
1 bulan kemudian...
Sudah cukup gadis kecil bermain-mainnya, kali ini kau harus benar-benar jadi milikku.
***
Ruangan kerja Hans.
Hans nyodorin dokumen yang abis di tanda tangani "Nina".
"Ya Pak" jawab Nina sambil mengambil dokumen yang udah di tanda tangani
"Kosongkan jadwal saya tujuh hari ke depan, kita akan mengunjungi Mr. Takamura"
"Whaaats!!!!! ups maaf Pak, apa tidak sebaiknya dengan Pak Alex aja Pak perginya, nanti kantor ga ada yang jaga."
Usaha ngindar lagi.... bayangin kalau kudu sama-sama tujuh hari di jepang.... no... no... no... bisa-bisa rontok ni pertahanan.
"Kantor ini ga akan kemana-mana Nina, Paula dan Alex sangat bisa di andalkan untuk mengurus segala sesuatunya disini, toch memang itu tugas mu kan menemaniku... Mr. Takamura tidak suka kalau melihat Alex, saya yakin dia senang akan melihat mu..."
Hans pun tertawa...
Sebelum Nina menyela Hans pun melanjutkan omongannya
"Oh ya... saya juga sudah mewakilkanmu ijin dengan Pras dan Laura... mereka tak keberatan"
__ADS_1
Nina hanya bisa diam, sepertinya tak ada jalan keluar untuk menghindar, kalau pun alasan kuliah? Hans tau benar, minggu depan kuliah baru aktif....
huuftt... hanya bisa menghela nafas dalam hati
"Bersiap-siaplah, setelah meeting internal kita pergi"
"Maaf Pak, saya belum packing keperluan saya selama disana"
"Tak ada yang perlu kamu packing, segala keperluan mu sudah ada disana"
"Baik Pak, jika tak ada lagi, saya permisi dulu"
Sambil memutar badannya menuju pintu, Nina berkata dalam hati *bagaimana ini semua sudah di siapkan? apa dia merencanakan sesuatu? apalagi Alex tak ikut....
Ikuti sajalah Nina... mungkin saat nya kamu menyerah, lagi pula kau mencintainya kan*..
***
"Om, kenapa disini?" Nina bingung kenapa Om Hans ikut masuk ke kamar nya.
Hans pun mendekati Nina dan zeeeep tangannya melingkar dengan sempurna di pinggang Nina, menguncinya, hingga Nina tak bisa bergerak menjauh lagi.
"Kita akan berada disini, berdua, hanya berdua"
"Tapi Om... " sambil berusaha memberontak dan jelas saja Hans mempererat pelukannya.
__ADS_1
"Kenapa kamu terus menghindar Nina! Kenapa tidak kau coba saja menerima ku dan menjalanin hubungan ini!" ucap Hans sambil mengangkat tubuh Nina, membawanya ke tempat tidur, lalu menindih tubuh Nina dan menguncinya hingga Nina kali ini benar-benar tak berkutik.
"Ooom... Jangan seperti ini... Kalau tante Ida tau gimana?" Kata Nina yang mulai ketakutan, keringat dingin pun sudah mulai bercucuran, Nina tetap terus berusaha memberontak.
Hans yang sudah kesal dengan kelakuan Nina yang terus menghindarinya, kini mulai melancarkan aksinya mencumbui Nina di wajah dan leher Nina, sambil meracau
"Nina.... please... terima om... om akan lakukan apa aja buat Nina, tetap bersama om, disamping om, semua akan baik-baik saja, jangan kau pikirkan Ida, om akan segera mengurusnya"
Hans pun menatap mata Nina yang mulai sayu namun juga ada rasa takut disana.
"Jangan takut Nina, liat Om, percayakan semua pada Om..."
Kembali Hans mencumbui Nina, namun kali ini penuh dengan perasaan dan kelembutan.. Hans memulainya dengan hati-hati sampai Hans merasa Nina nyaman dengan keberadaanya.
Setelah merasa Nina nyaman dengan nya, Hans mulai membuka kunciannya dan merebahkan tubuhnya disamping Nina, dan menariknya hingga Nina menyandarkan kepalanya di dada bidang milik Hans.
"Ceritakanlah ketakutakutanmu... ku rasa ada yang kau sembunyikan... ku rasa aku tak semenakutkan itu... "
Glek...Nina menelan saliva nya... dan ....
****
Next part... Rahasia Nina...
Terima kasih masih setia dengan Sampai Disini Cinta
__ADS_1
Tolong comment, like, rate dan vote nya ya
Terima kasih