
Karenina menghembuskan nafas nya yang berat, seberat langkahnya memasuki rumah yang terbilang sederhana namun asri dan sejuk di pandang mata, karena papanya suka sekali bercocok tanam di waktu senggangnya....
"Assalamualaikum mah....pah....Nina pulang" sapa nya pada orang rumah yang sudah lama menunggu kepulangannya ke rumah yang sudah banyak meninggalkan jejak luka dan trauma yang begitu dalam.
"Wa'alaikumsalam Nina" sapa mama di disertai pelukan hangat pada putrinya yang tak lama lagi berusia 17th.
"Akhirnya putri papa pulang juga" sambil ikut memeluk Karenina yang akhirnya memutuskan untuk kembali ke rumah sepeninggal Oma nya tahun lalu....
Ya...Karenina memilih tinggal dengan Oma nya karena sesuatu hal yang ia sembunyikan sampai saat ini..
Untuk mengobati luka dan trauma nya Karenina memilih tinggal bersama Oma nya dengan alasan ingin merawat Oma yang memang sedang stroke pada saat itu.
Kini Oma nya sudah tidak sakit lagi... Oma sudah bahagia di alam nya....hanya doa yang mampu menembusnya.....
Maka disinilah Karenina berada...dirumah yang mempunyai berjuta kenangan pahit....
__ADS_1
"Dengaren pada di rumah?" kata Karenina sambil melepaskan pelukan mama papa nya.
"Ya kan anak cantiknya papa mau pulang, jadi papa undur semua jadwal papa besok, hari ini spesial nyambut anak kesayangan papa" tersenyum simpul sambil menyentuh ujung hidung putri nya.
"Ich papa bisa aja...kalau mama kenapa??? biasa juga bersosialita" sindir Karenina yang acap kali tak pernah di rumah...
"Ach...kau ini Nina, tak berubah selalu saja begitu sama mama...yuk makan mama dah masakin makanan kesukaan mu" sahut mama sambil menuju meja makan....
Sesampainya di meja maka, Nina pun di buat surprise oleh sang mama yang tak menyangka mama nya akan masak kesukaannya...ada urap, ayam laos, tahu tempe bacem, jangan lupakan sambel nya ya biar klop kalau dah nyampur di lidah. Eh.... ada pudding coklat dan topping fla kejunya...duh gusti...nikmat mana yang kau dustakan... Batin Nina
"Ayo Nina, dimakan,jangan di liatin aja " ucap mama sambil mengisi piring papa dengan nasi, sayur dan lauknya....
Waktu berlalu seakan begitu cepat...setelah acara makan siang tadi, yang di lanjutkan dengan ngeteh bareng di ruang keluarga, benar-benar nunjukkin kalau mereka hari ini ada untuk menyambutku..
Aku senang....tapi tetap bayangan kelam itu tak dapat ku hindari
__ADS_1
Setelah puas meladeni kemanjaan yang hakiki sang putri tercinta....Papa Nina memutuskan untuk ke ruang kerja nya melanjutkan beberapa pekerjaan yang tertunda...
Mama mulai di sibukkan dengan geng sosialitanya di group WA miliknya....
Dan Karenina sebelum pergi ke kamarnya yang di banyak menyimpan duka, mencoba menetralisir hati dan pikiran nya di taman kecil yang ada di rumah nya...
Karenina pun duduk di pinggiran kolam ikan dengan menceburkan telapak kakinya....sengaja emang biar kakinya di gigit ma ikan....hahahahahhahaha....untungnya ini bukan kolam ikan piranha....lau ga berabe tu kaki....
Karenina sedari dulu suka dengan taman ini...sejuk dan teduh...memberikan relaksasi tersendiri....waktu nya dulu memang banyak di habiskan di taman belakang ini.....apa lagi di rumah pohon itu....
Ya...Rumah Pohon....Karenina teringat akan rumah pohon itu....dimana dia suka bermain dengan boneka boneka lucunya....terbersit tanya di hati, apa kah masih ada?
Ia pun beranjak....menuju sudut taman itu...ya rumah itu masih ada...seakan terawat dengan baik....Karena pun mencoba menaiki tangga itu....tiba-tiba terdengar panggilan mama yang mengagetkan Karenina....
"Nina sayaaaaang...dimana????sini ada tamu yang mama mau kenalin"
__ADS_1
Karenina pun bergegas nyamperin mama nya yang ternyata dan nyampe di pintu belakang yang menghubungkan dapur dan taman belakang....
"siapa ma????????"