
"Ceritakanlah ketakutakutanmu... ku rasa ada yang kau sembunyikan... ku rasa aku tak semenakutkan itu... "
Glek...Nina menelan saliva nya... dan mulai berfikir... menghela nafasnya... hingga penggalan-penggalan memori bertahun-tahun yang lalu seakan nyata di matanya...
Nina pun memberanikan dirinya untuk mengungkap rahasia dirinya yang tak pernah ia ungkap pada siapapun termasuk orang tuanya.
"Aku bukan gadis perawan"
Hans pun kaget.... "maksudmu? kau pernah melakukaan....."
Hans tak sanggup meneruskan perkataannya, karena merasakan dadanya basah oleh isak tangis Nina yang lirih terdengar.
"A.... a.... aku..... hiks... hiks.... hiks.... aku dipak.... sa.... "
Hans mempererat pelukannya... mengusap punggung Karenina, berusaha membauat Karenina nyaman di sisinya.
Nina pun mulai mengatur napasnya dan melanjutkan ceritanya.
"Nina, pernah di lecehkan om, tepatnya di perkosa oleh kakak sepupu Nina sendiri"
__ADS_1
Hans melebarkan malebarkan matanya, seakan emosi berkecamuk di dadanya hingga terasa sesak.
"Om menyesal menginginkan ku?" tanya Nina sambil mendongakkan kepalanya menghadap Hans.
"Tidak. Lanjutkan ceritamu" ucap Hans datar menutupi amukan emosi di dadanya sambil mengelus rambut Nina yang tergerai panjang lalu mengecup pucuk kepala Nina
"Apa yang mau di lanjutkan? intinya seperti itu kejadiannya, apa yang ingin om ketahui lagi?" Nina memang tak tau harus bercerita apa, karena baginya yang penting poin dari ketakutannya buat apa penjelasan, lagi pula Nina bukan perempuan yang pandai bercerita.
"Bagaimana hal itu bisa terjadi?" tanya Hans penasaran.
"Om tau sendiri kan mama papa sering keluar kota, mereka juga tak pernah memakai jasa pembantu paling hanya saudara, keponakan, atau nenek yang ke rumah menemaniku ketika mereka pergi, atau aku nya yang dititipkan di rumah mereka, mama tak pernah percaya orang lain, tapi tanpa pernah mama sadari keponakan mereka sendiri yang menusuk mereka dari belakang"
"Waktu usiaku masih 9 tahun om, seperti biasa ku tidur siang, dan mama pergi keluar ntah ada urusan apa, Nina juga ga tau, ketika Nina sadar, Mas Irwan, Kaka sepupu Nina sudah ada di atas tubuh Nina dan melakukan hal keji itu, bukan sekali saja, tapi kejadian itu terus berulang ketika mas Irwan mendapat kesempatan, yang akhirnya Nina lari dari rumah dan memutuskan untuk tinggal sama Nenek saja"
"Kau tau pernah ngomong sama Laura atau Pras"
"Nina malu om, kalau sampai keluarga besar tau, terus lapor polisi, sudah pasti akan menjadi head line news"
"Apa tak pernah ada yang menolongmu atau yang tau tentang kejadian ini?"
__ADS_1
"Ada, tapi yang tau pasti akan ambil kesempatan untuk melakukan yang sama"
"Mak....sud...mu...?"
"Nina pernah minta tolong, teriak sekencang - kencangnya, tapi Jenny sepupuku hanya melihat dan berlalu pergi, sedangkan Mas Agung malah ikut andil, miris kan om? semenjak kejadian itu aku tak suka dengan sepupu-sepupuku, mereka baik di depan mama papa, tapi tidak terhadapku"
Hans pun semakin geram "Sekarang dimana sepupumu itu?"
"Setelah mama dan papa menyetujui aku tinggal dengan nenek, Mas Irwan dan Mas Agung ternyata kedapatan mencuri di rumah, dan juga tersangkut kasus narkoba, orang tua mereka menyembunyikan mereka di Surabaya, karena polisi mencari-cari mereka, setelah kabar terakhir itu aku tak tau lagi, dan sampai sekarang aku tak pernah bertemu mereka lagi, keluarga pun tak pernah ada yang menanyakannya ataupun bercerita lagi tentangnya."
"Apa kau pernah punya pacar????" Tanya Hans yang semakin ingin tau....
****
**Readers pengen tau juga
Vote, rate, like dan comment nya dong please
Terima kasi kakak kakak yang dah mampir baca**
__ADS_1