Sampai Disini Cinta

Sampai Disini Cinta
Mengantar Pulang


__ADS_3

Sepanjang perjalanan pulang, Nina yang menyandarkan tubuhnya di kursi belakang mobil lama kelamaan terlihat terlelap dan buuk.. kepala Nina terjatuh di pangkuan Hans.


Hans pun kembali terkejut. Hans membulatkan matanya menatap kepala Nina yang menggeliat mencari posisi nyaman. Setelah melihat Nina yang menggeliatkan tubuhnya menyamankan posisi tidurnya, Hans pun mulai menyingkirkan anak-anak rambut yang menutupi wajah Nina dan membelainya.


"Tidurlah.. kau pasti sangat lelah" ucap Hans lirih.


"David, kau masih hapalkan arah rumah Prasetyo?"


"Masih Bos"


David pun melajukan mobil nya.


Tak lama ponsel Nina berdering, Hans pun mencoba meraih tas Nina yang tak jauh dari pangkuannya dan mengambil ponsel yang ada di tas Nina.


Hans pun memberanikan diri menjawab telpon tersebut.


"Hallo Pras..."


"Hans???? kau kah itu?" tanya ayah Nina yang kaget karena Hans yang mengangkat telpon nya.

__ADS_1


"Iya ini aku, maaf Pras tadi kami...."


Belum sempat Hans menjelaskan Pras sudah memotong pembicaraannya


"Mana Nina???"


"Nina tertidur....."


"Apaaaa!!!!!" potong Prastyo lagi "Jangan bercanda kamu Hans, kamu apakan putri ku?"


kali ini nampak terdengar emosi


"Makanya dengarkan aku dulu....." Hans pun menjelaskan kenapa Nina sampai ketiduran, namun untuk pertemuannya dengan Mr. Takamura di ganti dengan jamuan makan malam.


"Oke." jawab Hans singkat


Huuuuuft... Hans membuang nafasnya dengan kasar setelah menutup telpon dari Pras


Sepanjang perjalanan dia tak habis pikir, bagaimana kedua orang tua ini membiarkan anak gadisnya di rumah sendirian. Mereka sebenarnya tergolong orang yang berada, usaha mereka pun terbilang maju pesat, tapi mereka lebih memilih rumah yang sederhana dan tak memakai jasa asisten rumah tangga yang menginap. Laura memakai jasa part time saja yang mengurus taman dan membereskan rumah.

__ADS_1


Memikirkan itu Hans tak habis pikir, karena dia saja yang memiliki beberapa pelayan masih saja Ida mengeluh betapa lelahnya mengurus rumah.


Laura memang dari dulu terkenal mandiri, dan terbiasa bekerja keras, tak heran dia mampu melakukan pekerjaannya sebagai ibu rumah tangga dengan baik, bahkan masih bisa bersosialita dan berbisnis dengan geng sosialitanya.


Sesampainya di rumah Nina, Hans tak melakukan apa yang di katakan Prasetyo.


"David coba kau cari kunci rumah Nina di tas nya dan bawa barang-barang Nina ini, aku akan menggendong Nina ke kamarnya"


David pun memeriksa tas Nina tak butuh lama untuk menemukannya. Setelah mendapatkan kunci rumah Nina, David pun turun dari mobil sembari membawa tas laptop dan beberapa dokumen.


David membukakan pintu rumah Nina, diikuti oleh Hans di belakangnya yang sudah menggendong Nina membawanya masuk ke kamarnya.


Tak butuh waktu lama mencari kamar Nina yang terletak di lantai dua, karena di rumah itu hanya ada 3 kamar, kamar orang tuanya, kamar tamu dan terakhir kamar Nina yang bersebrangan dengan kamar tamu.


Sesampainya di kamar Nina, Hans dengan perlahan menidurkannya di tempat tidur, melepaskan hills nya, dan menyelimutinya.


Bohong kalau Hans tak tertarik melihat Nina, bahkan ia ingin melahap Nina yang tertidur dengan dress yang menonjolkan lekuk tubuhnya itu.


Hans duduk di pinggiran ranjang Nina, tepat di sebelah tubuh Nina yang sedang tidur dengan pulasnya. Hans pun menyingkirkan rambut-rambut nakal Nina yang menutupi wajahnya. Membelai wajahnya dan.........

__ADS_1


***


D**aaaaan..... Tolong di vote, like, rate dan comment ya kaka... Terima kasih😋😋😋**


__ADS_2