Sampai Disini Cinta

Sampai Disini Cinta
Alex


__ADS_3


"Alex" ujar Nina tak kalah kagetnya


Alex pun tak menyia-nyiakan kesempatan itu, ia menghampiri Nina dan langsung memeluknya erat "Maaf... aku ga ada kasih kabar, aku kangen kamu"


Hans, Ida, Pras dan Laura terlihat terkejut dengan pemandangan yang ia lihat di depan mereka.


"Wait... wait boy... disini ada orang tua, tahan dirimu" ujar Hans yang emosinya sedikit tersulut, bagaimana tidak, Nina miliknya, kini serta merta di peluk oleh anak nya sendiri, persaingan macam apa ini.


"Ech, maaf Pah, ku terlalu excited, I'm so really miss her" ujar Alex sambil mengambil posisi duduk di samping Nina dan menggenggam tangan Nina.


"Kangen boleh, tapi disini ada orang tuanya, kamu harus permisi dulu" ucap Hans yang mulai di kuasai cemburu.


"Maaf om, tante, kenalin saya Alex" ucap Alex sambil menjabat tangan Pras dan Laura.


"Saya dan Nina ..... " belum sempat Alex meneruskan ucapannya, Nina langsung memotong omongan Alex.

__ADS_1


"Alex!!!" dengan suara yang agak tinggi dan Nina pun melepaskan genggaman tangan Alex serta menatapnya benci.


"Sebenarnya ada apa ini nak Alex" ujar Pras mencoba menengahi.


"Maaf Om, saya.... "


Sekali lagi Nina berusaha menepis omongan Alex


"Tidak ada apa-apa Pa, kami teman lama yang tak pernah bertemu, bagaimana kalau kita pulang sekarang Pa, Ma, Nina cape, maaf Om Tante, Nina permisi" Ucap Nina sambil beranjak dari tempat duduknya.


Tapi dengan segera mungkin Alex menahan Nina.


"Hei boy, papa sama mama pulang pake apa?" ucap Hans dengan nada tak sukanya.


"Kalau ada yang mau di omongin sama Nina, besok sajalah nak Alex, sepertinya Nina butuh istitahat, rumah kami terbuka untuk mu" ucap Pras mencoba menengahi.


"Kami permisi dulu Hans... Laura" ucap Pras lagi di ikutin Laura dan Nina yang cipika cipiki dengan Ida.

__ADS_1


Alex pun mesti merelakan Nina pergi bersama orang tuanya.


***


Sepanjang perjalanan menuju rumah Hans.


"Bagaimana kau mengenal Nina?" ucap Hans menyelidik.


"Sudah lama kenal Pa, tiap liburan selalu dia yang Alex temui, sampai akhirnya pas liburan kemarin Nina salah sangka sama Alex karena nemanin Rika belanja, papa tau sendirikan Rika anak nya gimana, manja gitu, dia ga tau kalau Rika cuma sepupuan, terus di tambah lagi dengan deadline tanding basket antar SMU yang mengharuskan Alex harus kembali ke Surabaya secepatnya, jadinya gitu Alex lupa jelasin semua ke Nina, maksud liburan kali ini Alex mau jelasin semuanya, biar bisa baikan lagi" jelas Alex pada Hans dengan nada sendu dan sorot mata yang memelas.


"Oh begitu... Mama bantu Alex, besok kita ke rumah Nina, kamu serius dengan Nina? ujar Ida menenangkan.


"Aku serius ma... tapi Nina bukan cewek biasa, dia susah sekali di dekati, Alex ini termasuk untung ma bisa dekat dengan dia, karena banyak cowo yang mau dekat dengan dia, tapi semua pada mundur teratur karena di cuekin ma Nina"


"Kalau gitu anak mama hebat dong bisa dekat dengan Nina"


"Itu dulu... sekarang gak tau... tadi aja dia dah mau kabur aja, apalagi besok, pasti dia dah ga ada di rumahnya"

__ADS_1


"Tenang, pasti Nina mau dengar dan baikan sama kamu, kalau perlu kamu tunangan dengannya, bagaimana Hans?"


"Hah..." Hans pun terperangah atas ucapan Ida yang terlontar begitu saja.


__ADS_2