
"Aku tak mencintai istriku. Aku hanya mencintaimu, dan kini ku ingin memiliki, utuh" tegas nya tak terbantahkan sambil melonggarkan diperlukannya dan mencengkram erat bahu Nina, hingga tatapan mata Hans yang menghunus tajam tak terelakkan.
Karenina pun seakan kehabisan kata, lutut nya melemah, air mata pun tak terbendung lagi. Hans pun memapahnya dalam rangkulannya ke sofa yang tak jauh dari mereka berdiri.
Hans mendudukkan Karenina yang masih senggugukan oleh tangis nya. Hans kini menggenggam erat tangan Karenina, sambil berlutut di hadapan Karenina.
"Maafkan ku Nina, ku tak sanggup lagi untuk mengingkari perasaan ku, ku hanya mau kamu, hanya kamu Nina. Soal Ida, harusnya kami sudah bercerai dari dulu, nanti aku akan mengurus itu, ku mohon jadilah wanita ku, yang selalu bersamaku." kata Hans penuh harap
Nina hanya bisa terdiam, mencoba mencerna semua nya. Hanya tangis yang di dengar oleh Hans. Tak ada jawaban apapun dari Karenina, selain tangis nya yang terus mengalirkan air matanya.
Hans pun mencoba memahami dan mengendalikan keadaan.
"Nina, jangan menangis lagi, setelah ini aku tidak akan memaksa lagi, tapi ku mohon jangan menghindari ku, dan tetap bersama ku" kata Hans sambil memeluk Karenina.
Hans tak sanggup lagi berkata, Hans semakin mengeratkan pelukannya, mengusap punggung Nina dengan lembut, dan mengecup pucuk kepala Nina, sampai akhirnya tangis Nina mereda, dan berkata "Maaf Om, Nina...."
__ADS_1
Belum selesai Nina berkata Om Hans sudah memotong perkataan Karenina "Sudah ya Nina, jangan di bicarakan lagi, kita akan bahas ini kalau Nina sudah siap, Om Hans yang salah, Om yang egois terlalu memaksakan ini"
Om Hans pun beranjak dan menyodorkan air putih ke Nina. Setelah Nina minum dan terlihat tenang, Om Hans pun duduk di samping Nina dan berkata "Nina, Om sayang Nina, maafin Om Hans ya?" sambil mengelus kepala Nina dan mengecupnya
Nina hanya mengangguk setuju.
"Nina, kau benar ingin bekerja?"
"Iya Om."
"Agar nanti pas lulus kuliah, Nina sudah bisa pegang salah satu hotel Papa, dan sudah terbiasa dengan dunia kerja"
"Bagaimana dengan kuliah mu? Bukannya akan sulit nantinya"
"Nina sudah ambil kelas pekerja, jadi kuliah Nina malam Om, kan kerja dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore saja, jadi pasti ngeburu untuk kuliah"
__ADS_1
"Disini nanti kamu akan jadi assisten pribadi om, sudah pasti akan terus bersama om untuk melakukan perjalanan bisnis, jamuan makan, dan juga meeting di berbagai tempat, bagaimana? bukankah itu sulit"
"Nina akan mencoba menyesuaikan nya Om, karena Nina sudah banyak tanya sama kakak tingkat dan pihak kampus soal mengimbangi dunia kerja dan universitas, kata mereka intinya harus rajin komunikasi sama dosen mata kuliah agar tau apa saja yang di bahas ketika tidak masuk kampus dan menyelesaikan tugas kuliah tepat waktu, jika memang kegiatan di kantor lebih padat, bisa di sarankan untuk ambil cuti kuliah, disini Nina optimis bisa menjalani semua, bahkan Nina mau ambil percepatan, tapi Nina mau ijin sama Om kalau Nina ujian, Nina harus cuti atau paling tidak Nina bisa pulang cepat, jadi nilai-nilai Nina bisa mampu untuk ambil percepatan, bagaimana Om?" Kata Nina panjang lebar, tegas, lugas, dan jelas.
Om Hans pun kagum di buatnya "sepertinya kau benar-benar menyiapkan dirimu"
Next....
****
Terima kasih readers
Semoga senang ya membacanya
Mohon vote, like dan comment nya ya
__ADS_1