Sampai Disini Cinta

Sampai Disini Cinta
Melepasmu itu sungguh meyiksa


__ADS_3

"Raaadinkaaaa..." teriak Hans menggelegar di udara, ia pun segera berlari ke arah istrinya yang sudah tak sadarkan diri dengan bersimbah darah, Hans juga tak memperdulikan lagi kakinya yang terluka akibat terserempet mobil tadi. Hans pun merengkuh istri nya ke dalam dekapannya lalu dengan segera masuk ke mobil bersama David, tanpa di instruksi pun David lalu memacu mobil nya menuju rumah sakit.


***


Di rumah sakit...


Hans menunggu di depan pintu operasi, setelah ia mendapat perawatan dari dokter jaga, walau ia seharusnya sekarang ada di kamar pasiens untuk mengistirahatkan diri, tapi tak di lakukannya, baginya dokter sudah mengobati luka nya itu cukup, ia tak mau apa selain istri dan anak-anak nya....


5 jam kemudian... Dokter di temani seorang suster keluar dari ruang opersi dengan serta merta langsung di brondong pertanyaan oleh Hans sambil mencengkram erat lengan sang dokter

__ADS_1


"Bagaimana istri saya dok? Bayi saya bagaimana? mereka baik-baik saja kan? mereka selamat?" dengan sorot mata tajam, sedikit depresi, khawatir, dan harapan, Hans memandang dokter itu.


"Bisakah kita duduk dulu Pak Hans" Kata dokter itu mencoba menenangkan.


Mereka pun duduk di bersebelahan, di kursi lorong ruang operasi yang memang khusus disediakan untuk keluarga pasien.


"Selamat Pak Hans, anda menjadi seorang ayah, bayi anda sehat, tak kurang apa pun, tapi kondisi nya masih lemah, karena lahir prematur, jadi kami akan menaruhnya di incubator, untuk perawatannya"


"Istri anda, ibu Radinka, kami mohon maaf, pendarahan di otaknya sangat hebat belum lagi pendarahan yang terjadi di rahim nya, untungnya bayi nya selamat, kami sudah melakukan yang kami bisa, tapi ibu Radinka tidak tertolong, jadi maaf kan kami, kami harap Pak Hans berbesar hati menerima ini, Kami sudah berusaha maksimal, namun Tuhan berkehendak lain"

__ADS_1


Hans pun menatap nanar dokter di hadapannya, tak mampu lagi ia berkata, pikirannya kosong, hatinya hampa, tubuhnya terasa lemas, Hans pun hanya dapat menyandarkan tubuhnya, air mata mengalir dengan sendirinya tanpa dapat lagi di tahan.


***


Hari-hari berat di lalui Hans, urusan rumah, urusan pekerjaan seakan tak ada habisnya. Sampai akhirnya Ida yang tak lain adik dari Radinka menawarkan diri untuk membantunya merawat Alex, dengan syarat Hans mau menikahinya. Hans yang tak tau menau soal mengurus anak, apalagi masih bayi, mengiyakan saja permintaan Ida, bagaimana pun juga, Alex butuh ibu kan, pikir Hans begitu.


Ida bahagia, karena dia memang tertarik dengan kakak ipar nya itu sejak lama, dan ini memang kesempatan terbaiknya, memang sengaja ia selalu berusaha merawat Alex walau sudah ada suster yang di gaji Alex untuk merawat nya, dan usaha nya tak sia-sia. Hans luluh dan menikahinya.


Tapi tak seperti bayanganya akan rumah tangga yang hangat dan bahagia, sebaliknya Hans terlalu dingin, bahkan dari malam pertama pun Hans tak menyentuhnya, bahkan Hans lebih sering menenggelamkan dirinya untuk bekerja.

__ADS_1


Ida pun mulai jengah dengan sikap Hans, akhirnya ia memutuskan sendiri untuk mencari kesibukan dengan kumpul-kumpul dengan temannya juga mulai menekuni hobby tenis nya yang lama ia tinggalkan, lagi pula Alex juga sudah mulai bersekolah, dan Ida sengaja memilih full day school untuk Alex, agar ia punya banyak waktu untuk kesenangannya.


__ADS_2