
"Siapa Ma????"
"Sini sayang, mama mau kenalin kamu sama teman mama"
Penasaran....
Sambil menuju ruang tamu. Disitu sudah ada papa yang tengah mengobrol asik dengan pria yang terlihat lebih muda dari usia yang sebenarnya....
Tampan...Macho...tubuh atletis...tinggi nya seperti pemain basket....senyum nya...tatapan matanya...oh god...seperti nya pria ini menolak tua...
Dengan santai nya dia melemparkan senyumnya dan mengulurkan tangan nya untuk di jabat
"Hans...."
"Karenina... Nina Om"
Kikuk sejenak
Melepaskan tangan
Namun tak berhenti saling menatap
Akhirnya teguran papa membuyarkan lamunanku
"Sini...duduk sama papa...kita ngobtol bareng..."
Ku pun menyetujui nya.... Karena penasaran mungkin....
Mama dan Papa memang selalu begitu, selalu mengenal kan aku dengan teman teman nya, bukan karena apa...Karena menurut mereka ku tak suka berteman dan bergaul seperti anak seusia ku...bukannya apa...kata mama senantiasa mengingatkan ku sudah SMA sudah sepantasnya memperluas pergaulan biar nanti siap memposisikan diri di dunia kerja, mempersiapkan diri sedini mungkin itu lebih baik..
Dari cerita dari mereka dapat ku tangkap kalau om Hans teman dekat mama sewaktu SMA dulu, kini ada join kerja sama di hotel daerah yang papa pegang saat ini...besok mereka akan bersama meninjau lokasinya bersama, maka hari ini sengaja mampir untuk memastikan kesiapan dokumen esok hari, dan di lanjutkan dengan makan malam bersama di rumah.
Aku pun juga jadi tau... om Hans memiliki istri dan 2 anak, pertaman yang seumur diriku, namun belajar nya di kota S bersama opa dan omanya, pas lulusan nanti baru pulang... dan yang ke dua masih SMP dan tinggal bersama mereka di daerah komplek perumahan elit yang ada di jantung kota...
__ADS_1
Om Hans sebenarnya sedari tadi memperhatikan karenina, bahkan tak berkedip hanya sesekali melemparkan pandangannya ke mama atau papa.
Ya...kami bertukar pandang...mata kami seakan berbicara dan berbisik....
Aku ingin mengenalmu
Dekat
Dan lebih dekat lagi
Semakin ku menatapmu
Semakin ingin ku memelukmu
Mendekapmu
Memilikimu
Utuh hanya untukku
Sungguh ini egoku
Batin Hans lirih tak berucap
Mengapa?
Mengapa mata itu menatap tajam pada ku?
Hanya sesekali menatap mama dan papa sekedar menimpali ucapan mama dan papa
Ada yang salah kah dengan diriku?
Kenapa hati ini berdebar?
__ADS_1
Oh yang benar saja....dia teman mama....
Partner bisnis papa...
Apa aku seputus asa ini karena Alex yang tak tau kenapa menghilang begitu saja tanpa kejelasan...
Aku tak mungkin jatuh cinta kan dengan Om Om macam dia....
Karenina....wake up....
Dia beristri...dan punya 2 anak....
1 yang harus di ingat kau seumur dengan anak nya.....
Lirih gemuruh hati Karenina berucap dengan penyangkalan dalam hati yang tak terlontarkan secara lantang.
Makan malam pun selesai. Tak lama Om Hans pun pulang.
"Sampai jumpa besok lagi Hans,senang bekerja sama dengan mu" ucap papa sambil berjabat tangan.
Tak lupa mama dengan aksi merangkul sambil cipika cipiki dengan Om Hans "lain kali ajak Ida (istri om Hans) beserta anak-anak biar saling mengenal"
"Baiklah...kalau Ida ada waktu, kamu tau sendiri, kesibukannya melebihi pengusaha kelas atas" jawab Om Hans dengan senyum kecut di bibirnya
Mama dan papa hanya menanggapinya dengan senyuman.
"Ya sudah, hati-hati kau di jalan"
"Bye Karenina"
"Bye Om"
Akhirnya Om Hans pun pergi dengan melajukan BMW biru metalik miliknya,melesat jauh hingga tak terlihat lagi.
__ADS_1
Om Hans..........
Batin ku lirih.