaksud menyakitimu.... Maaf kan om Nina" ucap Hans sambil mengahapus air mata Nina.
"Iya Om... Nina maafkan... Bisakah Om tinggalkan Nina sekarang??" ucap Nina dengan mata nya yang sayu.
Seakan paham akan situasi yang di hadapinya Hans menuruti perkataan Karenina.
"Baiklah Om pergi, jaga dirimu baik-baik dan mimpi yang indah."
__ADS_1
Nina tersenyum dan beranjak dari tempat tidurya. Tanpa Hans sadari Nina mengekor di belakang Hans sampai di pintu depan rumah Prasetyo.
"Loh... mau kemana?" ucap Hans yang baru saja menyadari kalau Nina mengikutinya di dsri belakang.
"Nina ga kemana-mana Om. Nina hanya mengatar Om sampai pintu ini dan setelah om pergi Nina akan menguncinya." ucap Nina sambil tersenyum
"Kau tak apa-apa sendiri di rumah?"
"Nina lebih senang sendiri om dari pada di temani"
Glek...
Seakan Nina menyindirnya yang tadi hampir saja menyetubuhinya
"Ya sudah hati-hati, kalau ada apa-apa kamu bisa call om, sampai ketemu besok"
"Oke" jawab Nina sambil menunjukkan jari telunjuk dan ibu jari nya yang bertemu hingga menyerupai huruf O.
Hans berjalan masuk ke mobil nya, dimana David sudah menunggunya. Mobil Hans melaju meninggalkan rumah Nina.
__ADS_1
Nina yang sudah tak melihat mobil Hans lagi. Cepat-cepat menutup pintu rumahnya. Dan berlari kecil menuju kamarnya.
Sesampainya di kamar, Nina membersihkan diri di kamar mandinya. Setelah selesai dengan ritual mandinya, Nina memakai piyama tidur kesukaannya dan menjatuhkan dirinya di tempat tidur nya.
Pikirannya pun menerawang atas perlakuan Hans hari ini padanya.
Ya Tuhan... apakah semua lelaki sama???
Aku memang mencintai Hans
Tapi....
Kalau dia semesum itu.....
"Aaaaakh... kenapa Tuhan? Kenapa?" teriak Nina dan akhirnya, tangis nya pun pecah... penggalan trauma masa lalu atas pelecehan yang dilakukan sepupunya, kepergian Alex yang tiba-tiba sehabis penolakannya ketika Alex mengajaknya tidur bersama, dan sekarang Hans yang kini juga ingin melakukan hal yang sama.
Nina pun hanya bisa menangis dan menangis. Merutuki segala trauma dan ketakutannya. Akhirnya setelah lelah menangis, Nina pun terlelap kembali sambil membawa sejuta luka nya di masa lalu.
****
__ADS_1
Terima kasih kaka sudah mampir
Tolong vote, rate, like dan commentnya ya.